TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Dampak bila Motor Diperbolehkan Memasuki Jalan Tol, Bisa Bahaya!

Ada banyak risiko yang tidak boleh disepelekan

ilustrasi jalan tol (pexels.com/@pixabay)

Jalan tol merupakan salah satu dar sarana publik yang digunakan sebagai jalur bebas hambatan. Ciri utama tol yang membedakannya dari jenis jalan lain adalah peraturan yang tidak memperbolehkan motor untuk turut berkendara di dalamnya. Sehingga memang secara umum hanya mobil saja yang boleh masuk.

Hal ini membuat pengendara motor pun jadi menggunakan rute biasa yang bahkan memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan menggunakan jalur tol. Namun, hal ini juga didasari karena alasan yang jelas. Jika sampai motor diperbolehkan masuk ke jalan tol, justru beberapa dampak berikut ini bisa saja terjadi.

1. Risiko kecelakaan yang tinggi

ilustrasi kecelakaan mobil (unsplash.com/@michaeljinphoto)

Aspek utama yang sebetulnya menjadi latar belakang dari pelarangan sepeda motor di jalan tol adalah karena risiko kecelakaan yang tinggi. Jelas saja, karena saat menggunakan jalan tol, maka kecepatannya bisa di atas rata-rata. Sehingga risiko terjadi kecelakaan juga akan sangat besar.

Melansir Nada Guides, perbandingan kecelakaan motor dan mobil sangatlah berbeda. Penggunaan sepeda motor memiliki kemungkinan 80 persen untuk terjadi kecelakaan, sementara mobil sekitar 20 persen. Sehingga dari perbandingan tersebut jelas memperlihatkan risiko berbahaya apabila motor sampai diperbolehkan memasuki area tol.

Baca Juga: Wajib Perhatikan 7 Hal Ini saat Berkendara di Jalan Tol Fungsional

2. Kemacetan tidak akan selesai-selesai

ilustrasi kemacetan (unsplash.com/@itzshunnn)

Salah satu fungsi dari jalan tol tentu saja sebagai upaya untuk menghindari kemacetan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Hal ini semakin didukung dalam beberapa kali momen liburan atau mudik yang bisa berpotensi meningkatkan risiko kemacetan dimana-mana.

Mengutip On The Road Trends, sebetulnya penyebab dari kemacetan adalah ketidaksabaran pengemudi dan juga ketidakpatuhan dalam menjaga jarak aman. Dengan membayangkan jika motor masuk ke dalam salah satu kendaraan di jalan tol, maka solusi kemacetan pun jelas tidak akan selesai-selesai dan justru bisa bertambah parah.

3. Proses berkendara jadi sulit tertib

ilustrasi jalan tol (pexels.com/Robert So)

Secara umum, memang motor dan mobil dijadikan kendaraan favorit dalam menempuh perjalanan antar kota atau provinsi. Meskipun terkadang waktu yang dihabiskan bisa lebih lama. Namun, biasanya kemudahan akses dan faktor biaya menjadi penyebab dari banyak orang lebih memilih menggunakan motor atau mobil.

Sejatinya, entah motor atau pun mobil jelas sama-sama memiliki instruksi yang serupa dalam urusan berkendara di jalanan, seperti dilansir My Licence. Meski demikian, kadang kala karakter pengemudi yang berbeda, sehingga apabila memaksakan motor untuk masuk ke jalan tol, maka proses berkendara jadi terasa sulit tertib.

4. Pembagian rute jadi tidak merata

ilustrasi rambu lalu lintas (pexels.com/photoMIX Company)

Secara umum ada banyak sekali rute yang dapat dipilih untuk pergi ke suatu tempat atau daerah. Biasanya rute ini akan dipertimbangkan berdasarkan jaraknya atau bahkan kemacetan yang mungkin terjadi di daerah tersebut.

Dalam beberapa momen khusus seperti libur panjang atau momen mudik, maka pembagian rute akan dilakukan. Biasanya mobil bisa menggunakan akses tol, sementara motor akan menggunakan rute lainnya. Namun, jika motor diperbolehkan masuk ke jalan tol, maka dapat dibayangkan betapa tidak meratanya pembagian rute yang mungkin terjadi di sana.

Baca Juga: Cara Menjaga Jarak Aman di Jalan Tol, Bisa Mencegah Kecelakaan

Verified Writer

Salsabila Manlan

Jangan bosan menebarkan ilmu baru pada sesama!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya