Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Hewan yang Menyerahkan Telurnya Kepada Spesies Lain

3 min read
5 Hewan yang Menyerahkan Telurnya Kepada Spesies Lain
Burung kukuk (commons.wikimedia.org/Afsarnayakkan)
  • Parasitisme pengasuhan terjadi ketika hewan menitipkan telur pada sarang atau tempat berkembang biak spesies lain, sehingga tidak mengerami maupun membesarkan keturunannya sendiri.
  • Burung kukuk, pemandu madu besar, dan bebek berkepala hitam memanfaatkan burung inang; beberapa anaknya bahkan menyingkirkan pesaing agar mendapat perawatan penuh.
  • Lebah kukuk memakai sarang lebah lain, sedangkan ikan lele kukuk menyusupkan telur ke mulut cichlid, terutama inang yang kurang waspada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pada umumnya semua hewan ovipar (yang bertelur) dirawat dan dibesarkan oleh induknya sendiri. Namun dunia hewan tidak selurus itu, karena sejumlah hewan melakukan hal sebaliknya yakni tidak mau mengurus telurnya dan "menitipkan" pada sarang atau tempat berkembang biak milik spesies lain.

Perilaku tersebut dikenal sebagai brood parasitism atau parasitisme pengasuhan. Keunikan ini biasanya ditemukan pada burung. Hewan dalam kategori ini tidak mau mengerami atau merawat keturunannya sendiri sepanjang hidupnya.

Pembahasan artikel ini tidak hanya fokus burung, tapi beragam kok jenis hewannya. Baca sekarang.

  1. 1. Burung kukuk

    Burung kukuk
    Burung kukuk (commons.wikimedia.org/Mike Prince)

    Burung kukuk adalah ahli dalam mengelabui burung lain dengan menelantarkan telurnya sehingga mereka tidak perlu merawat dan membesarkannya. Kukuk memilih untuk menaruh anaknya di sarang spesies burung lain.

    Dilansir livesciene, peneliti Max Planck Society asal Jerman melakukan observasi dan menyimpulkan bahwa burung lain mengira telur kukuk itu milik mereka. Kukuk menargetkan telurnya kepada burung: dunnock, pipit padang rumput dan pengicau buluh, dilaporkan para peneliti pada 2009 melalui jurnal Bird Study.

  2. 2. Burung pemandu madu besar

    Burung pemandu madu besar
    Burung pemandu madu besar (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)

    Burung pemandu madu besar adalah spesies parasit induk obligat artinya ia bertelur di sarang lain dan tidak ikut serta dalam membesarkan anaknya. Burung pemandu menargetkan burung seperti pelatuk, barbet, pemakan lebah dan raja udang.

    Anak burung pemandu sudah sejak periode awal kelahirannya langsung punya insting membunuh. Anak burung pemandu memiliki paruh melengkung dan menggunakannya untuk menyingkirkan pesaingnya agar ia dirawat sepenuhnya oleh induk inang yang tidak curiga. Ini adalah strategi brutal, tapi dilakukan untuk bertahan hidup.

  3. 3. Bebek berkepala hitam

    Bebek berkepala hitam
    Bebek berkepala hitam (commons.wikimedia.org/Jan Ebr)

    Bebek berkepala hitam tidak membuat sarang, mengerami telur bahkan merawat anaknya kelak. Mereka menyerahkan otoritas itu kepada spesies burung terpilih seperti bebek paruh merah muda, burung coot, camar, bangau dan terkadang burung pemangsa.

    Bebek berkepala hitam meletakkan telurnya di sarang sekitar 1 meter di atas permukaan air agar nanti diurus oleh spesies lain. Burung ini rata-rata bertelur 2 butir per sarang dan berkembang biak setahun dua periode: musim gugur dan semi.

    Telur bebek berkepala hitam tidak membahayakan anak-anak asli milik spesies inangnya. Untungnya, induk inang tak perlu repot-repot untuk merawat anak si bebek berkepala hitam. Sebab, mereka akan meninggalkan sarangnya setelah dewasa.

  4. 4. Lebah kukuk

    Lebah kukuk
    Lebah kukuk (commons.wikimedia.org/Giles Gonthier)

    Sekarang bahas kukuk lagi, namun bukan burung melainkan seekor lebah. Tidak hanya Burung, lebah kukuk juga punya perilaku parasit induk obligat. Lebah kukuk mengandalkan sarang lebah lain untuk meletakkan telurnya.

    Lebah kukuk mempunyai struktur khusus yang ia gunakan untuk melawan pemilik sarang jika ditemukan. Target sarangnya adalah milik dari spesies lebah bumblebee dan kukuk soliter.

  5. 5. Ikan lele kukuk

    Ikan lele kukuk
    Ikan lele kukuk (commons.wikimedia.org/Fernando Losada Rodríguez)

    National geographic menyebut, ikan lele kukuk tidak membutuhkan sarang melainkan menyerahkan telurnya kepada spesies ikan lain langsung melalui mulut.

    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ikan lele kukuk cenderung mengincar tempat penitipan gratis di dalam mulut ikan yang memiliki mata buruk, temperamen pasif atau umumnya naif terhadap taktik licik dari ikan lele kukuk. Penelitian terbaru itu berdasarkan jurnal Environmental Biology of Fishes.

    Ikan cichlid adalah korban dari taktik ikan lele kukuk. Saat sepasang ikan cichlid bertelur, ikan lele kukuk akan masuk menyelinap ke mulutnya cichlid. Oleh karena itu, cichlid memiliki dua kepemilikan telur sekaligus. Cichlid pun tidak menyadari hal tersebut.

    Uniknya peneliti menamakan spesiesnya kukuk pada tiga hewan berbeda. Alasannya karena dua hewan lain memilki pola parasitisme pengasuhan seperti burung kukuk. Intinya semua punya siasat yang sama yakni membuat spesies incarannya menjadi naif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More