Apa Itu Vinil Klorida dan Seberapa Bahaya bagi Tubuh Manusia?

Dikutip CNN US, pada 3 Februari 2023, kereta api Norfolk Southern yang membawa lebih dari 100 gerbong barang dan berbagai macam produk termasuk bahan kimia, tergelincir di timur laut Ohio dekat perbatasan negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat. Tragedi itu bikin panik. Masalahnya, ada 50 gerbong yang tergelincir dan terbakar, serta 20 gerbong di antaranya diklasifikasikan mengangkut bahan kimia berbahaya. Tim penanganan lapangan mencari tahu apakah bahan-bahan berbahaya itu berisiko terbakar dan asapnya menyebarkan bahan kimia beracun ke udara.
Nah, karena sangat berisiko, pejabat dari 68 lembaga pemerintah dari berbagai negara bagian Amerika Serikat menanggapi kejadian tersebut. Para pejabat khawatir tentang keberadaan vinil klorida yang berada di antara gerbong yang tergelincir itu. Pasalnya, beberapa di antaranya terpapar api. Tidak lama kemudian, pejabat kota tersebut mendesak untuk dilakukan evakuasi terhadap semua penduduk di daerah sekitar East Palestine, Ohio.
Meskipun kasus kecelakaan vinil klorida memang jarang terjadi, tapi respons darurat tentu saja diperlukan, nih. Bencana serupa juga pernah terjadi di Paulsboro, New Jersey. Dikutip Popular Mechanics, sebuah kereta barang tergelincir, menumpahkan tangki berisi vinil klorida. Akibatnya, puluhan warga dilarikan ke rumah sakit. Kemudian, pada tahun 2018, kebocoran vinil klorida di sebuah pabrik di Tiongkok yang memproduksi PVC menewaskan 23 pekerjanya.
Nah, dari kasus-kasus tersebut, kita bisa menilai bahwa vinil klorida adalah zat kimia berbahaya. Apa, sih, vinil klorida itu? Seberapa bahayanya bagi tubuh manusia? Mari kita cari tahu!
1. Apa itu vinil klorida?

Menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, pada suhu ruangan, vinil klorida adalah gas tak berwarna. Namun, pada suhu yang lebih rendah, vinil klorida biasanya disimpan dalam bentuk cairan. Zat kimia ini paling sering digunakan untuk membuat polivinil klorida, atau yang lebih dikenal sebagai PVC.
PVC sendiri adalah resin plastik keras yang digunakan untuk membuat berbagai macam produk konsumen, seperti peralatan kamar mandi, bahan kemasan, karpet, pipa, plastik pembungkus, serta pelapis kawat dan kabel. Vinil klorida, yang juga disebut monomer vinil klorida (VCM) atau kloroetena, tidak terjadi secara alami dan harus diproduksi secara industri untuk penggunaan komersial. Adapun, Amerika Serikat dan Tiongkok adalah dua produsen vinil klorida terbesar di dunia, seperti yang dikuti AP News.
2. Apa yang terjadi pada tubuh manusia jika terpapar vinil klorida?

Nah, karena vinil klorida sangat mudah terbakar, zat ini dapat berubah menjadi zat berbahaya. Sebab, zat ini beracun dan karsinogenik. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), paparan gas ini dapat menyebabkan kantuk, pusing, dan sakit kepala jika terhirup. Paparan yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan hati. Pada kadar paparan yang sangat tinggi, vinil klorida dapat menyebabkan masalah pernapasan, kehilangan kesadaran, serta iritasi paru-paru dan ginjal. Selain itu, dapat mengakibatkan keguguran dan cacat lahir pada janin dalam kandungan. Bahkan dapat menyebabkan kematian bagi manusia.
Menurut National Cancer Institute, paparan vinil klorida juga dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah kanker. Daftar tersebut mencakup angiosarkoma hepatik, bentuk kanker hati yang langka; karsinoma hepatoseluler, kanker hati primer; limfoma; leukemia; serta kanker otak dan paru-paru. Namun, lembaga tersebut mencatat bahwa PVC bukanlah karsinogen yang diketahui atau diduga menyebabkan risiko tersebut.
3. Bagaimana seseorang bisa terpapar vinil klorida?

Meskipun paparan vinil klorida dalam jumlah berbahaya jarang terjadi, tapi bukan berarti hal ini tidak bisa terjadi. Pekerja di pabrik tempat diproduksinya vinil klorida atau digunakan memiliki risiko tertinggi, mengingat jumlah vinil klorida yang tersedia sangat banyak. Paparan tersebut kemungkinan besar terjadi melalui inhalasi.
Nah, masyarakat umum sendiri bisa terpapar vinil klorida jika menghirup udara yang terkontaminasi. Menurut Institut Kesehatan Nasional (NLM), kadar vinil klorida tertinggi di lingkungan ditemukan di udara sekitar pabrik yang memproduksi produk vinil klorida. Jika pasokan air terkontaminasi, vinil klorida bisa menyebar ke udara lewat air yang digunakan untuk mandi, memasak, atau mencuci pakaian. Di samping itu, beberapa tes uji coba mampu mendeteksi paparan vinil klorida, tergantung pada seberapa baru dan tingkat paparannya.
4. Jauhi area yang terkontaminasi vinil klorida jika tidak ingin terpapar

Seseorang yang memiliki masalah paru-paru atau pernapasan berisiko lebih tinggi, nih, seperti asma, emfisema, dan PPOK. Nah, mengingat tidak adanya pengobatan untuk keracunan vinil klorida, dokter biasanya akan mengobati gejalanya saja, tergantung pada seberapa parah tingkat keracunan tersebut. Jadi, apa yang harus kamu lakukan jika kamu merasa berisiko terpapar vinil klorida? Siapa pun yang terpapar vinil klorida dalam kadar tinggi, atau berpotensi terpapar, harus segera meninggalkan sumber paparan tersebut.
Namun, jika vinil klorida terbakar, penting banget untuk mengevakuasi area tersebut. Pasalnya, zat ini sangat berbahaya bahkan bisa mengancam nyawa. Sebab, risiko yang ditimbulkannya memengaruhi sistem pernapasan manusia.
Selain itu, karena vinil klorida bisa mengontaminasi lewat sumber air, kamu bisa memasang filter karbon aktif. Alat karbon aktif ini bisa menyerap molekul seperti vinil klorida, klorin, pestisida, dan bau tak sedap, lho. Yap, setidaknya untuk meminimalisir.
Nah, karena hampir semua vinil klorida diproduksi untuk pembuatan PVC, kamu juga harus membatasi penggunaan produk PVC. Satu lagi, jauhi asap rokok, ya. Ternyata asap rokok mengandung vinil klorida, nih.
Setiap zat kimia yang tidak ditemukan di alam, biasanya di produksi oleh manusia dalam bentuk zat kimia sintetis. Jadi tidak heran kalau paparannya sangat berbahaya. Tetap waspada, ya!



















