Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Benarkah Burung Merupakan Keturunan Dinosaurus? Ciri-Cirinya Sama!
Burung Northern Cardinal (commons.wikimedia/Rhododendrites)
  • Ilmuwan menemukan fosil seperti Archaeopteryx dan dinosaurus berbulu di Tiongkok yang menunjukkan hubungan evolusi kuat antara dinosaurus Theropoda dengan burung modern.
  • Penemuan spesies seperti Sinosauropteryx, Microraptor, dan Yutyrannus memperlihatkan tahapan transisi dari dinosaurus darat menuju makhluk berbulu yang mampu terbang.
  • Burung berhasil bertahan dari kepunahan massal 66 juta tahun lalu berkat ukuran kecil, kemampuan terbang, pola makan fleksibel, serta perilaku bersarang yang mendukung kelangsungan hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahukah kamu bahwa burung yang biasa kita jumpai masih keturunan dinosaurus? Gagasan ini didukung oleh ilmuwan setelah menemukan fosil yang memiliki kriteria seperti reptil dan burung. Mereka menyertakan bukti-bukti kuat, di mana fosil dinosaurus hampir sama dengan struktur tubuh burung, begitupun dengan perilakunya.

Nah, di dalam artikel ini kita akan mengulik lebih dalam bagaimana bisa seekor burung yang menghabiskan hidupnya terbang di udara ternyata merupakan keturunan dinosaurus? Berikut penjelasannya!

1. Penemuan fosil dinosaurus darat dengan ciri-ciri yang sama dengan burung

Burung inca tern (commons.wikimedia/Olaf)

Pada abad ke-19, ilmuwan pertama kali mengusulkan bahwa burung berasal dari dinosaurus setelah penemuan fosil Archaeopteryx pada tahun 1861. Fosil ini memiliki ciri-ciri reptil dan burung, seperti gigi, ekor bertulang panjang, dan bulu, sehingga menjadi bukti kuat tentang spesies transisi. Namun, baru pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, penemuan fosil di Provinsi Liaoning, Tiongkok, mengkonfirmasi bahwa banyak dinosaurus non-burung memiliki bulu, tulang selangka, dan sistem pernapasan seperti burung. 

Analisis filogenetik modern menempatkan burung dalam kland Theropoda, yakni kelompok yang mencakup dinosaurus karnivora terkenal seperti Tryannosaurus Rex dan Velociraptor. Lebih spesifiknya, burung termasuk dalam Sub kelompok Maniraptora, yang memiliki banyak adaptasi kerangka yang sama dengan burung yang biasa terbang dan tidak bisa terbang. Dalam hal ini termasuk tulang berongga, pergelangan tangan yang dapat berputar, dan tulang selangka yang menyatu. 

Dinosaurus yang hidup di darat berevolusi menjadi burung yang bisa terbang melalui perubahan bertahap, seperti tubuh yang semakin kecil, tungkai depan yang memanjang, dan bulu terbang asimetris yang berkembang.

2. Bukti fosil bahwa dinosaurus bertransisi menjadi burung

Burung Maleo Senkawor (commons.wikimedia/Christoph Moning)

Penelitian dinosaurus-burung mendapat terobosan besar dari Formasi Yixian di timur laut Tiongkok. Fosil dari wilayah ini, yang berasal dari awal Cretaxeous (sekitar 125 juta tahun lalu), menunjukkan banyak dinosaurus berbulu, contohnya:

  1. Sinosauropteryx: Salah satu dinosaurus non-unggas pertama yang ditemukan dengan struktur mirip bulu. 

  2. Microraptor: Dinosaurus bersayap empat yang mampu meluncur, menunjukkan bagaimana kemampuan terbang mungkin berevolusi melalui skenario pohon tumbang. 

  3. Anchiornis: Dinosaurus kecil berbulu dengan proporsi anggota tubuh mirip dengan burung purba. 

  4. Yutyrannus: Seekor tyrannosaurus besar dengan bulu seperti filamen, membuktikan bahwa bahkan predator raksasa pun memiliki bulu.

3. Bagaimana burung-burung tetap hidup di tengah kepunahan massal?

Burung Hoatzin (commons.wikimedia/Murray)

Diketahui pada 66 juta tahun lalu, tepatnya saat peristiwa kepunahan Cretaceous-Paleogene memusnahkan sekitar 75 persen spesies di bumi, termasuk semua dinosaurus non-unggas. Tapi, Theropoda kecil berbulu berhasil selamat dan berkembang lebih dari 10.000 spesies burung sekarang. Beberapa faktor kemungkinan berkontribusi pada kelangsungan hidup mereka, antara lain: 

  1. Ukuran tubuh yang kecil: hewan yang lebih kecil membutuhkan lebih sedikit makanan dan dapat bersembunyi dengan mudah. 

  2. Pola makan generalis: Burung yang aktif di awal musim dapat memakan biji-bijian, serangga, dan tumbuhan. 

  3. Kemampuan terbang: Peningkatan mobilitas membantu mereka menghindari bencana dan menemukan habitat baru. 

  4. Perilaku bersarang: Perawatan orang tua meningkatkan tingkat kelangsungan hidup anak. 

Adanya bukti fosil menunjukkan bahwa burung pemakan biji memiliki keunggulan khusus. Setelah dampak asteroid menghalangi sinar matahari dan menyebabkan pendinginan global, hutan berkurang, tetapi biji yang terkubur tetap layak tumbuh. Artinya, burung yang beradaptasi dengan pola ini mampu berkembang pesat sementara herbivora dan karnivora yang lebih besar binasa. 

Untuk memahami lebih dalam seputar dinosaurus yang bertransisi menjadi burung, kamu bisa melihat ciri-ciri dinosaurus yang ada pada burung modern. Berikut adalah ciri-cirinya: 

  1. Tulang selangka: Tulang ini ditemukan pada Velociraptor dan setiap burung modern, tulang selangka menyimpan energi selama kepakan sayap.

  2. Tulang berongga: Kerangka ringan yang digunakan untuk terbang, juga terdapat pada banyak Theropoda.

  3. Sisik dan cakar: Kaki burung ditutupi sisik yang identik dengan sisik reptil, dan beberapa spesies seperti burung hoatzin juga memiliki sayap bercakar pada burung yang masih muda.

  4. Kesamaan perilaku: Burung identik dengan kebiasaan bersarang, mengerami, dan berkelompok yang terlihat pada jejak kaki dinosaurus dan sarang fosil. 

Pada kenyataannya telah terbukti bahwa burung merupakan keturunan dari dinosaurus. Mereka telah berevolusi dan menghasilkan lebih dari ribuan spesies burung yang kita kenal saat ini. Tidak hanya itu, adanya banyak kesamaan mulai dari struktur tubuh dan perilaku, membuat gagasan ini semakin menguat bahwa burung adalah keturunan langsung dinosaurus.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team