Comscore Tracker

Kalau Bulan Jatuh, Ini 7 Hal yang Akan Terjadi pada Kita

Bisa ngomong aja uda ngeri, apalagi bisa jatuh

Hampir di setiap malam, kita selalu bisa melihat kehadiran bulan di langit gelap. Tak hanya menghiasi angkasa, satelit alami bumi itu juga menjadi lampu penerangan. Cobalah berjalan saat awan besar menutupinya. Kamu pasti tidak akan bisa atau tepatnya kesusahan untuk melihat jalan setapak. Sejauh inilah pentingnya bulan bagi kita.

Namun pernahkah kalian bertanya-tanya akan suatu tragedi, seperti: apa yang terjadi jika bulan jatuh dan menabrak bumi? Kira-kira apa yang bakal terjadi dengan kita, umat manusia, dan seluruh isi bumi?

Para cendekiawan punya teori yang sangat ilmiah akan masalah ini dan yang jelas tidak ada kabar baik di dalamnya. Berikut ini kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi apabila bulan benar-benar terjatuh.

1. Bumi bakal punya sisi dengan lubang besar

Kalau Bulan Jatuh, Ini 7 Hal yang Akan Terjadi pada Kitascitechdaily.com

Mari kita mengenal sedikit sisi bulan terlebih dahulu. Benda langit yang mengitari kita itu punya diameter 3.475km dan massa kurang lebih 0,01 massa bumi. Jika disandingkan dengan planet kita  berpijak, bulan berukuran seperempat ukuran bumi.

Bagaimana kalau menabrak bumi? Jawabannya mudah: tentu saja bagian yang tertabrak akan mengalami lubang. Lubang itu bukan sekadar besar saja, tetapi LUAR BIASA besar. Akan banyak korban berjatuhan, khususnya bagi mereka yang tinggal tepat bulan jatuh.

2. Akan ada gelombang besar yang menyapu daratan

Kalau Bulan Jatuh, Ini 7 Hal yang Akan Terjadi pada Kitapixy.org

Sebelum kemunculan bulan, kamu akan merasakan perubahan alam yang luar biasa. Tahukah kamu kalau bulan mempengaruhi tinggi air laut? Itu dikarenakan bulan punya gravitasi sendiri dan itu berpengaruh hingga ke bumi. Air laut yang pasang adalah hasil sedang kuat-kuatnya gravitasi bulan.

Pada saat jatuh ke bumi, gravitasi bulan tentu saja akan semakin kuat dirasakan karena posisinya yang semakin dekat. Ini menyebabkan gelombang besar di laut yang bisa memunculkan tsunami. Bencana alam itu bisa saja terjadi lantaran bulan sendiri jatuh ke laut atau ke samudra.

3. Kita akan mendapati asteroid berjatuhan

Kalau Bulan Jatuh, Ini 7 Hal yang Akan Terjadi pada Kitaclarksvillenow.com

Sayangnya, angan-angan bulan sepenuhnya jatuh ke bumi itu dirasa tidak mungkin oleh para pakar sains. Menurut mereka sebelum bulan jatuh ke bumi dalam bentuk utuh, dirinya akan hancur terlebih dahulu akibat kecepatannya atau oleh batas Roche.

Apa itu batas Roche? Itu adalah teori astronomi yang menyebutkan adanya jarak minimal benda langit raksasa bisa utuh mendekati suatu planet tanpa menyebabkan efek gelombang. Diperkirakan bulan hanya bisa mendekati bumi hingga jarak 18.470km saja. Setelah itu akan pecah dan memunculkan tsunami.

Jadi yang pertama kita, para manusia yang tinggal di bumi bagian daratan, saksikan adalah pemandangan langit seperti hujan bintang jatuh. Namun hujan ini tidak bakal lewat begitu saja. Mereka malah akan mendarat atau menjatuhi rumahmu dan sekitarmu, menyebabkan ledakan gelombang dan berbagai kerusakan.

Baca Juga: Risiko Astronaut, 7 Kecelakaan Terburuk di Luar Angkasa

4. Perubahan iklim drastis akan terjadi

Kalau Bulan Jatuh, Ini 7 Hal yang Akan Terjadi pada Kitapixabay.com

Global warming selama ini menjadi perdebatan lantaran banyak orang merasa tidak merasakan dampaknya. Namun, anggaplah saja bisa selamat dari kejatuhan bulan, orang-orang ini bakal menelan ludahnya sendiri.

Asteroid yang lolos dari atmosfer jelasnya akan terbakar dan punya suhu yang tinggi. Ini akan menyebabkan kebakaran di berbagai tempat dan itu akan meninggikan suhu bumi untuk sementara waktu. Namun benarkah usai begitu saja?

Kecepatan tinggi dari jatuhnya bulan sedikit banyak juga akan mempengaruhi kecepatan rotasi bumi. Ditebak kecepatannya akan menjadi lebih tinggi dan itu membuat hari turut lebih cepat berlalu.

Ini akan menurunkan suhu bumi yang terbilang ekstrem dan mewujudkan efek global warming dalam waktu singkat. Bisa-bisa untuk sekian kalinya kita akan kembali merasakan yang namanya zaman es.

5. Langit malam akan menjadi lebih terang

Kalau Bulan Jatuh, Ini 7 Hal yang Akan Terjadi pada Kitahippopx.com

Tidak semua kejatuhan bulan berdampak buruk. Ada pengaruh positif pula yang bisa kamu rasakan dari bencana alam ini (kalau kamu cukup beruntung untuk hidup). Besar kemungkinan, untuk sekian lamanya, kamu akan bisa melihat langit yang dipenuhi dan ditaburi bintang. Tidak hanya satu, dua saja, tetapi banyak dan mereka terang bercahaya.

Selama ini bulan memberikan cahaya malam dan itu menutupi bintang-bintang untuk menampilkan dirinya. Konsep mudahnya adalah seperti kamu yang melihat sumber cahaya langsung.

Bukankah kamu tidak bisa melihat cahaya-cahaya kecil lain yang ada di sekitarnya? Itulah mengapa ketiadaan cahaya bulan malah menampilkan bintang-bintang. Belum lagi ditambah berkurangnya polusi cahaya akibat sistem penerangan dunia yang lumpuh.

6. Kamu bisa melihat bulan baru

Kalau Bulan Jatuh, Ini 7 Hal yang Akan Terjadi pada Kitasnappygoat.com

Mengimajinasikan bulan yang sudah hancur memang membawa kita ke bayangan langit malam tanpa benda langit raksasa itu. Tapi benarkah demikian? Seperti pada poin sebelumnya, sebelum benar-benar jatuh ke bumi, bulan akan pecah atau meledak menjadi pecahan. Tentu saja tidak semuanya akan jatuh ke bumi.

Beberapa sampah bulan hasil pecahan atau debris itu pasti akan ada yang berada di sekitaran bumi saja, mengambang di antariksa. Ini memungkinkan kemunculan bulan baru. Ukurannya mungkin jauh lebih kecil dari bulan yang selama ini kita lihat, tapi dia akan punya kebiasaan serupa. Yang lebih tidak masuk akal adalah bumi akan memiliki cincin seperti Saturnus dan Uranus.

Sebenarnya masalah bulan jatuh ke bumi itu kemungkinan terjadinya hanya kurang dari satu persen. Faktanya malah terbalik, yaitu bulan terus menjauh dari kita, bukan mendekati kita. Diperkirakan tiap tahunnya mereka menjauh sekitar 3,8cm. Tapi mungkin lebih baik seperti itu ya ketimbang kejatuhan!

Baca Juga: 7 Teori Konspirasi Luar Angkasa yang Tak Kunjung Hilang

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya