Comscore Tracker

5 Fakta tentang Penyu, Reptil Laut yang Eksitensinya Terancam

Keberadaan penyu dalam kondisi rawan!

Penyu adalah kelompok reptil yang bisa ditemukan di semua lautan di dunia, kecuali di wilayah kutub. Telah diketahui ada 7 spesies penyu, 6 spesies diantaranya dalam kondisi rentan. Faktor utama yang menyebabkan berkurangnya populasi penyu yakni perburuan, kehilangan habitat, terjerat jaring nelayan, polusi laut, dan perubahan iklim.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa fakta tentang penyu yang wajib kamu ketahui!

1. Penyu telah hidup di bumi selama jutaan tahun

5 Fakta tentang Penyu, Reptil Laut yang Eksitensinya Terancammassivesci.com

Penyu adalah organisme yang sangat tua, mereka telah hidup di bumi selama lebih dari 110 juta tahun. Penyu tetap bertahan terhadap perubahan iklim yang telah membunuh dinosaurus.

Tubuh penyu bagian atas dilindungi oleh cangkang yang disebut carapace. Tidak seperti kura-kura di darat, penyu tidak bisa menyembunyikan kepala dan kaki mereka ke dalam cangkang. Alasan itu juga yang membuat mereka lebih rentan saat berhadapan dengan predator.

2. Penyu betina kembali ke pantai yang sama untuk bertelur

5 Fakta tentang Penyu, Reptil Laut yang Eksitensinya Terancampsmag.com

Penyu menghabiskan sebagian besar hidupnya di lautan. Betinanya bisa terlihat di pantai hanya selama musim bertelur. Selama musim bertelur, penyu betina akan kembali ke pantai yang sama di mana dia menetas. Dia akan menemukan pantai yanh tepat meski telah pergi selama 30 tahun.

Penyu meletakkan telurnya dalam lubang pasir. Sarang tersebut tidak mudah dikenali karena penyu menutupinya dengan lapisan pasir tambahan. Bergantung pada spesiesnya, tiap sarang penyu biasanya ditemukan 60-200 telur.

3. Jenis kelamin penyu ditentukan oleh suhu telur

5 Fakta tentang Penyu, Reptil Laut yang Eksitensinya Terancamtravelchannel.com

Suhu sangat menentukan jenis kelamin bayi penyu. Betina akan lahir jika suhu telur tinggi dan jantan jika suhu telur rendah.

Penyu muda menetas di malam hari dan mereka memanfaatkan cahaya bulan untuk mencari jalan ke laut. Terlalu banyak cahaya yang ada di pantai bisa mengganggu dan membingungkan penyu muda.

Baca Juga: Konflik Penyu Vs Manusia, Komantab: Penanganan Harus Lebih Serius

4. Penyu adalah perenang handal dan mampu menempuh jarak yang jauh

5 Fakta tentang Penyu, Reptil Laut yang Eksitensinya Terancammagazine.diviac.com

Penyu berjalan dengan lamban di atas pasir karena sirip mereka beradaptasi untuk berenang, bukan berjalan. Mereka adalah perenang handal yang bisa melalui jarak yang jauh. Penyu belimbing bisa berenang sampai 19 ribu km, itu sama dengan jarak Indonesia dengan Oregon, Amerika Serikat.

Penyu tidak punya gigi, tapi mulut mereka beradaptasi terhadap tiap jenis makanan yang biasa mereka makan. Penyu hijau adalah hewan vegetarian yang memakan rumput laut, sementara penyu lain makan kepiting, kerang, ubur-ubur, dan timun laut.

Penyu akan mencengkeram dan memakan plastik yang mengambang di air karena terlihat seperti seekor ubur-ubur, dan hal itu bisa membunuh penyu.

5. Ukuran penyu bergantung pada spesies dan umurnya lumayan panjang

5 Fakta tentang Penyu, Reptil Laut yang Eksitensinya Terancamfocusedcollection.com

Penyu memiliki paru-paru dan bernafas dengan oksigen. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah air, tapi mereka perlu muncul ke permukaan untuk menghirup oksigen.

Ukuran penyu berbeda pada masing-masing spesies. Penyu Kemp's Ridley bobotnya mencapai 35-45 kg, sementara penyu belimbing bobotnya bisa lebih dari 100 kg. Seekor penyu bisa hidup antara 70-80 tahun.

Nah, itu tadi lima fakta tentang penyu, si reptil laut yang wajib kamu ketahui. Keberadaan penyu sedang terancam polusi laut yang disebabkan oleh manusia, tugas kita untuk memperbaikinya.

Baca Juga: Gak Selalu Berjalan Lambat, Ini 7 Fakta Unik Kura-Kura

Bayu Widhayasa Photo Community Writer Bayu Widhayasa

Suka belajar tapi tidak suka makar

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Just For You