Comscore Tracker

Indiana Jones, Film yang Menyelipkan Sejarah dan Kisah Nyata

Banyak adegan dan benda yang terinspirasi dari dunia nyata

Siapa yang tidak tahu Indiana Jones. Dia adalah karakter ikonis Amerika, yang berjiwa petualangan dan memiliki pengetahuan yang luas dengan kisah yang dibumbui imperialis. Indiana Jones adalah film petualangan klasik. Kita juga tidak asing kalau film Indiana Jones diwarnai dengan artefak kuno - ditambah lagi keberadaan dan fungsi peradaban yang sebenarnya.

Di sisi lain, Steven Spielberg dan George Lucas melakukan riset keakuratan sejarah untuk film ini. Salah satunya Tengkorak Kristal yang memiliki kesamaan dengan realitas sejarah. Baca terus poin-poinnya dan cari tahu semua hal yang sebagian besar benar di film klasik ini. 

1. Tengkorak kristal dalam Indiana Jones itu nyata dan memiliki nilai sejarah

https://www.youtube.com/embed/nEbF9lu0ET8

Banyak yang kurang puas dengan Indiana Jones keempat, yakni Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull. Meskipun begitu, film ini berlatar di tahun 1950-an, mengisahkan Indiana Jones melawan agen Soviet untuk memperebutkan tengkorak kristal kuno. Setelah mengejar benda-benda yang bermakna secara historis dan spiritual seperti Tabut Perjanjian atau Cawan Suci di film-film sebelumnya, banyak yang mengira bahwa tengkorak kristal hanyalah fiksi.

Ternyata, tengkorak kristal itu nyata, meskipun para ilmuwan dan sejarawan masih belum tahu asal usulnya. Seperti yang dilansir National Geographic, beberapa tengkorak kristal diyakini berumur ribuan tahun. Banyak sejarawan percaya bahwa beberapa tengkorak kristal di museum di seluruh dunia berasal dari Kekaisaran Aztec - atau bahkan peradaban yang lebih tua.

Namun, ilmuwan mengira bahwa sebagian besar tengkorak dibuat pada abad ke-19 dan dijual kepada turis. Menurut Gizmodo, tengkorak kristal yang digunakan dalam film itu sangat akurat, tengkorak itu memang salinan tengkorak yang dicuri dari Belize bertahun-tahun lalu.

2. Nazi sangat antusias dengan arkeologi 

https://www.youtube.com/embed/7BsgACPTOYE

Film Indiana Jones mengisahkan Nazi di Jerman yang sangat antusias dengan arkeologi. Reich Ketiga digambarkan rela mengeluarkan banyak uang dan tenaga untuk penggalian arkeologi. Ternyata, itu memang benar adanya. Sebagaimana dicatat oleh sejarawan Bettina Arnold, Nazi sangat percaya tentang gagasan arkeologi dari kelompok etnis dan budaya tertentu. Bagi mereka, arkeologi dapat mendukung argumen mereka bahwa ras Jerman adalah keturunan dari ras "Nordik" murni yang secara historis menempati sebagian besar wilayah di Eropa. Klaim itu yang membuat Hitler menyerang wilayah-wilayah berdasarkan teori-teori ini. 

Arnold mencatat bahwa upaya ini dipimpin oleh tokoh besar Nazi Heinrich Himmler, padahal ia tidak memiliki pengalaman ilmiah dan sangat percaya pada okultisme. Baginya, arkeologi adalah cara untuk membuktikan bahwa peradaban "Jerman" sudah ada jauh sebelum budaya lain. Seperti yang ditunjukkan oleh How Stuff Works, Hitler juga mengirim tim arkeolog ke negara-negara yang dia taklukkan untuk membuktikan bahwa Jerman sudah lama tinggal di sana. Jadi ya, Nazi sangat ahli dalam bidang arkeologi dan memelihara anjing-anjing besar untuk tujuan jahat, seperti yang diperlihatkan dalam film-film Indiana Jones.

3. Seperti di film Raiders of the Lost Ark, Nazi sangat percaya dengan okultisme

https://www.youtube.com/embed/I6fNWvuGMmI

Dalam film Raiders of the Lost Ark, digambarkan bahwa Nazi suka memburu artefak aneh dan berbagai item okultisme yang mereka yakini bisa memberi kekuatan super. Seperti yang dilansir The Washington Post, kisah itu benar, Nazi memang meyakini hal-hal aneh dan tidak masuk akal. Nazi meyakini bahwa Jerman adalah keturunan dari orang-orang Atlantis, manusia serigala melindungi orang Jerman yang baik dari vampir Slavia, dan bahwa Setan adalah pahlawan sebenarnya dari Alkitab.

Nazi, di bawah kepemimpinan Hitler, sangat fokus untuk mencari artefak legendaris seperti Holy Grail dan Tabut Perjanjian. Seperti yang dilaporkan The Daily Beast, Hitler terobsesi untuk mendapatkan artefak ini. Ketika perang berbalik melawan rezim Nazi dan keadaan menjadi tak terkendali di Berlin, Hitler yakin bahwa kemenangannya hanya bisa diraih jika ia mendapatkan beberapa benda suci, seperti Grail atau Tombak Takdir. Jadi sebenarnya tidak terlalu aneh jika film Indiana Jones mengisahkan Nazi yang berlomba untuk mencuri berbagai ikon agama.

4. Thuggee di Indiana Jones ada di dunia nyata

https://www.youtube.com/embed/10Bt95Gosjc

Di Indiana Jones and Temple of Doom, Indiana Jones menemukan kultus Thuggee yang menculik anak-anak. Pemimpin kultus melakukan ritual pengorbanan dengan mengambil jantung dari banyak orang untuk kekuatan supernatural. Namun, hal itu tidak dibuat-buat. Seperti yang dijelaskan oleh penulis Mike Dash, Thuggees adalah kelompok nyata yang ada di India pada abad ke-19.

Seperti yang dilaporkan oleh NPR, Thuggees sebenarnya kelompok pencuri dan pembunuh yang terorganisir bukan kelompok kultus agama. Mereka menggunakan tipu daya dan pesona untuk menarik para pelancong pada saat Inggris menguasai India, lalu menunggu sampai malam dan mencekik mereka sebelum akhirnya merampas harta benda mereka. 

Seperti yang dicatat The Guardian, kejahatan Thuggee menginspirasi banyak cerita gila. Thuggees menjadi kultus super kuat yang dilindungi oleh raja setempat. Namun, ketika Inggris membawa seorang pria bernama William Sleeman untuk memusnahkan Thuggee, dia menggunakan kekerasan, bukan kekuatan sihir atau okultisme. Pada saat Indiana Jones tiba di India, para Thuggees sudah lama dihancurkan setelah Sleeman diberantas.

Baca Juga: 9 Penjelasan Logis di Balik Peristiwa Misterius dalam Sejarah 

5. Penggalian Tanis yang akurat dalam kisah nyata

https://www.youtube.com/embed/9eT4r5j3yxo

Dalam Raiders of the Lost Ark, Indiana Jones mengikuti petunjuk penggalian arkeologi di kota Tanis, Mesir kuno. Nazi sudah berada di sana selama berbulan-bulan, mencari lokasi Tabut Perjanjian, tetapi hanya Indy yang memiliki petunjuk tentang tempat persembunyiannya. Penggaliannya sangat besar, mempekerjakan ratusan pekerja setempat dan berton-ton peralatan Nazi.

Semuanya benar. Pertama, Tanis adalah tempat yang nyata. Dalam film tersebut, tempat itu menghilang setelah diterjang dahsyatnya badai pasir. Menurut National Geographic, di dunia nyata, Tanis terletak di anak Sungai Nil yang memiliki sumber daya alam dan letak geografis yang strategis - tetapi aliran sungai bergeser, daerah itu tertimbun lumpur dan menjadi gurun, dan perlahan-lahan Tanis ditinggalkan. Selama berabad-abad kota itu dilupakan, membuatnya tampak seperti kota yang "menghilang". 

Menurut Chicago Tribune, penggalian besar-besaran yang digambarkan dalam film, persis seperti penggalian besar di dunia nyata. Seperti yang dicatat oleh arkeolog William Parkinson, penggalian Tanis dalam film tersebut terlihat sangat mirip dengan penggalian yang dilakukan oleh seorang pria bernama Henry Field di Irak pada saat itu.

6. Indiana Jones dalam kehidupan nyata

https://www.youtube.com/embed/FromDF3pRJs

National Geographic melaporkan bahwa arkeologi menjadi minat banyak orang akibat karakter Indiana Jones. Namun Indiana Jones bukan saja tokoh fiksi, lho. Nyatanya, dia sangat mirip dengan seorang arkeolog di dunia nyata, yakni pria bernama Roy Chapman Andrews. Lahir pada tahun 1884, menurut Adventure Journal, Chapman pindah ke New York setelah lulus dari sekolah menengah atas dan bekerja di American Museum of Natural History.

Tak lama kemudian, dia bekerja di lapangan. Chapman menceritakan bahwa dia hampir mati dalam pekerjaannya, diantaranya tenggelam saat terjadi angin topan, diserang oleh paus, anjing liar, beberapa ular berbisa (dan satu ular piton), jatuh dari tebing, dan bahaya umum lainnya seputar arkeologi. Kisahnya membuktikan bahwa ia mirip dengan karakter Indiana Jones. 

7. Arkeolog barat mencuri artefak dari negara lain seperti karakter Indiana Jones

https://www.youtube.com/embed/hoTxiRWrvp8

Sebagian besar film Indiana Jones mengisahkan petualangan yang menyenangkan. Namun banyak yang berubah sejak Raiders of the Lost Ark yang dirilis pada tahun 1981. Ironisnya, salah satu aspek arkeologi yang cukup akurat dalam film tersebut justru menjadi aspek yang paling kontroversial. Seperti yang dijelaskan The Washington Post, dalam film, Indiana Jones mencuri harta tak ternilai dari negara-negara miskin dan berkembang.

Seperti yang dilansir dari Vice, faktanya, arkeolog Barat selalu mencuri harta karun berharga dari wilayah miskin dan berkembang. Itulah sebabnya museum di London dan New York dipenuhi dengan harta karun dari Mesir, Yunani, dan Amerika Selatan. Aspek film ini menjadi semakin kontroversial. Indiana Jones tidak dianggap sebagai pahlawan arkeologi - dia justru dianggap sebagai seorang penjarah. Karena negara-negara seperti Yunani terus menuntut pengembalian artefak sejarah mereka.

8. Persaudaraan Pedang Salib terinspirasi dari Ksatria Templar 

https://www.youtube.com/embed/btOd3Gxj10M

Jika Steven Spielberg dan George Lucas mengakhiri perjalanan mereka dengan film Indiana Jones and the Last Crusade, mereka dianggap telah menciptakan trilogi film petualangan penuh aksi yang nyaris sempurna. Film ini mengisahkan Indy yang berpetualang untuk menemukan Holy Grail. Dalam perjalanannya, Indy bertemu dengan anggota Persaudaraan Pedang Salib, sekelompok ksatria kuno yang bertugas untuk melindungi dan menjaga kerahasiaan lokasi cawan itu. 

Persaudaraan Pedang Salib sebenarnya tidak ada - tetapi mereka didasarkan pada ksatria kuno yang dulu pernah ada: Ksatria Templar. Menurut History.com, Ksatria Templar didirikan pada awal abad ke-12. Ksatria Templar bertugas untuk melindungi peziarah Kristen yang bepergian ke Tanah Suci. Seiring kontribusi mereka, Paus menganugerahkan banyak hak istimewa kepada mereka, salah satunya pembebasan pajak. Dilansir dari catatan CNN, mereka juga dikabarkan menjadi penjaga Holy Grail.

Ksatria Templar kehilangan reputasinya saat pasukan Kristen kehilangan Tanah Suci. Karena hak pembebasan pajak, mereka akhirnya menjadi buruan, dan pada awal abad ke-14, mereka ditindas secara kejam oleh Raja Prancis setelah menolak memberikan pinjaman kepadanya.

9. Pesawat tempur yang terinspirasi pada pesawat sungguhan

Indiana Jones, Film yang Menyelipkan Sejarah dan Kisah Nyatawarthunder.com

Salah satu adegan paling terkenal dalam serial film Indiana Jones yaitu saat Indy bertarung dengan unit tentara Jerman, di mana pesawat tempur BV-38 berada di sisi mereka. Faktanya, tidak ada pesawat seperti itu di dunia nyata. BV-38 dibuat hanya untuk film tersebut - tetapi seperti yang dilansir oleh Majalah Air & Space, desain BV-38 diambil dari pesawat eksperimental dalam dunia nyata yang dikerjakan oleh Luftwaffe Jerman selama Perang Dunia II. 

Sayap pesawat juga terinspirasi oleh Horten Ho 229. Dirancang pada tahun 1943, desainnya yang ringkas membuatnya memiliki kecepatan dan kemampuan manuver yang luar biasa, dan Third Reich menyumbangkan setengah juta Reich Marks untuk proyek tersebut. Namun proyek itu bermasalah, dan tidak pernah diproduksi. Ide umum di balik pesawat ini juga dikejar oleh Sekutu - Amerika Serikat bahkan memiliki Vought V-173, yang dikenal sebagai Flying Pancake.

10. Chachapoya pernah ada dalam sejarah

Indiana Jones, Film yang Menyelipkan Sejarah dan Kisah Nyataancient-origins.net

Salah satu momen paling ikonik di keempat film Indiana Jones adalah urutan pembukaan Raiders of The Lost Ark. Indiana Jones mencuri  Fertility Idol dari sebuah makam kuno dan dikejar memasuki hutan oleh suku Chachapoya. Kebanyakan orang berasumsi bahwa suku Chachapoya yang digambarkan dalam film tersebut dan patung emas (Fertility Idol) hanya fiksi. Mereka sebenarnya nyata. Fertility Idol (Golden Idol), diciptakan untuk film tersebut - meskipun The Washington Post mencatat bahwa benda itu didasarkan pada Idol Aztec asli yang menggambarkan dewi Tlazolteotl. 

Suku yang mengejar Indy juga sebenarnya ada, meski sudah lama sekali. Sebagaimana dicatat oleh Archaeology Magazine, suku Chachapoya tinggal di daerah Peru modern dari awal abad ke-9 sampai mereka dibinasakan oleh suku Inca pada akhir abad ke-15. Seperti yang dicatat Indy, naskah tersebut secara eksplisit menggambarkan sebuah suku yang dikenal sebagai Hovitos sebagai keturunan langsung dari suku Chachapoya. Tentu saja, Hovitos yang digambarkan dalam film tidak ada di dunia nyata, karena Chachapoya sudah dimusnahkan. 

11. Pasar gelap barang antik di Indiana Jones itu nyata

https://www.youtube.com/embed/rtbUbX0SySU

Adegan di mana Indiana Jones bertemu dengan gangster Lao Che untuk menjual artefak tak ternilai di Indiana Jones and Temple of Doom,  mungkin tampak mustahil di tahun 1935. Nyatanya, penjualan artefak ditahun itu sangat banyak, lho. Menurut arkeolog William Parkinson, hal ini biasa terjadi pada tahun 1930-an. Dan seperti yang dijelaskan The Conversation, praktik ini sudah sangat umum dalam waktu yang sangat lama - dan berlanjut hingga hari ini.

Faktanya, perdagangan barang antik ilegal itu umum, hampir semua negara memiliki penegak hukum untuk masalah ini, termasuk FBI dan Polisi Metropolitan Inggris, yang memiliki divisi yang didedikasikan untuk menghentikan penjualan artefak di pasar gelap. Menurut CNN, unit Kekayaan Budaya, Seni, dan Purbakala dari Departemen Keamanan Dalam Negeri menemukan artefak senilai 250 juta US dolar. Seperti yang dicatat oleh Vice, kelompok teroris ISIS juga menghasilkan jutaan dolar dengan menjual barang antik yang mereka rampas.

Jadi, sudah tahu kan kalau sebagian adegan, cerita, benda, tempat, dan lain sebagainya dalam film Indiana Jones ada dalam dunia nyata dan sejarah. 

Baca Juga: Saat Jembatan Tali ala Indiana Jones Menjelma Jadi Jembatan Gantung 

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Killing my time with arts, literature, phraseology, visualization, and manipulate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya