TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Peristiwa Penting yang Mengakhiri Perang Dunia II

Salah satunya memicu kemerdekaan Indonesia

ilustrasi Perang Dunia II (pixabay.com/janeb13)

Dunia pada abad ke-20 menjadi saksi dua perang dunia. Namun, Perang Dunia II (PD2) dianggap yang paling besar dan "berdarah" dari semua perang dalam sejarah kemanusiaan. Bagaimana tidak, sekitar 70 - 85 juta jiwa (3 persen penduduk Eropa) melayang karena PD2, 6 juta di antaranya adalah kaum Yahudi.

Dimulai dari invasi Jerman ke Polandia pada 1939, PD2 antara kubu Sekutu (dipimpin oleh Uni Soviet, Amerika Serikat/AS, dan Britania Raya) dan Blok Poros (Jerman, Italia dan Jepang) menghabiskan waktu selama 6 tahun. Nazi Jerman terus menggunakan serangan kilat (blitzkrieg) untuk menduduki sebagian besar benua Eropa hingga perairan menuju Britania Raya.

Jepang kemudian menyerang AS dengan membombardir Pearl Harbor. Saat AS memutuskan untuk bergabung, Sekutu berhasil membalikkan keadaan dan membasmi Blok Poros hingga akarnya. Jika kamu bertanya-tanya apa sajakah peristiwa yang menjadi akhir PD2 pada 1945, inilah peristiwa-peristiwa tersebut.

1. Perang Front Timur & Front Barat: Awal kejatuhan Nazi dan Benito Mussolini

nationalww2museum.org

Selama 3 tahun pertama PD2, Blok Poros berhasil menduduki sebagian besar benua Eropa. Namun, pada 1942, pertempuran Stalingrad yang memakan waktu 1 tahun dan dua juta korban malah menjadi awal kejatuhan Blok Poros.

Tentara Merah Uni Soviet kemudian bergerak dari Front Timur, sementara Sekutu berhasil menduduki Sisilia dan wilayah Italia Selatan, sehingga menyebabkan jatuhnya pemerintahan diktator fasis Benito Mussolini pada 1943 sebelum dibunuh rakyat Italia pada 28 April 1945.

Lalu, Sekutu membuka medan pertempuran Front Barat dengan operasi Invasi Normandia (D-Day) mulai Juni 1944. Hasilnya terlihat pada Agustus 1944 saat ibukota Prancis dan Belgia, Paris dan Brussel, berhasil direbut dari Blok Poros hanya dalam jeda waktu dua minggu.

Baca Juga: Ditakuti Musuh, 6 Senjata Paling Mematikan di Perang Dunia II

2. Pertempuran Ardennes dan Serangan Vistula - Oder: Asa terakhir Nazi mempertahankan Blok Poros di Eropa

nationalww2museum.org

Saat tentara Uni Soviet bergerak menyisir ke barat dan Sekutu menyisir ke timur, posisi Nazi Jerman terjepit antara dua front. Sebagai perlawanan terakhir, Pemimpin Nazi, Adolf Hitler melancarkan serangan balasan di wilayah hutan Ardennes, Wallonia, perbatasan antara Prancis, Luksemburg, dan Belgia, pada Desember 1944 - Januari 1945.

Di tengah musim dingin, Nazi berhasil menekan Sekutu dengan blitzkrieg selama 6 minggu, namun tak berhasil memecah pertahanannya. AS mencatat pertempuran Ardennes sebagai yang terparah sepanjang PD2 dengan mengorbankan hampir 20 ribu tentara.

Di sisi lain, Uni Soviet melanjutkan serangan musim dingin terhadap Nazi dari Vistula ke Sungai Oder (69 km dari Berlin) dengan merebut wilayah Polandia pada Januari - Februari 1945. Sekadar catatan, Berlin saat itu tidak dijaga, membuka peluang bagi Uni Soviet untuk menyerang dan membuka Pertempuran Berlin dari April - Mei 1945.

3. Pertempuran Berlin: Nazi menyerah dengan Adolf Hitler bunuh diri

businessinsider.com

Setelah selesai mengebom Dresden dan kota Jerman pada pertengahan Februari 1945, AS dan Britania Raya menyusul Uni Soviet ke Berlin, sambil membebaskan tahanan di kamp-kamp konsentrasi. Putus asa, akhirnya Adolf Hitler memutuskan untuk bunuh diri pada 30 April 1945 bersama istrinya, Eva Braun.

Penerus Hitler, Laksamana Agung Karl Dönitz, memutuskan Jerman mengibarkan bendera putih dan memerintahkan Jenderal Alfred Jodl menandatangani instrumen penyerahan diri Jerman di Reims, Prancis pada 7 Mei 1945. Namun, pemimpin Uni Soviet, Joseph Stalin, menolak perjanjian tersebut dan menginginkan prosedur yang sama dilakukan pada 8 Mei di Berlin yang diduduki Uni Soviet, jatuh pada 9 Mei di Rusia.

Oleh karena itu, Hari Kemenangan Eropa (VE Day)dirayakan di Eropa pada 7 Mei, sedangkan negara-negara bekas Uni Soviet dan Israel merayakannya pada 9 Mei.

4. Hiroshima - Nagasaki: Saat AS membalaskan dendam Pearl Harbor kepada Jepang

wikipedia.org

Italia sudah, Jerman sudah, PD2 tinggal menyisakan Perang Pasifik yang melibatkan Jepang. Sejak menang di Pertempuran Midway pada 1942, AS mulai menekan pengaruh Jepang pada PD2 di Iwo Jima dan Okinawa dari Februari hingga Juli 1945. Semua dimulai saat Jepang menolak tuntutan Sekutu untuk menyerah tanpa syarat.

Lewat Proyek Manhattan, AS berhasil menguji bom atom di New Mexico pada Juli 1945. Presiden AS ke-33, Harry S. Truman, memutuskan untuk menjatuhkan bom atom tersebut untuk mengakhiri PD2 dengan cepat. Terlebih lagi, Jepang mengacuhkan Deklarasi Potsdam pada 26 Juli 1945.

Jadi, pada 6 Agustus 1945, AS menjatuhkan bom uranium Little Boy di Hiroshima, meratakan kota tersebut dan membunuh lebih dari 90 ribu penduduk bersamanya (belum termasuk yang terkena radiasi). Tiga hari kemudian, Jepang menerima bom plutonium Fat Man di Nagasaki yang membunuh sekitar 80 ribu jiwa (termasuk yang terkena radiasi).

Baca Juga: Legendaris! 6 Penemuan dari Perang Dunia I Ini Dipakai hingga Kini

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya