Comscore Tracker

8 Bukti Nyata Manusia Masih Terus Berevolusi hingga Kini, Kita Semua

Bentar, jangan dibayangkan dari monyet, baca dulu...

Teori evolusi Charles Darwin masih sangat kuat hingga sekarang. Menurut teori itu, manusia merupakan monyet yang berevolusi menjadi manusia setelah berhasil lolos dari seleksi alam. Tidak diketahui secara pasti berapa lama yang dibutuhkan untuk mengubahnya hingga seperti itu, akan tetapi dia mempercayai bahwa perubahan itu membutuhkan proses yang sangat lama.

Proses evolusi itu terbukti hingga sekarang di mana kita terus berubah dan tak pernah sama dengan orang tua kita. Adapun beberapa bukti yang bisa menunjukkan hal tersebut. Apa sajakah itu? Berikut ini penjabaran selengkapnya!

1. Minum susu

8 Bukti Nyata Manusia Masih Terus Berevolusi hingga Kini, Kita Semuaunsplash.com/jens_johnsson

Secara sejarah genetis manusia, kemampuan untuk mencerna laktosa telah mati ketika kita lahir dan mengisap air susu ibu. Akan tetapi hal tersebut berkembang setelah kita mampu beternak sapi, kambing, dan domba di mana kita meminum susunya.

Sekarang sebagian besar orang mampu meminumnya dan malahan menambah nutrisi tubuh. Studi 2006 menunjukkan toleransi terhadap susu ini sudah dimulai sejak 3.000 tahun yang lalu di Afrika Timur.

2. Menanggalkan gigi bungsu

8 Bukti Nyata Manusia Masih Terus Berevolusi hingga Kini, Kita Semuaunsplash.com/yingpis

Pendahulu kita memiliki rahang yang lebih besar daripada kita di zaman sekarang untuk membantu mereka mengunyah makanan. Itu karena makanan di zaman dahulu masih belum diolah seperti saat ini sehingga banyak makanan yang keras.

Sedangkan sekarang, banyak alat membuat makanan itu lebih lembut dan mudah dikunyah, membuat rahang kita mengecil, sampai-sampai tak ada ruang untuk gigi kita. Nah, ini yang mengakibatkan kita harus menanggalkan beberapa gigi bungsu.

3. Menciptakan sistem imun

8 Bukti Nyata Manusia Masih Terus Berevolusi hingga Kini, Kita Semuamentalfloss.com

Menurut hasil penelitian di 2007, para ilmuwan menemukan fakta bahwa genetis kita dari 40 ribu tahun yang lalu masih memerangi penyakit seperti malaria. Malahan genetis tersebut banyak menyebar untuk orang-orang Afrika sana. Hasil studi yang lain malahan menunjukkan mereka yang hidup di perkotaan lebih susah terkena tuberculosis dan leprosy.

4. Otak yang mengecil

8 Bukti Nyata Manusia Masih Terus Berevolusi hingga Kini, Kita Semuamentalfloss.com

Kita memang mempercayai bahwa otak kita lebih pintar daripada hewan, akan tetapi fakta penemuan menunjukkan otak kita makin lama makin mengecil dalam selang waktu 30 ribu tahun ini. Rata-rata volume otak kita yang berukuran 1.500 cm kubik menjadi 1.350 cm kubik.

Menurut para ilmuwan ukuran otak mengecil tidak menunjukkan bahwa kita menjadi manusia yang lebih bodoh, melainkan otak kita yang lebih kecil menjadi lebih efisien. Ada pula teori yang mengatakan otak yang lebih kecil membuat kita kurang agresif dan lebih memilih untuk bekerja sama dalam menyelesaikan sebuah masalah ketimbang sendirian.

Baca Juga: Setiap 7 Tahun Kamu Berubah dan Evolusi Ini Pasti Terjadi Padamu

5. Ada orang yang memiliki mata biru

8 Bukti Nyata Manusia Masih Terus Berevolusi hingga Kini, Kita Semuaunsplash.com/deffyall

Diperkirakan kita semua memiliki mata cokelat semua. Tetapi sekitar 10 ribu tahun yang lalu, seseorang yang hidup di Laut Hitam mengalami perubahan genetik, menjadikan matanya berwarna biru. Alasan perubahan genetik itu masih menjadi misteri, tetapi diperkirakan itu berhubungan dengan masalah keturunan.

Hampir tidak mungkin bagi suami istri bermata biru untuk melahirkan seorang anak bermata cokelat. Hal itu menjelaskan mengapa pria bermata biru lebih tertarik dengan wanita bermata biru ketimbang bermata cokelat dan begitu pula sebaliknya: sebagai cara untuk memastikan keturunan lanjutan.

6. Rasa merinding dan rambut yang berdiri responsif

8 Bukti Nyata Manusia Masih Terus Berevolusi hingga Kini, Kita Semuaen.wikiversity.org

Manusia merinding ketika mereka kedinginan, ketakutan, marah, atau kagum. Banyak makhluk lain mendapatkan rasa merinding karena alasan yang sama, sama seperti rambut kucing atau anjing yang berdiri maupun duri landak yang menegang.

Dalam situasi dingin, rambut yang naik menjebak udara antara helaian rambut dan kulit, menciptakan isolasi dan kehangatan. Menanggapi ketakutan, rasa merinding membuat seekor binatang tampak lebih besar - sehingga harapannya menakuti musuh. Manusia tidak lagi mendapat manfaat dari rasa merinding.

Reaksi ini merupakan sisa dari masa lalu kita, ketika kita tidak berpakaian dan perlu menakuti musuh alami kita sebagai manusia. Seleksi alam membuat rambut tebal kita, yang berhubungan dengan itu, menghilang tetapi meninggalkan mekanisme untuk mengendalikannya.

7. Keberadaan usus buntu

8 Bukti Nyata Manusia Masih Terus Berevolusi hingga Kini, Kita Semuakenyalaparoscopicsurgeryservices.com

Apendiks tidak diketahui penggunaannya pada manusia modern dan sering diambil begitu saja, ketika terinfeksi. Sementara penggunaan aslinya masih penuh spekulasi. Sebagian besar ilmuwan setuju dengan teori Darwin, bahwa itu pernah membantu memproses selulosa yang ditemukan dalam makanan serba dedaunan, yang pernah kita konsumsi.

Selama evolusi, karena pola makan kita telah berubah, usus buntu menjadi kurang bermanfaat. Yang menarik, banyak teori evolusi percaya bahwa seleksi alam (mengesampingkan semua kemampuan usus buntu) percaya bahwa ukuran usus buntu semakin besar, supaya tidak mudah meradang atau kena penyakit.

Jadi tidak seperti jari kelingking, yang pada akhirnya bisa menghilang dan sama-sama tidak berguna untuk manusia modern, usus buntu kemungkinan besar akan tetap bersama kita untuk waktu yang lama - hanya berkeliaran tanpa melakukan apa pun.

8. Otot telinga ekstra, otot-otot auricular

8 Bukti Nyata Manusia Masih Terus Berevolusi hingga Kini, Kita Semuabusinessinsider.sg

Juga dikenal sebagai otot telinga ekstrinsik, otot auricular digunakan oleh hewan untuk memutar dan memanipulasi telinga mereka (berbeda dari otot lain di kepala mereka), untuk memfokuskan pendengaran mereka pada suara tertentu, di arah tertentu. Manusia masih memiliki otot yang dulunya kita gunakan untuk alasan yang sama. Namun otot kita sekarang ini sangat lemah, sehingga yang bisa kita lakukan hanyalah menggerakkan telinga kita sedikit.

Penggunaan otot-otot ini pada kucing sangat terlihat, karena mereka hampir dapat membalikkan telinganya sepenuhnya ke belakang. Terutama ketika mereka menguntit seekor burung atau tikus dan perlu membuat gerakan sekecil mungkin, agar tidak menakuti mangsanya.

Percaya gak terhadap fakta itu? Ada pula lho yang mengatakan bahwa tumit kaki kita sebenarnya adalah jari kaki ke-enam yang berubah karena tidak pernah lagi dipergunakan untuk memanjat, tapi itu lain hal. Yang pasti kita akan sepertinya akan terus berevolusi sampai akhir hayat, karena zaman terus berkembang.

Baca Juga: Evolusi Pembalut Wanita dari Dulu hingga Sekarang, Banyak Berubah lho!

Topic:

  • Abraham Herdyanto
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya