Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Fakta Ikan Buntal yang Jarang Diketahui Banyak Orang

7 Fakta Ikan Buntal yang Jarang Diketahui Banyak Orang
ilustrasi pufferfish (unsplash.com/Misfit Jones)
  • Ikan buntal dari famili Tetraodontidae memiliki lebih dari 100 spesies di air asin dan tawar, dengan ukuran dari kurang satu inci hingga sekitar empat kaki.
  • Saat terancam, ikan buntal dapat mengembang hingga tiga kali ukuran tubuh dan mengeluarkan tetrodotoksin, racun yang disebut 100 kali lebih beracun daripada sianida.
  • Ikan buntal jantan dapat membuat sarang untuk menarik betina, bergigi yang terus tumbuh, serta diolah menjadi fugu di Jepang oleh koki terlatih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kamu pasti tahu ikan buntal kan? Iya, ikan yang bisa mengembang itu lho. Ikan Buntal termasuk sekian dari puluhan ribu jenis ikan yang bisa kita jumpai di lautan. Ikan ini awalnya mungkin terlihat biasa-biasa saja. Tapi, jangan coba-coba ganggu deh. Bila terancam ikan ini dapat mengembangkan diri dan mengeluarkan racun mematikan lho. 

Duh, jadi penasaran kan fakta tentang ikan buntal ini? Daripada penasaran, simak yuk 7 fakta ikan buntal yang masih belum banyak diketahui.

  1. 1. Ada lebih dari 100 spesies ikan buntal

    ikan buntal terdampar
    ilustrasi ikan buntal (pexels.com/Stockfilm.com)

    Ikan Buntal adalah ikan yang termasuk dalam famili Tetraodontidae. Fakta ikan buntal ini dapat ditemukan di perairan air asin maupun air tawar, seperti samudra Pasifik, laut merah, sungai Mekong dan sungai Amazon. Ciri-ciri ikan ini adalah memiliki tubuh yang panjang dan meruncing, kepala bundar, bibir menonjol dan perut besar.

    Ikan ini tidak memiliki sisik, namun beberapa memiliki duri. Ikan ini memiliki kemampuan mengubah arah saat berenang dan bahkan berenang mundur

  2. 2. Bisa tumbuh hingga mencapai panjang empat kaki

    ikan buntal menggelembung
    ilustrasi ikan buntal (pexels.com/Jeffry S.S.)

    Ikan Buntal terbesar diketahui bisa tumbuh hingga mencapai panjang empat kaki atau sekitar 47 inci. Panjang mereka juga diketahui bisa melebihi bayi buaya. Ikan dengan panjang ini banyak ditemukan di Australia, Jepang dan Afrika.

    Sementara itu, ukuran terkecil ikan ini adalah kurang dari satu inci dan ditemukan di sekitar India Barat Daya. Meskipun ukurannya kerdil, tetapi mereka memiliki kemampuan menonjol yaitu, mereka bisa memilih untuk menjadi jantan atau betina lho.

  3. 3. Memiliki kemampuan menggembungkan diri tiga kali ukuran tubuh jika dalam keadaan terancam

    Ikan buntal saat mengembang
    Ilustrasi ikan buntal saat mengembang (pexels.com/Jeffry Surianto)

    Karena ikan buntal bergerak lambat dan berwarna cerah, ini membuat predator lain bisa dengan mudah memakannya. Untuk mengatasi hal tersebut, ikan buntal akan menggembungkan diri dengan mengambil udara dari perut tiga kali lebih besar dari ukuran tubuhnya dan menonjolkan duri-duri sehingga tidak menjadi santapan predator.

    Inilah mengapa ikan ini disebut ikan buntal atau dalam bahasa Inggrisnya puffer fish, blowfish, baloonfish, globefish atau toadfish.

  4. 4. Salah satu hewan paling beracun di dunia

    ikan buntal kecil menggelembung
    ilustrasi ikan buntal (pexels.com/Jeffry S.S.)

    Ya, fakta ikan buntal selanjutnya yaitu merupakan hewan yang beracun. Ketika dalam keadaan terancam, ikan buntal menggembungkan diri dan melepaskan racun dari kulit yang dikenal sebagai Tetrodotoxin atau TTX, bahan kimia yang 100 kali lebih beracun dari sianida.

    Selain itu, ikan buntal juga dapat mengeluarkan cukup racun dalam hatinya yang mampu menewaskan 30 orang dewasa. Siapa saja yang terkena racun ini dapat mengalami mati rasa, kelumpuhan otot, pusing, gagal jantung, hingga kematian.

    Gak heran, kalau hewan ini disebut sebagai hewan paling beracun kedua di dunia. Wow!

  5. 5. Ikan buntal dapat membangun sarang

    Mekanisme pertahanan ikan buntal adalah menggembungkan tubuh
    Mekanisme pertahanan ikan buntal adalah menggembungkan tubuh (commons.wikimedia.org/Kora27)

    Ikan buntal yang berbintik putih ternyata memiliki kebiasaan unik, yaitu membangun sarang. Ikan buntal jantan membuat sarang di pasir berbentuk bulat dan berdiameter enam kaki.

    Tujuan mereka membuat sarang adalah untuk menarik perhatian ikan betina. Biasanya kalau ikan betina berkesan, mereka akan meletakkan telur mereka dalam sarang tersebut sehingga si jantan dapat membuahinya. 

    Selain itu, ikan buntal jantan yang lain juga membuat sarang dengan tujuan berbeda. Mereka membuat sarang dari sperma mereka demi melindungi diri dari pemangsa. Bau sperma yang busuk membuat pemangsa enggan untuk mendekat. Lucu ya!

  6. 6. Gigi ikan buntal terus mengalami pertumbuhan

    mayat ikan buntal
    ilustrasi blowfish (pixabay.com/Storme Kovacs)

    Ikan buntal sejatinya memiliki empat gigi. Dua di bagian atas dan dua di bagian bawah. Keduanya menyatu sehingga terlihat seperti satu gigi besar sehingga terlihat seperti tikus. Pada faktanya, gigi ikan buntal ini terus mengalami pertumbuhan, sehingga untuk menjaganya tetap pendek, mereka menggunakan gigi mereka untuk membuka kerang, memakan karang atau alga, serta ikan-ikan di dasar lautan.

  7. 7. Ikan buntal merupakan makan lezat di Jepang

    pufferfish
    ilustrasi pufferfish (unsplash.com/Brian Yurasits)

    Meskipun beracun, ikan buntal termasuk salah satu hidangan lezat di Jepang lho. Hidangan yang terbuat dari ikan ini disebut Fugu. Tetapi, hidangan ini hanya boleh dibuat oleh koki-koki terlatih yang memiliki pengalaman kerja bertahun-tahun, karena mereka harus mengeluarkan organ beracun dan memasak ikan ini dengan benar agar tidak meracuni pelanggan. 

    Meskipun termasuk ikan yang punya racun mematikan, ikan buntal tetap bisa dikonsumsi lho. Tapi, tetap diingat bahwa mengelola ikan ini harus memiliki teknik khusus biar tidak menimbulkan kematian.

    Demikian fakta ikan buntal yang jarang diketahui, semoga bermanfaat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More