Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
salamander
salamander (commons.wikimedia.org/Riley Stanton)

Intinya sih...

  • Apakah di Indonesia ada salamander? Tidak ada satupun spesies salamander yang hidup dan berasal dari Indonesia. Penyebaran salamander umumnya mencakup wilayah bumi bagian utara yang dingin dan bersuhu subtropis.

  • Habitat salamander: Salamander hidup di dua alam, daratan dan perairan. Kulitnya harus selalu basah agar tidak kekeringan, dehidrasi, dan akhirnya mati. Habitat utama salamander adalah pinggir sungai, danau, hingga rawa.

  • Jenis amfibi di Indonesia: Ada tiga jenis amfibi yang hidup di Indonesia, yaitu katak, kodok, dan caecilia. Populasi mereka terus menurun dan menjadi hewan terancam.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tak bisa dipungkiri kalau Indonesia memiliki keberagaman spesies hewan yang luar biasa. Saking beragamnya Indonesia menyandang gelar sebagai salah satu negara dengan biodiversitas paling kaya di seluruh dunia. Salah satu hewan yang sering ditemukan di Indonesia adalah amfibi. Amfibi kerap ditemukan di area lembap, seperti sungai, danau, rawa, hingga kolam.

Di negara lain terdapat satu jenis amfibi yang cukup menarik, yaitu salamander. Ia sangat mirip dengan kadal, badannya ramping, memanjang, mengalami proses metamorfosis, tapi kulitnya tetap lembap. Nah, di antara banyak hewan di nusantara, apakah di Indonesia ada salamander? Yuk, simak pembahasan berikut untuk menjawab pertanyaan tersebut!

1. Apakah di Indonesia ada salamander?

salamander (commons.wikimedia.org/Riley Stanton)

Jika melihat penyebarannya, tidak ada satupun spesies salamander yang hidup dan berasal dari Indonesia. Dilansir Live Science, umumnya penyebaran salamander mencakup wilayah bumi bagian utara yang dingin dan bersuhu subtropis. Eropa, Eurasia, Amerika Utara, dan Asia Timur merupakan wilayah penyebaran utama salamander. Namun, beberapa spesies juga bisa ditemukan di Amerika Selatan.

Secara umum penyebaran salamander terpusat Eropa dan Amerika Utara. Tercatat, di dua daerah tersebut terdapat lebih dari satu spesies salamander, bahkan mencapai puluhan spesies. Sementara itu daerah lain hanya memiliki satu atau dua spesies saja. Informasi tersebut membuktikan bahwa distribusi dan biodiversitas salamander tidak terlalu merata.

2. Habitat salamander

salamander (commons.wikimedia.org/Bouke ten Cate)

Salamander merupakan amfibi yang hidup di dua alam, yaitu daratan dan perairan. Karena itu, laman Britannica menjelaskan kalau salamander sangat bergantung pada habitat yang lembap dan berair. Secara umum kulit salamander juga harus selalu basah agar ia tidak kekeringan, dehindrasi, dan akhirnya mati. Alhasil salamander sangat suka tinggal di pinggir sungai, danau, hingga rawa.

Pegunungan dan dataran tinggi juga menjadi salah satu habitat utama salamander. Di banyak kesempatan, spesies berukuran kecil juga kerap bersembunyi di semak-semak, sela-sela batu, lubang, atau tumpukan kayu. Tak jarang ada juga spesies akuatik yang secara penuh hidup di dalam air dan tak pernah naik ke daratan. Bahkan, Proteus anguinus atau olm jadi salah satu dari sedikitnya salamander yang hidup di gua.

3. Jenis amfibi yang ada di Indonesia

salamander (commons.wikimedia.org/Riley Stanton)

Walau tidak menjadi habitat bagi salamander, tapi kekayaan spesies amfibi di Indonesia tak bisa diremehkan, lho. Mengacu pada daftar spesies amfibi Indonesia yang diterbitkan oleh Mongabay, setidaknya terdapat 300 spesies amfibi yang hidup di Tanah Air. Ada tiga jenis amfibi yang hidup di Indonesia, yaitu katak, kodok, dan caecilia. Sayangnya tak sedikit dari mereka yang populasinya terus menurun dan menjadi hewan terancam. Ada yang masuk ke kategori endangered (terancam), vulnerable (rentan), hingga critically endangered (sangat terancam).

4. Hewan mirip salamander di Indonesia

salamander (commons.wikimedia.org/Petar Milošević)

Terdapat satu jenis hewan mirip dengan salamander di Indonesia, yaitu kadal. Saking miripnya, bahkan tak sedikit orang yang tidak bisa membedakan kedua hewan tersebut. Untungnya, ada beberapa hal yang membedakan keduanya, seperti ciri fisik, bentuk tubuh, kebiasaan, taksonomi, reproduksi, hingga pertumbuhannya.

Dilansir WildDNA, kadal punya cakar sementara salamander tidak. Salamander mengalami proses metamorfosis sementara kadal tidak. Secara taksonomi, salamander adalah amfibi sementara kadal merupakan reptil. Kadal juga memiliki lubang telinga sementara salamander tidak memilikinya. Saat matahari bersinar terang kadal akan berjemur. Di sisi lain salamander tidak melakukan hal tersebut.

Kamu tak udah bingung jika ditanya, "Apakah di Indonesia ada salamander?" Cukup jawab kalau salamander tidak ada di Indonesia. Misal ada yang mengaku melihat salamander, besar kemungkinan ia hanya salah identifikasi dan hanya melihat kadal. Lebih lanjut, pemahaman terkait hewan asli Indonesia sangat penting karena membuatmu makin paham soal kekayaan alam di Tanah Air.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team