Referensi
Science ABC. Diakses pada Oktober 2026. How Do Aquatic Animals Navigate Underwater?
Science Alert. Diakses pada Oktober 2026. Fish 'Look Down' When They Swim, And We Finally Know Why
VAIA. Diakses pada Oktober 2026. Underwater Navigation
Woods Hole Oceanographic Institution. Diakses pada Oktober 2026. How Do Fish Find Their Way?
Bagaimana Ikan Mengetahui Arah di Dalam Air?

Ikan menentukan arah dengan menggabungkan banyak indra, termasuk penglihatan, bau, getaran, tekanan air, medan magnet Bumi, dan ingatan lingkungan.
Sistem garis lateral mendeteksi perubahan tekanan serta getaran air, membantu ikan mengenali arus, objek, ikan lain, dan bergerak saat kondisi minim cahaya.
Salmon mencontohkan navigasi bertahap: medan magnet membantu perjalanan jauh di laut, sementara petunjuk kimia air menuntun mereka kembali ke sungai asal untuk berkembang biak.
Saat melihat ikan berenang di akuarium atau di laut, kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana mereka tahu harus berenang ke mana. Di dalam air, terutama di laut yang luas, ikan tidak memiliki jalan, papan petunjuk, atau peta seperti manusia. Namun, mereka tetap bisa mencari makanan, menghindari predator, menemukan tempat berlindung, bahkan kembali ke lokasi tertentu setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh.
Ternyata, ikan memiliki sejumlah kemampuan sensorik yang membantu mereka mengetahui posisi dan arah. Mereka tidak hanya mengandalkan penglihatan, tetapi menggabungkan informasi dari bau, getaran air, medan magnet Bumi, tekanan air, hingga ingatan tentang lingkungan di sekitarnya. Yuk, kita bahas lebih dalam seputar kemampuan ini!
1. Ikan menggunakan banyak indra sekaligus
Kemampuan ikan dalam menentukan arah bukan berasal dari satu "kompas" khusus di dalam tubuhnya. Sebaliknya, berbagai indra bekerja secara bersamaan untuk memberikan gambaran mengenai lingkungan di sekitarnya.
Cara ini membuat ikan bisa tetap bergerak dengan tepat meskipun kondisi lingkungan berubah. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk mencari makanan, menghindari pemangsa, berpindah tempat, atau menemukan lokasi untuk berkembang biak.
Pada perairan yang jernih dan dangkal, penglihatan bisa menjadi petunjuk penting. Sementara itu, di tempat yang gelap atau airnya keruh, ikan bisa lebih mengandalkan sistem sensorik lain.
2. Penglihatan membantu ikan mengenali lingkungan
Sama seperti manusia, beberapa jenis ikan menggunakan penglihatan untuk mengetahui posisi mereka. Mereka dapat mengenali cahaya, bayangan, bentuk objek, hingga benda-benda tertentu di lingkungannya.
Misalnya, di terumbu karang, struktur karang dapat menjadi semacam tanda bagi ikan untuk mengetahui lokasi. Ikan yang sering melewati lingkungan yang sama juga dapat mempelajari hubungan antara berbagai objek di sekitarnya.
Kemampuan ini membuat ikan tidak sekadar berenang secara acak. Mereka bisa memanfaatkan tanda-tanda visual yang sudah dikenali untuk menemukan makanan atau kembali ke tempat berlindung.
3. Sistem garis lateral bisa mendeteksi gerakan air

ilustrasi ikan (unsplash.com/Francesco Ungaro) Salah satu kemampuan paling menarik pada ikan adalah keberadaan sistem garis lateral (lateral line system). Organ sensorik ini berada di sepanjang sisi tubuh ikan dan berfungsi mendeteksi perubahan tekanan serta getaran di dalam air.
Bayangkan ketika kita berada di ruangan gelap dan tidak bisa melihat benda di sekitar. Kita mungkin akan kesulitan mengetahui apakah ada sesuatu yang bergerak di dekat kita. Ikan memiliki keunggulan karena sistem garis lateral dapat memberikan informasi tentang perubahan lingkungan meskipun penglihatannya terbatas.
Melalui sistem ini, ikan dapat merasakan pergerakan ikan lain, arus air, maupun keberadaan objek di dekatnya. Informasi tersebut membantu mereka menjaga jarak dengan ikan lain, berenang dalam kelompok, dan menghindari benda yang menghalangi jalur. Sistem ini juga sangat berguna ketika ikan harus bergerak dalam kondisi minim cahaya.
4. Bau bisa menjadi petunjuk untuk menemukan jalan
Indra penciuman juga berperan dalam navigasi ikan. Beberapa spesies memiliki kemampuan penciuman yang sangat sensitif sehingga dapat mengenali perbedaan zat kimia yang terdapat di dalam air.
Salah satu contoh paling terkenal adalah ikan salmon. Dalam perjalanan hidupnya, salmon dapat menghabiskan waktu di laut sebelum kembali ke sungai tempat ia berasal untuk berkembang biak.
Ketika sudah mendekati wilayah sungai, salmon dapat memanfaatkan petunjuk kimiawi di dalam air untuk membantu menemukan aliran sungai yang tepat. Dengan kata lain, bau bukan hanya membantu ikan menemukan makanan, tetapi juga bisa menjadi semacam "alamat" lingkungan.
5. Medan magnet Bumi bisa menjadi kompas alami
Bagaimana dengan ikan yang harus berenang sangat jauh di laut terbuka ketika hampir tidak ada tanda visual yang bisa digunakan sebagai patokan? Salah satu jawabannya adalah magnetoresepsi, yaitu kemampuan mendeteksi medan magnet Bumi.
Beberapa hewan air diketahui dapat menggunakan informasi mengenai medan magnet Bumi untuk membantu menentukan arah. Kemampuan ini sangat berguna ketika mereka melakukan migrasi jarak jauh.
Pada ikan yang melakukan perjalanan panjang, medan magnet dapat memberikan informasi mengenai posisi dan arah ketika petunjuk visual di lingkungan sekitar sangat terbatas. Karena itu, medan magnet Bumi bisa dianggap sebagai salah satu bagian dari sistem navigasi alami mereka.
6. Ikan juga memiliki ingatan tentang ruang

ilustrasi ikan (pixabay.com/joakant) Ternyata kemampuan navigasi ikan tidak hanya berkaitan dengan indra. Beberapa ikan memiliki kemampuan belajar dan mengingat hubungan antara berbagai objek di lingkungannya.
Mereka dapat mempelajari rute tertentu dan menghubungkan tanda-tanda di lingkungan dengan tujuan tertentu. Misalnya, ikan dapat mengingat lokasi makanan atau tempat berlindung berdasarkan posisi objek di sekitarnya. Kemampuan ini menunjukkan bahwa ikan memiliki kemampuan kognitif yang lebih kompleks daripada sekadar mengikuti arus air.
Beberapa ikan bahkan dapat menggunakan proses yang disebut path integration. Secara sederhana, mekanisme ini memungkinkan hewan memperkirakan jarak dan arah yang sudah ditempuh sehingga dapat membantu menentukan jalan kembali ke lokasi sebelumnya.
7. Salmon punya kemampuan navigasi yang luar biasa
Salmon menjadi salah satu contoh menarik tentang bagaimana beberapa indra dapat bekerja bersama. Ikan ini dapat melakukan perjalanan ribuan kilometer di laut sebelum kembali menuju sungai tempat mereka dilahirkan untuk bertelur. Perjalanan tersebut tidak mungkin hanya mengandalkan satu jenis petunjuk.
Di laut terbuka, informasi mengenai medan magnet Bumi dapat membantu salmon menjaga arah. Ketika sudah mendekati wilayah asalnya, petunjuk kimia dari air sungai menjadi semakin penting untuk membantu menemukan lokasi yang tepat.
Jadi, perjalanan salmon menunjukkan bahwa navigasi pada ikan bisa berlangsung secara bertahap. Petunjuk yang digunakan dapat berubah sesuai dengan lingkungan yang sedang mereka lewati.
Pada akhirnya, ikan tidak berenang tanpa arah di perairan yang luas. Mereka menggunakan kombinasi penglihatan, penciuman, getaran air, pendengaran, tekanan, medan magnet Bumi, serta ingatan terhadap lingkungan untuk menentukan posisi dan arah.Â
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















