Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Burung Hantu Bisa Memutar Kepala Tanpa Memutus Aliran Darah?

Mengapa Burung Hantu Bisa Memutar Kepala Tanpa Memutus Aliran Darah?
Burung hantu (unsplash.com/Andy)
Intinya Sih
  • Burung hantu mampu memutar kepala hingga 270 derajat tanpa memutus aliran darah berkat struktur anatomi unik di lehernya.
  • Peneliti Johns Hopkins menemukan rongga tulang leher burung hantu memiliki ruang ekstra dan kantung udara yang memungkinkan arteri bergerak bebas saat kepala berputar.
  • Pembuluh darah di pangkal kepala burung hantu membesar dan saling terhubung, menciptakan cadangan darah agar aliran ke otak tetap lancar selama rotasi ekstrem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah kamu memperhatikan burung hantu yang dengan lihainya memutar kepala tanpa merasa kesakitan? Sayangnya, tidak semua makhluk hidup dapat melakukan ini, dan burung hantu adalah salah satu hewan yang spesial karena keahliannya tersebut.

Memutar kepala hingga 270 derajat adalah hal yang mudah bagi burung hantu. Tapi, pernahkah kamu penasaran bagaimana bisa aliran darah di lehernya tidak putus sama sekali? Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut rahasia dibalik keahlian burung hantu tersebut. Berikut penjelasannya!

Memahami penampilan burung hantu yang khas

Burung hantu
Burung hantu (unsplash.com/derek)

Burung hantu identik dengan sepasang mata yang selalu menatap tajam. Mata burung hantu terlihat menakjubkan dengan kombinasi warna cokelat dan kuning cerah. Beberapa burung hantu Eropa justru memiliki mata berwarna oranye.

Jaringan tipis atau iris mata, menutupi bagian depan mata dan memberi warna pada bola mata. Di tengah iris terdapat pupil yang gelap dan bulat. Pupil mengontrol seberapa banyak cahaya yang masuk ke mata. Saat berada di cahaya terang, pupil akan mengecil untuk menghalangi sebagian cahaya. Sebaliknya, di malam hari, pupil akan membesar untuk membiarkan banyak cahaya masuk.

Mata burung hantu mengandung sel-sel yang peka terhadap cahaya, sama seperti mata manusia. Dinamakan berdasarkan bentuknya, di mana sel-sel ini disebut batang dan kerucut.

Sel batang membantu penglihatan dalam cahaya redup. Sel kerucut membantu penglihatan warna. Mata burung hantu dipenuhi sel batang, itu kenapa burung hantu dapat melihat dengan baik meskipun berada di tempat gelap.

Di sisi lain, mata mereka hanya mengandung sedikit sel kerucut, sehingga apa yang dilihat manusia sebagai warna sebagian besar tampak hitam putih bagi burung hantu.

Jika dilihat dari ukuran, burung hantu memiliki ukuran hampir sama dengan burung pemangsa diurnal lainnya, yaitu elang, dengan panjang diperkirakan 13-70 cm dan rentang sayap 0,3-2,0 meter.

Semua jenis burung hantu memiliki penampilan yang sama, yang dicirikan dengan wajah datar, paruh kecil melengkung, dan sepasang mata besar yang menghadap ke depan. Ekornya pendek dan sayapnya terlihat membulat.

Kepala burung hantu bisa berputar tanpa memutus aliran darah

Burung hantu (unsplash.com/Jevgeni)
Burung hantu (unsplash.com/Jevgeni)

Dilansir Children Museum, pada tahun 2013 para peneliti dari Johns Hopkins mengungkap fakta unik tentang burung hantu. Mereka mencari tahu mengapa gerakan tiba-tiba pada kepala dan leher manusia dapat mengancam nyawa, tetapi hal itu tidak berlaku bagi burung hantu.

Variasi anatomi pertama yang mereka temukan berada di leher burung hantu, di mana salah satu arteri utama yang memasok darah ke otak melewati lubang tulang di tulang belakang.

Rongga berongga tersebut berdiameter 10 kali lebih besar daripada arteri vertebralis yang melewatinya. Di mana adanya ruang ekstra tersebut mampu menciptakan serangkaian kantung udara bantalan yang memungkinkan arteri untuk bergerak saat terpelintir.

Peneliti juga menemukan bahwa arteri vertebralis pada burung hantu memasuki leher pada ruas tulang leher ke-12, berbeda dengan burung lain yang memasuki pada ruas ke-14. Hal ini memungkinkan ruang dan kelonggaran pembuluh darah yang lebih besar.

Berbeda dengan manusia, yang mana pembuluh darah arterinya cenderung mengecil saat bercabang, pembuluh darah burung hantu di pangkal kepala semakin membesar sehingga membentuk cadangan darah. Hal ini memungkinkan burung hantu untuk memenuhi kebutuhan energi otak dan matanya yang besar, sambil memutar kepalanya.

Bahkan, jika satu pembuluh darah tersumbat selama rotasi, darah masih dapat mengalir ke otak karena adanya hubungan antara arteri karotis dan arteri vertebralis.

Sebagai penutup, burung hantu memiliki kemampuan memutar kepala hingga 270 derajat tanpa mengganggu aliran darahnya karena mereka memiliki arteri vertebralis yang memberikan ruang bagi pembuluh darah yang lebih besar dan fleksibel. Selain itu, Pembuluh darah di pangkal kepala juga membesar, yang memungkinkan membentuk cadangan darah tetap mengalir saat kepala diputar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More