Comscore Tracker

Ahli: Beruang Kutub Bisa Punah di Akhir Abad Ini!

Masa harus tunggu punah dulu baru menyesal?

Saat ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, kegiatan produksi pun ikut terdongkrak. Akan tetapi, lingkungan pun diabaikan sehingga menyebabkan berbagai masalah. Salah satunya adalah pemanasan global yang ikut berdampak pada kehidupan di muka Bumi.

Dengan pemanasan global, lapisan es di Bumi pun ikut meleleh, terutama di Samudra Arktik. Selain menambah ketinggian air laut tiap tahunnya, mencairnya lapisan es mengancam habitat beruang kutub dan fauna lainnya. Sebuah prakiraan memperingatkan manusia jika tidak segera ditangani, kepunahan besar akan segera terjadi!

1. Studi memprakirakan bagaimana lapisan es tertua dan terpadat di Bumi bertahan di tengah pemanasan global

Ahli: Beruang Kutub Bisa Punah di Akhir Abad Ini!beruang kutub di lapisan es Samudra Arktik (esquire.com)

Sejak observasi pada 1979, es laut di Samudra Arktik terus menyusut. Sebuah studi di Amerika Serikat (AS) yang dimuat dalam jurnal Earth's Future pada September 2021 ingin melihat bagaimana dampak pemanasan global pada lapisan es dalam beberapa tahun ke depan.

Para peneliti memantau wilayah yang disebut "Last Ice Area", wilayah es Arktik paling tua dan paling tebal (4 meter) seluas lebih dari 1 juta kilometer persegi. Wilayah Last Ice Area ini membentang dari pantai barat Kepulauan Arktik Kanada hingga ke pantai utara Greenland. Seharusnya, wilayah es ini bisa bertahan selama beberapa dekade.

2. Bagaimana pun skenarionya, fauna di Arktik tetap terdampak

Ahli: Beruang Kutub Bisa Punah di Akhir Abad Ini!beruang kutub dan lapisan es Arktik yang menyusut (pngegg.com)

Dalam studi bertajuk "Defining the “Ice Shed” of the Arctic Ocean's Last Ice Area and Its Future Evolution" tersebut, terdapat dua kemungkinan terhadap penipisan lapisan es Last Ice Area dalam beberapa tahun ke depan akibat pemanasan global. Bagaimana pun, lapisan es akan menipis pada 2050.

Jika emisi karbon dapat segera dibatasi untuk menghentikan pemanasan terburuk, maka sebagian es dapat bertahan di wilayah Last Ice Area. Akan tetapi, jika emisi terus berlanjut dengan tingkat kenaikannya saat ini, es beserta dengan faunanya, seperti beruang kutub (U. maritimus) dan anjing laut (Pinnipedia), akan punah pada 2100.

"Jika lapisan es ini hilang, seluruh ekosistem yang bergantung padanya akan ikut runtuh, dan sesuatu yang baru akan bermula," ujar salah satu penulis studi dan peneliti senior di Lamont-Doherty Earth Observatory Universitas Columbia, Robert Newton.

Baca Juga: Mulai Menjadi Kanibal karena Ulah Manusia, Ini 10 Fakta Beruang Kutub

3. Sementara lapisan es memang menipis dan menebal, pemanasan global membuatnya parah

Ahli: Beruang Kutub Bisa Punah di Akhir Abad Ini!penipisan lapisan es di Samudra Arktik (news.yale.edu)

Lapisan es di Arktik menebal dan menipis tiap tahun. Pada musim panas, lapisan es mencapai batas minimum hingga mencair di September. Kemudian, lapisan es ini akan menebal kembali pada musim gugur dan musim dingin, hingga mencapai ketebalan maksimum di Maret.

Akan tetapi, menurut data dari National Snow and Ice Data Center (NSIDC) pada September 2021, emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya semakin membuat atmosfer memanas. Akibatnya, rentang es laut menipis secara ekstrem, terutama dalam 15 tahun terakhir.

Selain itu, NSIDC melaporkan bahwa jumlah es di Arktik yang mampu bertahan melewati satu musim pencairan berada di angka terendah, sekitar seperempat dari total yang tercatat oleh survei satelit perdana atau 40 tahun yang lalu.

4. Beruang kutub yang terancam punah

Ahli: Beruang Kutub Bisa Punah di Akhir Abad Ini!beruang kutub/U. maritimus (unsplash.com/Hans-Jurgen Mager)

Jika lapisan es ini hilang, maka beruang kutub adalah yang paling rentan terhadap kepunahan. Dari memangsa anjing laut, pemanasan global memaksa beruang kutub memangsa telur burung laut dan karibu. Akan tetapi, kalori dari kedua makanan tersebut tidaklah sesuai dengan diet beruang kutub.

Selain itu, perubahan habitat yang ekstrem ini dapat menyebabkan kepunahan pada beruang kutub atau meningkatnya kawin silang antara beruang kutub dan grizzly (U. arctos horribilis). Akibatnya, ras beruang kutub tergeser oleh keturunan silang ini.

5. Habitat baru bagi para mikroorganisme laut

Ahli: Beruang Kutub Bisa Punah di Akhir Abad Ini!beruang kutub dan lapisan es Arktik yang menyusut (vox.com)

Mencairnya lapisan es di Arktik bukan berarti lingkungan tersebut akan menjadi tandus dan tidak bernyawa. Malah, fenomena ini menjadi berkah untuk makhluk-makhluk lainnya, seperti mikroorganisme dan ikan-ikan lainnya. Para peneliti Amerika melihat bahwa ikan dan ganggang bisa berpindah dari Atlantik Utara.

"Bukan menjadi lingkungan tandus dan tidak bernyawa. Hal-hal baru akan muncul, tetapi perlu waktu bagi makhluk baru untuk memenuhi wilayah tersebut," papar Robert.

Namun, mereka tidak tahu apakah habitat baru ini akan cukup stabil untuk mendukung organisme tersebut, terutama saat musim dingin yang panjang dan tanpa sinar matahari di Arktik. Permukaan air yang gelap lebih efisien dalam menyerap sinar matahari yang baik untuk mikroorganisme. Namun, hal ini juga mempercepat laju pemanasan global.

Pada Agustus 2021, laporan dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) di PBB memperingatkan bahwa suhu Bumi bisa meningkat 1.5-2 derajat Celsius dalam 20 tahun ke depan. Jika tak ingin hal ini terjadi, maka emisi gas rumah kaca harus ditekan serendah-rendahnya pada beberapa dekade ke depan.

Baca Juga: Gawat! Pemanasan Global Makin Menggila, Jutaan Burung Mati karenanya

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya