- Anoreksia dan lesu sering menjadi tanda awal penyakit ini
- Sebagian besar katak mengalami pengelupasan kulit yang berlebihan, yang tampak buram dan berwarna abu-putih atau cokelat muda.
- Postur dan perilaku abnormal. Katak mungkin duduk dengan kaki belakang terentang, terhuyung-huyung atau menunjukkan kesulitan bergerak atau melarikan diri, atau bahkan mungkin mengalami kejang.
- Kulit mengalami ulserasi dan tubuh mungkin membengkak.
- Berudu mungkin menunjukkan bagian mulut yang abnormal.
- Kematian mendadak.
Mengenal Penyakit Chytridiomycosis dan Dampaknya pada Amfibi

- Chytridiomycosis adalah penyakit menular pada amfibi yang disebabkan oleh jamur Batrachochytrium dendrobatidis (Bd).
- Penyakit ini telah menyebabkan penurunan populasi dan kepunahan yang signifikan di antara populasi amfibi di seluruh dunia.
- Jamur ini menyebar melalui zoospora, yang dapat ditularkan melalui tanah atau air yang terinfeksi dan mungkin melalui kontak langsung antar amfibi.
Dalam beberapa dekade terakhir, amfibi menjadi salah satu kelompok hewan yang paling cepat mengalami penurunan populasi di seluruh dunia. Katak, salamander, dan sesilia yang dulu mudah ditemukan di berbagai habitat kini semakin jarang terlihat, bahkan di lingkungan yang tampak masih alami. Perubahan iklim, perusakan habitat, dan polusi memang berperan besar, tetapi ada satu ancaman lain yang sering luput dari perhatian: penyakit mematikan yang menyerang kulit amfibi.
Salah satu penyakit paling berbahaya adalah chytridiomycosis, infeksi jamur yang telah menyebabkan kepunahan massal amfibi di berbagai belahan dunia. Penyakit ini tidak hanya memengaruhi individu, tetapi mampu meruntuhkan populasi dalam waktu singkat. Dampaknya pun tidak berhenti pada amfibi saja, melainkan merembet ke keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. Mari, kita bahas lebih dalam apa itu penyakit chytridiomycosis dan dampaknya pada amfibi!
1. Apa itu chytridiomycosis
Chytridiomycosis adalah penyakit menular pada amfibi yang disebabkan oleh jamur Batrachochytrium dendrobatidis (Bd). Ini adalah penyakit yang sedang berkembang dan berdampak signifikan pada populasi amfibi di seluruh dunia. Penyakit ini telah menyebabkan penurunan atau kepunahan total lebih dari 200 spesies katak dan amfibi lainnya.
Penyakit Chytridiomycosis diketahui menyerang lebih dari 350 spesies amfibi, meskipun paling parah menyerang spesies katak. Namun, penyakit ini tidak memengaruhi semua spesies katak.
Bd menginfeksi lapisan keratin kulit, tempat ia berkembang biak dengan menghasilkan zoospora, yang dilepaskan ke lingkungan. Zoospora dapat hidup selama berminggu-minggu di air tergantung pada suhunya.
2. Bagaimana chytridiomycosis memengaruhi populasi amfibi di seluruh dunia
Chytridiomycosis telah menyebabkan penurunan populasi dan kepunahan yang signifikan di antara populasi amfibi di seluruh dunia. Penyakit ini mengganggu pertukaran gas dan keseimbangan elektrolit, yang menyebabkan henti jantung.
Berasal dari Korea, jamur ini menyebar secara global melalui jaringan perdagangan. Jamur ini menginfeksi lebih dari 500 spesies amfibi dan terdapat di semua benua kecuali Antartika.
Di Panama, infeksi oleh Batrachochytrium dendrobatidis memengaruhi 52 dari 70 spesies amfibi, menyebabkan penurunan kepadatan amfibi sebesar 90 persen. Penurunan populasi katak juga telah memicu penurunan keanekaragaman hayati ular, yang menyoroti implikasi ekologis yang lebih luas.
3. Penyebaran

Jamur ini menyebar melalui zoospora, yang dapat ditularkan melalui tanah atau air yang terinfeksi dan mungkin melalui kontak langsung antar amfibi. Amfibi yang menghabiskan lebih banyak waktu di habitat darat mungkin lebih rentan terhadap infeksi. Bd menyerang lapisan epidermis, kemudian menghambat kemampuan amfibi untuk mengatur suhu tubuh secara efektif, melakukan pertukaran oksigen melalui kulit, dan menghidrasi diri, yang dapat mengakibatkan kematian. Bakteri ini diprediksi dapat menyebar ke belahan bumi utara dengan prevalensi dan intensitas yang lebih besar karena perubahan iklim.
4. Gejala
Tanda-tanda klinis bervariasi menurut spesies, tapi biasanya meliputi:
5. Cara menghentikan penyebaran penyakit
Langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran penyakit ini, meliputi:
- Jaga kebersihan perlengkapan berkebun. Bersihkan sepatu bot dan peralatan berkemah dari tanah dan biarkan kering sepenuhnya sebelum mengunjungi daerah terpencil.
- Cuci dan keringkan kendaraan (termasuk ban) dan peralatan sebelum memasuki jalan tanah di daerah yang dilindungi atau sebagian besar bebas dari gangguan manusia.
- Pikirkan tentang pembuangan air. Saat membuang air dalam jumlah kecil atau besar di lingkungan alami, pastikan kamu membuangnya sejauh mungkin dari anak sungai, sungai, kolam, dan danau. Tempat pembuangan yang kering dan berbatu jauh lebih baik daripada tempat yang lembap dan berlumpur.
- Hindari memindahkan tanaman air, air, tanah, dan hewan antar habitat katak.
Tanpa upaya pencegahan, penelitian, dan konservasi yang berkelanjutan, chytridiomycosis dapat terus menghapus spesies sebelum sempat dipelajari lebih jauh. Melindungi amfibi berarti menjaga stabilitas ekosistem yang juga menopang kehidupan manusia.
Referensi
Commonwealth of Massachusetts. Diakses pada Januari 2026. Chytridiomycosis
Department of Natural Resources and Environment Tasmania. Diakses pada Januari 2026. Frog Disease - Chytrid Fungus
Wisconsin Department of Natural Resources. Diakses pada Januari 2026. Chytrid Fungus (Bd) in Amphibians

















