Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Gunung di Eropa yang Punya Kawah Aktif dan Masih Sering Meletus

4 min read
5 Gunung di Eropa yang Punya Kawah Aktif dan Masih Sering Meletus
Erupsi Gunung Etna (unsplash.com/Shawn Appel)
  • Eropa memiliki gunung api aktif dengan karakter beragam, dari emisi gas, letusan eksplosif, lontaran material, hingga aliran lava yang tercatat berulang dalam sejarah modern.
  • Etna dan Stromboli di Italia masih menunjukkan aktivitas pada 2026, termasuk letusan Strombolian, abu, emisi gas, serta aliran lava dari beberapa kawah dan bukaan.
  • Hekla, Grímsvötn, dan Katla di Islandia memiliki riwayat erupsi; dua terakhir berada di bawah es dan aktivitasnya dapat berkaitan dengan banjir air lelehan gletser.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Eropa memiliki sejumlah gunung api yang masih menunjukkan aktivitas vulkanik hingga saat ini. Aktivitas tersebut dapat berupa emisi gas, letusan eksplosif, lontaran material vulkanik, hingga aliran lava yang keluar dari kawah atau rekahan. Beberapa gunung bahkan tercatat mengalami erupsi berulang dalam sejarah modern.

Aktivitas gunung api di Eropa juga memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada gunung yang letusannya relatif sering dan berlangsung dari kawah puncak, sementara gunung lain berada di bawah lapisan es sehingga erupsinya dapat berhubungan dengan banjir akibat pencairan gletser. Berikut lima gunung api di Eropa yang memiliki sejarah erupsi dan aktivitas vulkanik yang masih tercatat.

  1. 1. Gunung Etna

    Gunung Etna
    Gunung Etna (unsplash.com/Samir Kharrat)

    Gunung Etna berada di Sisilia, Italia, dan merupakan salah satu gunung api aktif yang masih menunjukkan aktivitas erupsi pada 2026. Etna memiliki beberapa kawah puncak, termasuk Voragine, Bocca Nuova, Northeast Crater, dan Southeast Crater. Aktivitas di kawasan tersebut dapat berupa letusan Strombolian, gumpalan abu, emisi gas, hingga aliran lava.

    Aktivitas Etna masih tercatat dalam beberapa bulan terakhir. Pada Agustus 2026, Smithsonian mencatat adanya aktivitas eksplosif dan emisi abu di sejumlah kawah puncak serta aliran lava dari beberapa bukaan di kawasan Valle del Bove. Catatan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Etna masih berlangsung secara berkala hingga saat ini.

  2. 2. Stromboli

    Gunung Stromboli
    Gunung Stromboli (unsplash.com/Salvatore Tonnara)

    Stromboli merupakan gunung api berbentuk stratovolkano yang berada di Kepulauan Aeolian, Italia. Stromboli memiliki ketinggian sekitar 924 meter dan erupsi terakhirnya tercatat pada 2026. Aktivitas di gunung ini berasal dari beberapa area kawah dan dapat menghasilkan letusan Strombolian yang melontarkan pecahan batuan berukuran kecil serta bom vulkanik.

    Laporan pemantauan menyebut aktivitas Strombolian terjadi di sejumlah bukaan kawah pada bagian atas Sciara del Fuoco dan teras kawah. INGV dalam Smithsonian mencatat beberapa peningkatan aktivitas Stromboli sepanjang 2026. Aktivitas tersebut kemudian berangsur kembali ke tingkat normal setelah setiap peningkatan

  3. 3. Gunung Hekla

    Gunung Hekla
    Gunung Hekla (pexels.com/Fatih Turan)

    Hekla berada di bagian selatan Islandia dan termasuk gunung api aktif di kawasan zona rekahan timur Islandia. Smithsonian mencatat Hekla sebagai gunung api stratovolkano yang memiliki rekahan sepanjang sekitar 5,5 kilometer dan melintasi bagian puncaknya. Rekahan tersebut dapat aktif sepanjang bagian panjangnya ketika terjadi erupsi besar.

    Sistem vulkanik Hekla telah mengalami 23 kali erupsi dalam catatan sejarah dan menjadi salah satu sistem vulkanik paling aktif di Islandia. Aktivitas Hekla selama sekitar 3.000 tahun terakhir didominasi oleh erupsi yang lebih sering dengan ukuran relatif lebih kecil. Erupsi tersebut menghasilkan material vulkanik yang berasal dari magma silisik dan basal. Erupsi terakhir Hekla tercatat terjadi pada 2000.

  4. 4. Grímsvötn

    Grímsvötn
    Grímsvötn (pexels.com/Þorsteinn Friðriksson)

    Grímsvötn merupakan gunung api di Islandia yang sebagian besar berada di bawah lapisan es Vatnajökull. Gunung ini berbentuk kaldera dengan ukuran sekitar 6 × 8 kilometer dan hanya bagian selatan tepi kalderanya yang terlihat di permukaan. Danau kaldera juga tertutup lapisan es, sementara sistem rekahan memanjang dari gunung api tersebut.

    Grímsvötn tercatat sebagai gunung api yang paling sering aktif. Letusan terakhir yang tercatat terjadi pada 2011, sementara aktivitas panas bumi di kaldera juga dapat menyebabkan banjir akibat keluarnya air dari bawah lapisan es. Sistem rekahan Grímsvötn juga berkaitan dengan rekahan Laki yang menghasilkan aliran lava besar pada 1783.

  5. 5. Katla

    Katla
    Katla (commons.wikimedia.org/Diego Delso)

    Katla merupakan gunung api di bagian selatan Islandia yang berada di bawah lapisan es Mýrdalsjökull. Smithsonian Global Volcanism Program mencatat Katla sebagai gunung api bawah es dengan kaldera berukuran sekitar 10 x 14 kilometer. Sebagian besar erupsi yang tercatat berasal dari rekahan yang berada di dalam kaldera tersebut.

    Katla termasuk salah satu gunung api aktif di Islandia dan dikenal sering menghasilkan erupsi subglasial eksplosif. Letusannya dapat menghasilkan tefra dalam jumlah besar dan kerap berkaitan dengan jökulhlaup, yaitu banjir yang terjadi akibat keluarnya air lelehan gletser. Letusan terakhir yang tercatat terjadi pada 1918, meskipun aktivitas seismik dan perubahan kondisi di kawasan Katla masih terus dipantau.

    Gunung api aktif bukan sekadar bentang alam yang menjulang tinggi, tetapi juga bagian dari proses bumi yang terus bergerak. Aktivitas di kawasan kawah menjadi salah satu tanda bahwa proses vulkanik masih berlangsung dan dapat menghasilkan perubahan pada lingkungan sekitar. Karena itu, keberadaan gunung api aktif menarik untuk dipahami dari sisi geologi sekaligus sejarah aktivitas erupsinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More