Gelombang Panas, Kebakaran Hutan Aljazair Tewaskan 12 Orang

- Kebakaran hutan di sejumlah provinsi utara Aljazair menewaskan 12 orang dan melukai 54 lainnya, dengan enam korban dalam kondisi kritis.
- Layanan perlindungan sipil mendeteksi lebih dari 150 titik kebakaran vegetasi; 36 berada di Bejaia, sementara keluarga dekat lokasi api dievakuasi.
- Gelombang panas hingga 48–49 derajat Celsius mengeringkan vegetasi dan mempercepat penyebaran api; otoritas menyelidiki kemungkinan kelalaian atau kesengajaan.
Jakarta, IDN Times - Bencana kebakaran hutan melanda sejumlah provinsi di wilayah utara Aljazair pada Rabu (26/8/2026). Peristiwa yang terjadi di tengah cuaca ekstrem ini memicu dampak serius bagi keselamatan warga lokal di kawasan terdampak.
Otoritas pemerintah bersama tim darurat langsung mengerahkan personel untuk mengendalikan situasi di lapangan. Langkah penanganan difokuskan secara penuh pada upaya evakuasi, perlindungan warga, dan pengamanan permukiman dari ancaman perluasan titik api.
1. Belasan warga meninggal dunia dan puluhan luka-luka
Menteri Dalam Negeri Aljazair, Said Sayoud, mengonfirmasi bahwa 12 orang meninggal dunia akibat kobaran api yang terus meluas. Korban tewas tersebut tersebar di tiga provinsi yang menjadi titik terparah kebakaran.
"Sebanyak lima korban meninggal dunia tercatat di Provinsi Jijel, empat orang di Bejaia, dan tiga lainnya di Tizi Ouzou," kata Sayoud dalam siaran televisi nasional, dilansir Arab News.
Selain korban jiwa, musibah ini mengakibatkan 54 warga mengalami luka bakar. Enam di antaranya kritis dan kini dirawat di ruang perawatan intensif. Sayoud turut mendatangi Rumah Sakit Souk El Tenine di Bejaia guna memantau langsung perawatan medis bagi para penyintas.
2. Ratusan titik api terdeteksi mengancam kawasan pesisir
Layanan perlindungan sipil Aljazair melaporkan telah mengidentifikasi lebih dari 150 lokasi kebakaran vegetasi yang tersebar di berbagai daerah. Provinsi Bejaia menjadi wilayah dengan temuan titik api aktif paling banyak dibandingkan daerah lainnya.
"Petugas mencatat ada lebih dari 150 titik kebakaran, dengan 36 lokasi di antaranya terpusat di wilayah Provinsi Bejaia," ujar perwakilan layanan perlindungan sipil Aljazair.
Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil mengendalikan 18 titik api di Bejaia setelah memobilisasi armada secara intensif. Sejumlah keluarga yang bermukim di dekat lokasi terpaksa dievakuasi ke tempat aman. Tim penyelamat juga terus bersiaga untuk mencegah rambatan api ke kawasan pesisir yang tergolong padat penduduk.
3. Gelombang panas ekstrem perburuk kondisi kebakaran
Musibah tahun ini diperparah oleh gelombang panas yang sedang melanda kawasan Afrika Utara. Fenomena kubah panas telah memicu lonjakan suhu udara secara drastis hingga menyentuh angka 48 dan 49 derajat Celsius.
Cuaca terik yang mengeringkan vegetasi membuat kobaran api menyebar sangat cepat, sehingga menyulitkan proses pemadaman di lapangan. Selain faktor alam, otoritas keamanan juga tengah mendalami kemungkinan adanya pemicu lain dari bencana musiman ini.
"Kami masih menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian manusia atau kesengajaan di balik rentetan kebakaran ini," kata pihak berwenang setempat.
Pemerintah turut mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi ancaman kebakaran lanjutan.




















