TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Fakta Penting Gamofobia, Ketakutan Berlebihan Terhadap Pernikahan

Jika diabaikan bisa makin tak terkendali

Ilustrasi pria dan perempuan (pexels.com/Pixabay)

Fobia adalah ketakutan berlebihan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak berbahaya atau hanya menimbulkan sedikit bahaya, namun tetap membuat penderitanya menjadi cemas cemas. Ada banyak jenis fobia, salah satunya adalah gamofobia, yang merupakan ketakutan akan komitmen atau pernikahan.

Seperti kita ketahui, mayoritas orang memilih untuk menjalani komitmen dalam pernikahan. Tetapi, bagi orang dengan gamofobia, mereka bisa mengalami serangan panik hanya karena memikirkan tentang pernikahan, meskipun kadang mereka menganggap penting komitmen menikah.

Untuk tahu informasi lebih jauh seputar gamofobia, simak penjelasan berikut yang dirangkum dari laman Healthline dan Health Grades.

1. Mengenal gamofobia

unsplash.com/Ernest Brillo

Banyak orang merasa takut jika membahas tentang pernikahan atau komitmen dengan orang lain. Meskipun begitu, sebagian besar orang bisa melewati keraguan mereka dalam situasi yang tepat. Tapi, gamofobia adalah kasus yang berbeda. "Gamos" adalah bahasa Yunani untuk pernikahan dan "fobia" berarti ketakutan, sehingga gamofobia berarti ketakutan akan pernikahan atau ketakutan akan komitmen, yang lebih dari sekadar keengganan.

Gamofobia termasuk dalam kategori fobia sederhana, yang memiliki fokus tertentu, sehingga disebut juga fobia spesifik. Gamofobia menyebabkan ketakutan yang terus-menerus, berlebihan, dan tidak masuk akal terhadap pernikahan atau komitmen. Individu dengan gamofobia dapat mengalami serangan panik yang tidak terkendali saat memikirkan pernikahan atau komitmen.

Baca Juga: 5 Fakta Ablutophobia, Fobia Takut Mandi dan Membersihkan Diri

2. Penyebab gamofobia

pexels.com/Pixabay

Fobia spesifik, seperti gamofobia dapat berkembang di awal kehidupan. Fobia ini mungkin terjadi karena campuran beberapa hal dan bukan penyebab tunggal. Misalnya saja, merupakan respons belajar dari mengamati orangtua atau kerabat dekat lainnya.

Rasa takut pada komitmen dapat muncul dari trauma tertentu, seperti menyaksikan hubungan orangtua yang tidak harmonis atau perceraian. Bisa juga karena individu tersebut dibesarkan dengan keyakinan bahwa hubungan atau konflik perkawinan tidak dapat diselesaikan.

Gamofobia dapat muncul dari pengalaman hubungan sebelumnya yang tidak berhasil atau takut akan kegagalan jika kamu berkomitmen pada satu orang. Seseorang bahkan bisa memiliki kecenderungan genetik terhadap kecemasan.

3. Gejala gamofobia

pexels.com/Rafael Barros

Gamofobia memiliki gejala fisik dan psikologis. Reaksi fisik yang dirasakan individu dengan gamofobia bisa sangat nyata. Respons tubuh terhadap bahaya atau ketakutan dipicu oleh adrenalin, yaitu hormon yang bertanggung jawab atas mode lawan-atau-lari. Ini bertanggung jawab atas gejala fisik gamofobia seperti:

  • Dada sesak, napas cepat, atau sesak napas;
  • Pusing atau pingsan;
  • Detak jantung cepat;
  • Mual dan berkeringat;
  • Gemetar.

Gamofobia juga memiliki gejala psikologis yang meliputi:

  • Rasa bersalah atau malu karena takut akan pernikahan atau komitmen;
  • Ketakutan atau kepanikan yang intens jika memikirkan tentang pernikahan atau komitmen;
  • Tidak dapat mengendalikan rasa takut akan pernikahan atau komitmen;
  • Merasa takut dan khawatir yang berlebihan jika pemikiran tentang pernikahan atau komitmen.

4. Bagaimana menangani gamofobia

pexels.com/Ivan Oboleninov

Setelah kamu menyadari bahwa kamu mengidap gamifobia, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menumbuhkan keinginan kuat untuk berubah.

Jika kamu sedang menjalin hubungan, jujurlah sepenuhnya pada pasanganmu untuk menghindari kesalahpahaman. Beri tahu dia tentang dirimu dan kamu sedang berusaha untuk menghadapinya.

Kamu juga perlu menjelajahi alasan di balik ketakutanmu. Apakah peristiwa masa lalu yang memengaruhi kebahagiaanmu saat ini, pengalaman orang lain, atau apa.

Pikirkan juga tentang apa yang kamu inginkan dan butuhkan dalam suatu hubungan. Kamu mungkin akan menyadari bahwa komitmen jangka panjang sebenarnya adalah hal yang kamu inginkan.

Baca Juga: Bukan Takut Biasa! Inilah 8 Fobia yang Dialami oleh Banyak Orang

Verified Writer

Eka Ami

https://mycollection.shop/allaboutshopee0101

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya