Comscore Tracker

Tanpa Nazi, 10 Penemuan Ini Tak Akan Pernah Ada

Sayangnya, tertutup insiden holocaust

Apa yang muncul di pikiranmu saat mendengar kata "Nazi"? Iya, partai didikan Adolf Hitler yang sempat menjadi penguasa Jerman ini terkenal dengan perbuatan kejinya dalam Perang Dunia II (PD2) yang berjalan selama enam tahun, yaitu pendudukan terhadap negara-negara tetangga dan pembantaian Holocaust terhadap 6 juta kaum Yahudi.

Namun, siapa sangka beberapa barang yang kita gunakan sekarang pada dasarnya adalah hasil penemuan di era Reich ke-3 tersebut?! Kalau kamu tidak percaya, tanpa Nazi, 10 penemuan ini tidak akan pernah dapat kita nikmati di saat ini. Tidak perlu diboikot!

1. Fanta

Tanpa Nazi, 10 Penemuan Ini Tak Akan Pernah Adafortune.com

Tidak, kamu tidak salah baca. Fanta memang produk Jerman, kok! Sejak penggempuran Pearl Harbor pada Desember 1941, Amerika Serikat (AS) menyatakan diri ikut berperang melawan Blok Poros. Melalui pengaktifan kembali undang-undang perdagangan dengan musuh pada 1917, AS melarang ekspor ke Jerman. Salah satu industri yang terdampak adalah Coca-Cola di Jerman.

Kepala Coca-Cola Jerman saat itu, Max Keith, kemudian meminta ramuan minuman baru agar roda produksi tetap berjalan. Ahli kimia perusahaan kemudian membuat minuman dari bahan sisa industri, dari bulir buah hingga whey. Salah satu penjual Coca-Cola Jerman, Joe Knipp, kemudian menamainya "Fanta", karena Keith mengatakan para ahli membuatnya dari imajinasi mereka (Fantasie).

Tanpa Nazi, 10 Penemuan Ini Tak Akan Pernah Adasiqik.com

Karena Fanta adalah satu-satunya minuman ringan di Jerman saat itu, Fanta langsung laris manis! Pada 1943 saja, Fanta berhasil terjual 3 juta botol. Malah, Fanta pun juga dimanfaatkan sebagai pengganti gula dan bumbu makanan, dikarenakan kelangkaan gula saat itu.

Seiring Jerman melebarkan ekspansinya di benua Eropa, Fanta pun ikut tersebar ke negara-negara Eropa lainnya. Saat Sekutu berhasil mengalahkan Nazi pada 1945, Keith menyerahkan keuntungan penjualan Fanta ke markas pusat Coca-Cola di Atlanta, AS.

2. Studi kelaparan pemukiman Yahudi di Warsawa

Tanpa Nazi, 10 Penemuan Ini Tak Akan Pernah AdaStudi kelaparan pemukiman Yahudi di Warsawa. urologichistory.museum

Pada 1942, Nazi berusaha membunuh kaum Yahudi di Warsawa dengan membatasi asupan kalori mereka hingga 180 kalori, sepersepuluh dari kebutuhan pokok. Selain itu, akses vaksin dan pengobatan pun diblokir.

Diprediksi, dalam hitungan bulan, mereka akan meregang nyawa, baik karena kelaparan atau erosi moral yang menyebabkan kanibalisme dan pembunuhan demi makanan! Selain itu, lebih dari 80 persen konsumsi di pemukiman Yahudi tersebut datang dari pasar gelap.

Tim berisikan 28 dokter Yahudi yang dikepalai dr. Israel Milezkowski kemudian merancang studi yang melibatkan lebih dari 100 peserta untuk meneliti efek patologi dan fisiologi dari kelaparan terhadap kaum Yahudi tersebut. Dengan peralatan seadanya yang diselundupkan, dr. Israel dan tim kemudian meneliti beberapa aspek seperti metabolisme, kardiovaskular, oftalmologis dan bahkan perubahan sistem kekebalan tubuh.

Tanpa Nazi, 10 Penemuan Ini Tak Akan Pernah AdaKaum Yahudi mengantre makanan di Warsawa. urologichistory.museum

Para dokter pun mempertaruhkan nyawa dengan ikut mengalami kelaparan selama studi dan ancaman pidana mati karena melanggar hukum Nazi. Studi tersebut berakhir pada Agustus 1942 saat Nazi akhirnya memindahkan dan memusnahkan kaum Yahudi dari Warsawa (Grossaktion Warsaw) sejak 22 Juli 1942.

Studi dr. Israel diselundupkan dan dikirimkan kepada dr. Witold Eugeniusz Orłowski di Polandia. Kemudian, pada 1946, studi tersebut diterjemahkan ke bahasa Prancis dan Polandia, serta Inggris pada 1979. Studi tersebut memaparkan bahwa proses rehabilitasi dari kelaparan harus dilakukan secara bertahap.

Seandainya pengetahuan ini tersebar di masanya, maka banyak nyawa dapat diselamatkan di akhir PD2.

3. Gas saraf tabun & sarin

Tanpa Nazi, 10 Penemuan Ini Tak Akan Pernah Adalivescience.com

Setahun sebelum meletusnya PD2, ahli kimia Jerman menemukan gas saraf sarin dan Jerman menyembunyikan gas tersebut sebagai senjata rahasia. Sarin sendiri adalah singkatan dari nama para ahli kimia tersebut: Gerhard Schrader, Otto Ambros, Gerhard Ritter, and von der Linde.

Sebelum sarin ditemukan, Schrader sebelumnya tidak sengaja menemukan gas saraf yang tidak kalah mematikan pada 1936, yaitu tabun. Baik gas sarin atau tabun sama-sama dikelompokkan sebagai gas saraf paling berbahaya di dunia karena dapat menyebabkan gagal organ dan kematian dengan paparan terkecil sekali pun!

Menurut buku berjudul "Medical Aspects of Chemical and Biological Warfare" untuk militer AS pada 1997, diperkirakan Nazi Jerman memiliki hingga 30.000 ton gas tabun dan 500 kg - 100 ton gas sarin yang tidak digunakan saat perang. Mengapa tidak digunakan? Masih menjadi misteri yang tidak terjawab.

4. Kaset dan pita rekaman audio

Tanpa Nazi, 10 Penemuan Ini Tak Akan Pernah AdaPexels/Vova Krasilnikov

Siapa kira, Nazi ternyata berpengaruh dalam penemuan kaset dan pita rekaman yang sempat populer pada tahun 1960an - 1990an? Semua bermula pada penemuan pita magnetik pada 1928 oleh ilmuwan Jerman, Fritz Pfleumer. Pada 1935, produsen perlengkapan listrik Jerman, AEG, memperkenalkan peralatan rekaman open-reel pertama di dunia bernama "Magnetophon".

Saat pasukan Sekutu menyadap transmisi radio di Eropa selama PD2, mereka tertipu mengira terdapat beberapa orang di tempat dan zona waktu berbeda yang membaca pesan yang sama secara bersamaan! Hal tersebut dikarenakan Sekutu tidak memiliki pengetahuan mengenai audio dan kualitas rekaman mereka yang belum secanggih Eropa saat itu.

Mendekati akhir PD2, barulah Sekutu mempelajari kemajuan audio di Eropa, melalui Magnetophon yang ditemukan di Radio Luxembourg. Perangkat tersebut dibawa ke AS dan pada 1963an, barulah Philips mengeluarkan kaset yang dianggap bentuk inovasi dari pita rekaman pada masa PD2.

5. Jagermeister

Tanpa Nazi, 10 Penemuan Ini Tak Akan Pernah Adarobbreport.com

Sejak ditemukan pada 1934, 56 bahan minuman alkohol digestif (diminum sesudah makan) asal Jerman, Jagermeister (ahli berburu), tidak pernah berubah. Namun, minuman ini pun dicap dunia sebagai minuman yang pernah erat dengan Nazi.

Pemilik Jagermeister, Curt Mast, digosipkan memberi nama Jagermeister untuk menghormati salah satu petinggi Nazi saat itu, Hermann Wilhelm Goring, yang menjabat sebagai Reichjagermeister (Ahli Berburu Reich). Ada pun rumor yang beredar mengatakan Curt gemar berburu, sehingga ia mencetuskan nama Jagermeister.

Oleh karena itu, citra Jagermeister erat dengan Nazi. Selain itu, Curt juga dikatakan erat dengan partai Nazi dan mendirikan rumahnya di sebuah lahan yang disita dari kaum Yahudi di Wolfenbuttel. Perusahaan Jagermeister dan keluarga Mast terus menyangkal keterikatannya dengan Nazi. Namun, tak ada bukti yang membantah atau mengiyakannya.

Baca Juga: 10 Cara yang Bisa Dilakukan Nazi untuk Menangkan Perang Dunia II

6. Jeriken/jerigen

Tanpa Nazi, 10 Penemuan Ini Tak Akan Pernah Adailustrasi jeriken (Wikimedia.org/ JohnM)

Sering terlihat saat ingin beli minyak tanah, siapa kira jeriken/jerigen adalah salah satu produk yang hadir di zaman Nazi?! Dinamai Jerrycan, "Jerry" adalah sebutan Sekutu untuk Jerman. Pada 1937, Nazi mengembangkan jeriken dengan nama "Wehrmacht-Einheitskanister" atau kanister standar Wehrmacht (angkatan bersenjata Nazi). Tujuannya adalah untuk menjaga pasokan bahan bakar di tengah medan perang.

Jerigen kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh ilmuwan AS, Paul Pleiss, yang bersama rekan asal Jermannya menemukan sampel jerigen di Bandara Berlin Tempelhof dan mengirimnya ke Washington D.C. Akan tetapi, Kementerian Perang AS saat itu tetap memakai galon dari PD1 yang lebih repot dibuka dan gampang bocor.

Akhirnya, AS mengakui kemutakhiran desain jerigen Jerman yang mampu memuat lebih dari 200 liter bahan bakar dan dipasangkan pegangan agar lebih mudah dibawa. Sekutu kemudian menamainya jerrycan karena datang dari Jerman. Presiden ke-32 AS, Franklin D. Roosevelt pun memuji kontribusi jerigen untuk Sekutu dalam melawan Jerman.

"Tanpa jeriken-jeriken ini, mustahil bagi tentara kita untuk melintasi Prancis… [menghadang] serangan blitzkrieg Jerman pada 1940," ujar Presiden Roosevelt.

7. Pervitin/Metamfetamin

Tanpa Nazi, 10 Penemuan Ini Tak Akan Pernah AdaPervitin. thirteen.org

Saat masih berbentuk Republik Weimar, Jerman sudah memimpin dunia di ranah obat-obatan, hingga mengekspor opium dan kokain! Semua bermula dari ketertarikan seorang dokter Jerman, dr. Fritz Kurt Hauschild, terhadap pemakaian amfetamin saat Olimpiade 1936.

Tengah bekerja di perusahaan obat Temmler, dr. Fritz mulai mengembangkan "amfetamin"-nya sendiri. Alhasil, pada 1938, Temmler dengan bangga memperkenalkan metamfetamin, Pervitin. Tablet tersebut kemudian laku di pasar Jerman, hingga sampai ke tangan anggota militer Nazi saat itu!

Sebelum menduduki Prancis lewat Pegunungan Ardennes pada 1940, Pervitin dibagikan kepada anggota pasukan Nazi dan disarankan untuk minum hingga 5 pil sehari untuk menambah kekuatan dan bisa tetap terjaga hingga berhari-hari! Wehrmacht memesan hingga 35 juta tablet Pervitin. Bisa dibilang, Pervitin sebagai salah satu alasan keberhasilan operasi blitzkrieg Jerman dengan menjaga mereka aktif berhari-hari.

8. Penglihatan malam

Tanpa Nazi, 10 Penemuan Ini Tak Akan Pernah AdaSenapan Sturmgewehr 44 yang dipasang "Vampir" ZG 1229. pinterest.com

Perlu diluruskan sebelumnya: Nazi Jerman tidak menemukan alat penglihatan malam/night vision. Namun, Nazi menjadi yang pertama membekali personil militernya dengan alat penglihatan malam. Nama alatnya adalah Zielgerat 1229 (ZG 1229). Terlalu njelimet di lidah? Jerman menyebutnya "Vampir".

"Vampir" adalah alat penglihatan malam berupa ransel berbaterai besar untuk menyokong energi lampu sorot dan teropong inframerah yang dipasang pada senjata, terutama penembak runduk/sniper. Saat lampu sorot memancarkan sinar inframerah, teropong khusus pada senapan kemudian melacak sinar tersebut. Tak terlihat oleh orang lain, pasukan Jerman lain dapat melihatnya!

Unit Nazi yang menerima night vision dikenal sebagai Nightjaeger atau "Pemburu malam", dan lebih dari 300 unit night vision digelontorkan pada 1945, sudah terlambat untuk memenangkan Jerman di PD2. Meskipun hanya eksperimen, night vision pun pernah dipasang di tank dan armada berat lainnya.

9. Konsep swastanisasi

Tanpa Nazi, 10 Penemuan Ini Tak Akan Pernah AdaKonsep swastanisasi yang muncul di PD2. reason.org

Meskipun ahli bisnis AS - Austria, Peter Drucker, digadang-gadang sebagai yang pertama mencetuskan nama "swastanisasi" pada 1969, sebenarnya bisa jadi Drucker mendapat ilham dari tindakan Nazi Jerman yang memberlakukan ‘reprivatisierung’, proses swastanisasi untuk properti negara dari 1933 - 1937.

Melalui bukunya pada 1941, Maxine Yaple Sweezy mencatatkan bahwa para industrialis mendukung Hitler naik ke tampuk kekuasaan Jerman karena kebijakan ekonominya, di mana Nazi akan mengembalikan perusahaan monopoli yang dikuasai negara ke sektor swasta. Konsep inilah yang dinamakan swastanisasi.

Sweezy kemudian memberikan satu contoh terkenal swastanisasi perusahaan besi asal Jerman, Vereignite Stahlwerke AG (United Steelworks). Jadi, bukan Drucker, melainkan Sweezy lah yang mencetuskan kata "swastanisasi" pertama kali dari kasus Nazi.

10. Uang palsu

Tanpa Nazi, 10 Penemuan Ini Tak Akan Pernah AdaSalah satu uang palsu dari Operasi Bernhard untuk Britania Raya. lawrencemalkin.com

Bukan, kami tidak membicarakan uang yang dipakai anak-anak sebagai mainan. Percaya atau tidak percaya, uang palsu dapat digunakan untuk menjatuhkan perekonomian satu negara! Tujuannya? Selain meruntuhkan ekonomi, juga merusak kepercayaan rakyat terhadap bank sentral.

Pada 1942, Nazi menunjuk Mayor Bernhard Kruger untuk menyebarkan uang palsu pound sterling dan dolar AS, bertajuk "Operasi Bernhard". Jadi, Bernhard merekrut 142 pengrajin Yahudi dari kamp konsentrasi untuk menciptakan uang palsu yang benar-benar mirip dengan uang aslinya!

Pada 1945, diketahui operasi tersebut telah menciptakan 182 juta pound sterling, dan cetakan untuk dolar AS palsu pun sudah siap. Konon katanya, bahkan para pakar uang palsu pun sempat kesulitan membedakan mana uang palsu Bernhard dan yang asli, saking miripnya!

Namun, pada Mei 1945, saat Nazi sudah di ambang kekalahan total, Operasi Bernhard mundur ke Austria, di mana mereka membuang peralatan dan siap membunuh para pengrajin Yahudi tersebut. Singkat cerita, para pengrajin Yahudi memberontak dan tentara Nazi ragu lalu kabur, sehingga pasukan AS bisa membebaskan mereka.

Kisah Operasi Bernhard pun diangkat menjadi sebuah film berjudul "The Counterfeiters" pada 2007. Berikut trailer-nya,

https://www.youtube.com/embed/ch49HBf_aM8

Tindakan partai yang dikepalai Adolf Hitler tersebut kepada dunia, terutama kaum Yahudi, memang sepatutnya dikecam dan dikutuk karena telah melakukan salah satu genosida terbesar di sejarah kelam umat manusia, dengan menghilangkan nyawa hingga 6 juta kaum Yahudi dari muka bumi.

Namun, bukan berarti kita tidak bisa belajar dari situ. Buktinya, itulah 10 penemuan yang hadir di zaman sesulit dan sebengis Nazi pada PD2. Sayangnya, beberapa penemuan tersebut harus hadir saat masa di mana perang berkecamuk begitu dahsyat, sehingga reputasinya pun ikut tercoreng.

Baca Juga: Ini 10 Rencana Hitler Seandainya Dulu NAZI Menang

Topic:

  • Alfonsus Adi Putra
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya