5 Fakta Burung Bogota Rail, Dijuluki Hantu Rawa dari Pegunungan Andes

- Bogotá rail adalah burung endemik Kolombia yang hidup di rawa-rawa dataran tinggi Andes
- Habitat utama Bogotá rail, yaitu lahan basah dataran tinggi, kini terancam oleh drainase lahan dan ekspansi kota Bogotá
- Bogotá rail memiliki peran penting sebagai indikator kesehatan ekosistem rawa pegunungan, namun statusnya rentan dengan populasi yang terus menurun
Di tengah hiruk-pikuk Kota Bogotá, Kolombia, tersembunyi satu burung langka yang hampir tak pernah terlihat. Namanya Bogotá rail (Rallus semiplumbeus). Burung dari keluarga Rallidae ini hidup di rawa-rawa dataran tinggi Andes dan dikenal sangat pemalu. Meski tinggal tak jauh dari kawasan perkotaan, keberadaannya sering luput dari perhatian. Penasaran gak sih dengan burung langka satu ini? Yuk kenali lebih dekat lewat lima fakta menarik Bogotá rail selengkapnya di artikel ini!
1. Burung endemik Kolombia yang sangat terbatas persebarannya

Bogotá rail adalah spesies endemik Kolombia, artinya burung ini tidak dapat ditemukan di tempat lain di dunia. Dilansir Birds of Colombia, habitat alaminya hanya terbatas di dataran tinggi Cordillera Oriental, terutama di wilayah Altiplano Cundiboyacense, termasuk sekitar Bogotá dan dataran Ubaté.
Bogotá rail hidup di ketinggian sekitar 2.500 hingga lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut. Lingkungan ini tergolong ekstrem bagi banyak burung, tetapi spesies satu ini justru bergantung sepenuhnya pada rawa-rawa pegunungan tersebut. Karena wilayah hidupnya sempit dan terfragmentasi, setiap kerusakan habitat bisa berdampak langsung pada kelangsungan populasinya.
2. Hidup di rawa pegunungan yang kini kian menyusut

Habitat utama Bogotá rail adalah lahan basah dataran tinggi, seperti rawa, marsh, dan tepi danau dengan vegetasi lebat. Sayangnya, ekosistem ini termasuk yang paling terancam di Kolombia. Adanya drainase lahan, polusi, konversi menjadi pertanian, hingga ekspansi kota Bogotá telah menyebabkan hilangnya sebagian besar rawa alami. Habitat yang tersisa kini terfragmentasi menjadi petak-petak kecil. Kondisi ini membuat populasi Bogotá rail kini terisolasi dan rentan terhadap kepunahan lokal.
3. Dijuluki hantu rawa karena sangat sulit terlihat

Meski tinggal dekat kota besar, Bogotá rail hampir tak pernah terlihat secara langsung. Dilansir Discover Wildlife, burung ini terkenal sangat pemalu dan tertutup. Mereka sering bersembunyi di balik vegetasi rawa yang rapat. Bahkan, pengamat burung berpengalaman pun sering hanya mendengar suaranya tanpa pernah melihat wujudnya.
Burung Bogotá rail sendiri merupakan burung berukuran sedang dengan tubuh sedikit pipih. Bulunya memiliki kombinasi warna abu-abu dan cokelat yang menyatu dengan habitatnya. Mereka memiliki paruh panjang dan kaki berwarna merah. Penampilannya ini sering digambarkan mirip dengan burung water rail asal Eropa, tapi dengan warna yang lebih sederhana dan tentu saja habitat yang berbeda.
Alih-alih terbang, Bogotá rail diketahui lebih sering berjalan atau menyelinap di antara rumput basah. Tubuhnya yang pipih adalah adaptasi khas keluarga rail, memungkinkannya bergerak efisien di vegetasi padat. Perilaku ini membuatnya seolah menghilang di habitatnya sendiri.
4. Berperan sebagai indikator kesehatan ekosistem rawa yang penting

Meski jarang terlihat, Bogotá rail ternyata memiliki peran ekologis yang penting, lho! Keberadaannya sering dianggap sebagai indikator kesehatan lahan basah pegunungan. Jika burung ini masih bertahan, berarti ekosistem rawa tersebut dinilai masih relatif berfungsi dengan baik.
Lahan basah sendiri memiliki peran vital bagi manusia, terutama di sekitar Bogotá. Rawa membantu menyaring air, mengurangi risiko banjir, dan menyimpan karbon. Dengan kata lain, melindungi Bogotá rail berarti juga menjaga layanan ekosistem yang menopang kehidupan jutaan manusia di sekitarnya.
5. Statusnya kini rentan dengan populasi yang terus menurun

Menurut IUCN, Bogotá rail kini berstatus sebagai spesies rentan (vulnerable). Populasinya diperkirakan kecil dan menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Penyebab utamanya bukanlah perburuan, melainkan karena kehilangan dan degradasi habitat.
Berbeda dengan burung migran yang bisa berpindah lokasi, Bogotá rail adalah spesies menetap. Burung ini tidak memiliki pilihan selain bertahan di rawa-rawa yang semakin menyempit. Jika satu lokasi rusak, peluang untuk pindah ke habitat baru sangatlah terbatas.
Itulah lima fakta si burung pemalu Kolombia. Bogotá rail adalah contoh nyata bagaimana spesies langka bisa hidup berdampingan dengan kota besar, namun tetap menghadapi ancaman secara diam-diam. Ia bukanlah sosok burung mencolok, bukan pula mudah difoto. Namun, justru dalam kesunyiannya, Bogotá rail menyimpan cerita penting tentang rapuhnya ekosistem rawa pegunungan dan dampak aktivitas manusia.


















