Bagaimana Tunanetra Mengenal Warna? Begini Penjelasan Ahli

Cari tahu, biar kamu gak nebak-nebak lagi.

Manusia pada dasarnya memiliki kelebihan dalam salah satu dari tiga bentuk berikut, yakni objek konkret (seperti benda yang bisa kita sentuh), sebuah konsep yang dapat kita rasakan (seperti warna), atau konsep abstrak yang bisa kita kerjakan. Bisa merasakan dan memiliki semua pancra indra dengan sempurna merupakan bentuk rasa syukur yang patut kita hargai.

Studi yang menyangkut tentang Neuroscience telah menemukan bahwa masing-masing konsep ini cenderung untuk mengaktifkan bagian yang berbeda dari satu bagian otak. Tapi bagaimana dengan seseorang yang buta sejak lahir dan tidak pernah melihat warna? Apakah otak orang buta memproses konsep warna secara berbeda dari orang yang bisa melihat? Nah, berikut ini ada sebuah studi terbaru yang bisa menjelaskannya.

1. Studi yang diterbitkan pada 2018 dan dilakukan oleh Universitas Harvard

Bagaimana Tunanetra Mengenal Warna? Begini Penjelasan Ahlicimec.unitn.it

Penelitian tersebut ditulis oleh Universitas Harvard, Alfonso Caramazza dan diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada bulan Desember 2018, yang bukan saja menentukan bagaimana orang buta menilai atau berpikir mengenai warna. Namun juga menjelaskan mengenai pemahaman ilmu pengetahuan tentang bagaimana otak memproses berbagai jenis informasi.

2. Penelitian ini melibatkan konsep konkret dan abstrak di pikiran manusia

Bagaimana Tunanetra Mengenal Warna? Begini Penjelasan Ahlidreamstime.com

Dalam penelitian sebelumnya, para ilmuwan telah memindai otak beberapa orang ketika mereka memikirkan konsep yang konkret dan abstrak. Para peneliti menemukan bahwa keduanya mengaktifkan banyak bagian otak yang berbeda, dengan pusat bahasa yang aktif sebagai respon terhadap kata-kata abstrak, dan pusat indranya mengaktifkan dengan konsep yang konkret. Namun, ada satu bagian otak yang bekerja lebih berat, yakni anterior temporal lobe (lobus temporal anterior) kiri, atau ATL (jika kamu mengepalkan tangan dengan tangan kanan untuk mewakili sisi kiri otak, area ini akan berada di sekitar ibu jari kamu).

3. Cara mengaktifkan Anterior Temporal Lobe (ATL) pada manusia

Bagaimana Tunanetra Mengenal Warna? Begini Penjelasan Ahlikids.frontiersin.org

Namun seperti yang sudah dijelaskan, dunia bukan saja terbentuk dari konsep konkret yang dapat kita rasakan dan konsep abstrak yang tidak bisa kita rasakan. Bagaimana jika sesuatu yang bisa kamu lihat tetapi tidak bisa kamu sentuh, seperti "warna"? Atau hal-hal yang tidak dapat kamu rasakan dengan inderamu tetapi masih bisa memicu emosional, seperti "cinta"?

Cara terbaik untuk mengetahui bagian anterior temporal lobe (ATL) mana yang diaktifkan sebagai respon terhadap masing-masing konsep ini adalah dengan menghapus variabel, seperti indera penglihatan dan melihat bagaimana otak merespon secara berbeda.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Siswa Tunanetra di Banyuwangi Ikut UNBK

4. Peneliti melibatkan orang yang bisa melihat dan orang yang sudah buta sejak lahir

Bagaimana Tunanetra Mengenal Warna? Begini Penjelasan Ahlibostonreview.net

Para peneliti meminta 14 orang yang bisa melihat secara normal dan 12 orang yang buta sejak lahir dalam penelitian ini untuk dilakukan pemindai otak, kemudian peneliti membacakan kata-kata kepada mereka. Beberapa dari kata-kata itu bersifat konkret, benda sehari-hari, seperti "bola" dan beberapa konsep abstrak, non-indera seperti "kebebasan" serta beberapa konsep yang hanya bisa dipahami secara visual, seperti warna "pelangi" dan warna "merah."

5. Peserta yang berbeda itu memproses konsep konkret dan abstrak di wilayah otak yang sama

Bagaimana Tunanetra Mengenal Warna? Begini Penjelasan Ahlicordis.europa.eu

Ternyata didapati hasil bahwa peserta tunanetra dan orang yang bisa melihat memproses konsep konkret dan abstrak di wilayah otak yang sama (konsep konkret mengaktifkan ATL medial, konsep abstrak murni mengaktifkan ATL dorsolateral), namun terdapat perbedaan dikonsep visual murni. Orang-orang yang bisa melihat memproses konsep seperti warna "merah" di anterior ATL, sementara orang buta memprosesnya dalam ATL dorsolateral, yang merupakan masih bagian yang sama dari otak di mana mereka memproses konsep abstrak murni.

Peneliti dapat menyimpulkan bahwa pada orang buta kongenital, respon saraf untuk warna merah berada di area yang sama dengan respon saraf bagi orang yang bisa melihat. Keabstrakan sesuatu seperti warna merah pada orang buta itu sama. Dan bagi yang bisa melihat, dalam kedua kasus itu didapati pada bagian otak di mana informasi diperoleh melalui proses linguistik.

6. Walaupun tunanetra memahami warna sebagai konsep abstrak, namun mereka memiliki urutan spektral terkait warna

Bagaimana Tunanetra Mengenal Warna? Begini Penjelasan Ahlihuffingtonpost.com

Dan yang tidak bisa ditentukan oleh penelitian itu adalah bagaimana orang buta menganggap warna sebagai sebuah konsep, dan menurut Caramazza, masalah itu masih dipahami oleh para filsuf. Studi menunjukkan bahwa orang yang terlahir buta sebenarnya sangat cerdas mendeskripsikan warna, mereka bahkan dapat mengatur warna dalam urutan spektral mereka, seperti ungu di sebelah biru dan merah di samping oranye, dll. Orang buta memahami warna sebagai konsep abstrak namun bukan berarti mereka tidak memahaminya, lho.

7. Orang yang terlahir buta memiliki pengalaman terkait warna

Bagaimana Tunanetra Mengenal Warna? Begini Penjelasan Ahliediweekly.com

Orang yang buta sejak lahir ternyata memiliki pengalaman terkait warna yang berbeda dari kebanyakan orang yang bisa melihat, dan tentunya mereka tahu apa itu warna merah, misalnya.

Studi ini menekankan bahwa setiap orang yang memandang dunia dengan cara yang sedikit berbeda, mereka bisa kok mendapatkan pemahaman yang serupa, yang sama seperti yang kebanyakan orang rasakan, hanya saja caranya yang berbeda.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Para Tunanetra Membumikan Alquran Braille

Amelia Solekha Photo Community Writer Amelia Solekha

Killing my time with arts, literature, phraseology, visualization, and manipulate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Just For You