Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Kiamat Suhu Panas? Para Ilmuwan Peringati Bahayanya!
ilustrasi cuaca panas (unsplash.com/Immo Wegmann)
  • Suhu global mencapai rekor tertinggi sejak pencatatan dimulai, sementara gelombang panas makin ekstrem di berbagai wilayah dan memicu gangguan aktivitas, infrastruktur, serta korban jiwa.
  • Panas ekstrem memperburuk risiko heatstroke, kebakaran hutan, kekeringan, krisis air, banjir, dan badai; kelompok rentan serta pekerja lapangan menghadapi dampak paling besar.
  • Suhu bola basah sekitar 36°C dapat menghambat tubuh mendinginkan diri hingga berisiko fatal; persiapan mencakup air, makanan, obat, rumah sejuk, dan pemantauan warga rentan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tidak bisa diabaikan. Sebab, hampir di mana pun kamu tinggal di planet Bumi, suhunya semakin ekstrem setiap tahunnya. Gelombang panas yang menyengat akan semakin memburuk seiring terjadinya perubahan iklim yang memaksa umat manusia untuk bertahan hidup di dunia yang semakin keras. Suhu panas itu pun akan semakin panas mulai sekarang. Jadi, bagaimana kita tahu jika dan kapan umat manusia memasuki "kiamat suhu panas"?

Menurut NASA, suhu global saat ini menjadi yang tertinggi dalam sejarah, atau setidaknya sejak tahun 1880, ketika para ilmuwan mulai mencatat data cuaca. Namun, masalahnya bukan hanya panas, tetapi suhu tinggi dapat menyebabkan berbagai macam keadaan darurat lain yang memperparah masalah.

BBC melaporkan bahwa untuk pertama kalinya, pada Juli 2022, peringatan panas ekstrem merah dikeluarkan untuk sebagian besar warga Inggris. Di Inggris Raya, suhu tidak pernah melonjak lebih tinggi dari 38 derajat celcius. Nah, peringatan panas ekstrem merah tersebut ngasih tahu penduduk Inggris bahwa suhu panas bisa mencapai rekor tertinggi baru yaitu 41 derajat celcius. Belum lama ini, suhu ekstrem di Eropa kembali pecahkan rekor terpanasnya. Sebab, gelombang panas ekstrem yang dipicu fenomena heat dome melanda Eropa pada akhir Juni 2026, memecahkan rekor suhu tertinggi di berbagai wilayah. Fenomena ini bukan hanya terjadi di Eropa. Sebab, suhu terus meningkat di seluruh dunia.

1. Suhu panas ekstrem mengganggu aktivitas banyak orang dan sebabkan kematian

seorang laki-laki menyemprot air ke wajah saat gelombang panas (commons.wikimedia.org/Instant Vantage)

Seperti yang dikutip Mongabay, para ilmuwan memperingatkan bahwa suhu tinggi akan semakin mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Hal ini tentunya memengaruhi banyak orang, yang harus mengubah kebiasaan mereka untuk menyesuaikan diri dengan cuaca ekstrem. Nah, gelombang panas ini akan memengaruhi bangunan, jalan, dan infrastruktur lainnya.

Pada gelombang panas pertengahan 2026, transportasi umum di Inggris Raya terpaksa ditutup. Adapun, suhu panas ekstrem tersebut membuat rel kereta memuai dan melengkung serta menyebabkan kabel listrik atas (overhead wires) kendur. Akibatnya, dua insiden kereta tergelincir (derailment) sempat terjadi akibat deformasi rel ini.

Di Perancis, panggilan medis darurat meningkat hingga 50 persen di beberapa kota. Di London, jumlah panggilan darurat yang mengancam jiwa memecahkan rekor tertinggi dalam satu hari. Di Spanyol, diperkirakan lebih dari 300 orang meninggal dunia akibat heatstroke hanya dalam beberapa hari saja, seperti yang dilaporkan WHO.

Tak hanya itu, aspal jalanan di Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat meleleh. Suhu panas ekstrem ini benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya. Banyak warga Eropa yang kaget dengan cuaca buruk ini.

2. Suhu panas ekstrem ini bisa membuat kebakaran sulit padam dan memengaruhi kesehatan manusia

kebakaran hutan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (commons.wikimedia.org/MWul)

Menurut penelitian yang ditulis oleh Rebecca Cole, dkk., berjudul "Projections of Heat Related Mortality Under Combined Climate and Socioeconomic Adaptation Scenarios for England and Wales" (2025), dalam jurnal PLOS Climate, diperkirakan bahwa angka kematian akibat gelombang panas dapat meningkat lebih dari lima puluh kali lipat dalam 50 tahun karena pemanasan iklim di Inggris dan Wales. Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, rumah-rumah di Eropa tidak dibangun untuk menahan suhu yang sangat ekstrem. Jadi, warga Eropa akan sulit untuk melindungi diri dari gelombang panas yang brutal ini.

Di sisi lain, gelombang panas membuat kebakaran hutan semakin membara. Kebakaran hutan ini melanda kawasan Ores di wilayah Cinco Villas, provinsi Zaragoza, Spanyol timur laut pada pertengahan Juli 2026, yang menghanguskan lebih dari 12.000 hektar lahan. Kebakaran hutan juga melanda Yunani, Portugal, Prancis, Spanyol, dan Italia selama gelombang panas Eropa yang memecahkan rekor pada musim panas 2026 ini.

Dan pada saat yang sama, suhu melonjak antara 43 derajat celcius hingga 46 derajat celcius. Sangat panas sehingga peringatan panas dikeluarkan, bahkan orang yang sehat sekalipun bisa jatuh sakit atau meninggal karena heatstroke. Di Indonesia sendiri, BMKG memperingatkan bahwa fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) di samudra sekitar Indonesia berdampak pada berkurangnya curah hujan. Hal ini yang membuat Indonesia sangat panas dan beberapa wilayah di Indonesia mengalami kekeringan serta krisis air bersih.

Yap, panas hanyalah segelintir hambatan yang dihadapi manusia. Sebab, ada juga banjir, badai, kebakaran, dan angin topan yang diperparah oleh suhu ekstrem. Siapa yang bisa melupakan kebakaran hutan hebat di Kalimantan pada 2026, yang bahkan sampai artikel ini ditulis pun (sekitar 2 bulan kebakaran) belum kunjung padam? Asap kebakaran ini pun berdampak pada kesehatan warga Kalimantan hingga negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

3. Berapakah suhu bola basah yang normal bagi manusia?

ilustrasi heatstroke (pixabay.com/Mohamed Hassan)

Saat ini, Eropa tidak hanya mengalami suhu tinggi tetapi juga kebakaran hutan besar-besaran yang menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi dari rumah mereka. Dilansir The Guardian, mereka yang harus pindah karena dampak perubahan iklim disebut pengungsi perubahan iklim. Sebuah segmen populasi yang terus bertambah.

Kiamat suhu panas bisa diukur dengan dampak suhu bola basah. Pengukuran bola basah dilakukan dengan metode penentuan suhu udara yang memperhitungkan efek pendinginan dari penguapan air, menggunakan Termometer Bola Basah dan Bola Kering yang sensornya dibungkus kain atau sumbu basah. Jika kamu pernah berjalan-jalan di tempat yang lengket dan sangat lembap, kamu tahu kalau kelembapan punya peran besar dalam tingkat kenyamanan seseorang. Jadi, jika suhu bola basah naik di atas suhu tubuh manusia, atau sekitar 36 derajat celcius, dan keringat tidak keluar, orang tersebut bisa meninggal karena tidak mampu mendinginkan tubuh. Adapun, para ilmuwan tahu bahwa suhu bola basah akan terus meningkat dan akan mengakibatkan jumlah kematian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

4. Kiamat suhu panas sudah terjadi

ilustrasi gelombang panas (pixabay.com/Silence_Compass)

Gedung Putih juga memperingatkan kelompok masyarakat mana yang akan sangat terpengaruh oleh panas ekstrem. Komunitas yang kurang beruntung dengan sumber daya yang lebih sedikit untuk mengatasi panas akan terdampak, begitu pula anak-anak yang sekolahnya tidak ber-AC dan jutaan pekerja yang bekerja di lapangan. Seperti yang telah ditunjukkan beberapa tahun terakhir, tampaknya suhu di planet Bumi tidak akan turun dalam waktu dekat.

Kiamat suhu panas sudah tiba, dan saat ini sedang melanda Inggris Raya dengan hebat. The Guardian melaporkan bahwa seorang ahli meteorologi Prancis bernama François Gourand menyatakan kiamat suhu panas pernah terjadi di Prancis barat daya pada 18 Juli 2022. Meskipun belum ada definisi resmi tentang "kiamat suhu panas," kondisi cuaca lima alarm yang saat ini dihadapi umat manusia tidak terbayangkan beberapa dekade yang lalu. Pada tahun 2022, para petani di Prancis harus menghadapi embun beku yang memengaruhi tanaman mereka, kemudian gelombang panas yang memecahkan rekor, lalu kekeringan yang diikuti oleh hujan es dan hujan lebat, dan diakhiri dengan kekeringan lainnya. Yap, semua ini terjadi hanya dalam satu tahun.

5. Manusia tidak siap menghadapi kiamat suhu panas

ilustrasi seseorang mengalami heatstroke (pexels.com/Liliana Drew)

Jadi, bagaimana kita bisa mempersiapkan diri menghadapi bencana panas? Menurut Red Cross, hal utama yang penting adalah persediaan air bersih, makanan, dan obat-obatan yang dibutuhkan setidaknya selama dua minggu. Ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika gelombang panas atau cuaca panas ekstrem terjadi. Minumlah banyak air putih, dan usahakan agar rumah kamu tetap sejuk dengan pendingin ruangan. Jangan abai dengan keadaan tetangga kamu, terutama mereka yang rentan dan sendirian (seperti lansia), awasi hewan peliharaan, anak-anak, dan penyandang disabilitas untuk memastikan mereka tidak mengalami heatstroke atau kelelahan akibat panas. Kamu juga harus tahu tanda-tanda masalah terkait panas.

The Washington Post melaporkan bahwa kepala operasional layanan cuaca Inggris, Penny Endersby, mengulangi peringatan suram tersebut, dengan mengatakan, "Gaya hidup dan infrastruktur kita tidak siap menghadapi apa yang akan datang."

Kiamat suhu panas memang terdengar cukup menyeramkan. Bagaimana tidak, dampaknya sangat terasa saat ini. Lebih parahnya lagi, suhu panas ekstrem ini merenggut korban jiwa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article