TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Hewan Unik yang Hidup di Gurun Sahara, Ada Hewan Berbahaya!

Memiliki adaptasi yang unik dan luar biasa

potret rubah fennec (unsplash.com/Zetong Li)

Siapa yang tak tahu dengan Gurun Sahara? Gurun yang terletak di Benua Afrika ini merupakan padang pasir terluas di dunia. Dengan luasnya yang mencapai 9,4 juta km kubik, Gurun Sahara melintasi 10 negara, yaitu Aljazair, Chad, Libya, Mali, Mesir, Maroko, Sudan, Tunisia, dan Niger.

Meskipun tampak gersang dan tergolong wilayah ekstrem, Gurun Sahara adalah habitat bagi beragam spesies hewan. Dilansir WWF, diperkirakan terdapat sekitar 70 jenis mamalia, 90 jenis burung, 100 jenis reptile, dan sejumlah artropoda yang menghuni gurun ini. Dari hewan-hewan tersebut, ada beberapa hewan yang tergolong unik, baik dari kemampuan maupun penampilannya. Apa saja hewan-hewan tersebut?

1. Burung sekretaris

Burung sekretaris (pexels.com/Vishva Patel)

Burung sekretaris atau Sagittarius serpentarius merupakan salah satu hewan unik yang dapat ditemui di Gurun Sahara. Burung ini dapat dikenali dari kakinya yang panjang, jambul yang terdiri dari 20 bulu hitam di belakang kepalanya, serta bulu tubuhnya yang berwarna abu-abu keputihan dengan dua bulu ekor panjang berujung hitam. Burung ini bahkan tampak seperti mengenakan celana pendek karena bulu berwarna hitam pada bagian atas kakinya yang panjang.

Dilansir National Geographic, burung sekretaris dinamai demikian karena penampilannya yang mirip sekretaris pengacara pada abad ke-19. Warna bulunya mengingatkan pada sosok sekretaris yang biasanya memakai jas abu-abu dan celana hitam selutut. Selain itu, jambul pada burung ini tampak seperti sedang menyisipkan pena di balik telinga, seperti yang dilakukan oleh seorang sekretaris.

Burung sekretaris merupakan jenis burung predator. Burung ini merupakan salah satu dari dua jenis burung—selain burung caracaras—yang berburu di darat, bukan di udara. Adapun mangsa utamanya adalah ular. Hal ini sesuai dengan nama ilmiahnya yang berarti “sang pemanah ular”. Setelah menangkap ular, burung sekretaris akan membunuhnya dengan mengentakkan atau memukul ular ke tanah, bahkan terkadang menjatuhkannya dari ketinggian.

2. Ular tanduk gurun

Ular tanduk gurun merupakan salah satu hewan unik yang ditemukan di Gurun Sahara. (pexels.com/Pixabay)

Ular tanduk gurun atau ular viper bertanduk (Cerastes ceraster) merupakan salah satu hewan endemik di wilayah bagian utara Afrika, termasuk Gurun Sahara. Ular ini memiliki dimorfisme seksual yang mencolok, dengan spesies jantan memiliki ukuran kepala dan mata yang lebih besar dibandingkan betina. Salah satu ciri khas yang dapat diamati pada ular tanduk gurun adalah adanya tonjolan seperti tanduk pada setiap matanya, seperti dilansir Basel Zoo.

Sama seperti ular viper lainnya, ular tanduk gurun termasuk jenis ular yang berbisa. Ular ini mulai aktif dari senja hingga malam hari. Warna tubuhnya yang menyerupai warna pasir memungkinkan mereka untuk berkamuflase di lingkungan gurun.

Baca Juga: Bukan Hanya Manusia, Hewan-Hewan Ini pun Jago Bertani

3. Semut perak sahara

Semut perak sahara merupakan salah satu serangga yang hidup di Gurun Sahara. (commons.wikimedia.org/Bjørn Christian Tørrissen )

Di tengah ekstremnya Gurun Sahara, beberapa jenis serangga mampu bertahan hidup di sana. Salah satunya adalah semut perak sahara atau Cataglyphis bombycine. Spesies semut ini dikenal karena kemampuan bertahan hidupnya yang unik.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Experimental Biology, semut ini dapat menempuh jarak 855 mm per detik atau 3,1 per jam. Jarak tersebut 100 kali lebih panjang dibandingkan panjang tubuhnya. Oleh karena itu, semut perak sahara lantas dinobatkan sebagai semut tercepat di dunia. Selain itu, semut ini diketahui hanya beraktivitas di luar sarang selama 10 menit per hari. Ini adalah bentuk adaptasi mereka untuk menghindari ancaman predator serta mengantisipasi paparan lama suhu ekstrem di Gurun Sahara.

4. Kalajengking deathstalker

Kalajengking deathstalker, salah satu hewan berbahaya yang hidup di Gurun Sahara. (pexels.com/Annalise Tingler)

Gurun Sahara ternyata dihuni oleh beberapa hewan yang berbahaya. Salah satunya adalah kalajengking deathstalker atau Leiurus quinquestriatus yang dikenal sebagai salah satu kalajengking berbahaya di dunia. Kalajengking jenis ini memiliki bisa neurotoksin dengan dosis letal yang rendah. Hanya saja, bisa tersebut secara normal tidak dapat membunuh orang dewasa. Namun, anak-anak dan orang tua memiliki risiko yang lebih tinggi. Kabar baiknya, antibisa kalajengking deathstalker telah tersedia untuk membantu korban sengatan bisanya.

Meskipun tampak berbahaya, bisa kalajengking deathstalker ternyata memiliki manfaat di bidang kesehatan, seperti dilansir Discover Magazine. Salah satu substansi kimia dari bisa tersebut yang cukup menarik perhatian adalah chlorotoxin. Saat ini, penelitian terkait chlorotoxin terus dilakukan karena dianggap memiliki potensi dalam pengobatan dan terapi kanker, terutama glioblastoma.

Baca Juga: 5 Hewan Beracun yang Hidup di Gurun Sahara, Hati-hati!

Verified Writer

Gilang Rama W.

Tertarik dengan sepak bola, hiburan, sains, serta isu sosial dan lingkungan.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya