Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Benarkah Warna Asli Beruang Kutub Hitam Pekat? Ini Penjelasannya
ilustrasi beruang kutub (commons.wikimedia/Andreas Weith)
  • Beruang kutub hidup di wilayah Arktik dan sangat bergantung pada es laut untuk berburu, beristirahat, serta berkembang biak, namun kini terancam oleh perubahan iklim dan hilangnya habitat es.
  • Bulu beruang kutub terdiri dari dua lapisan rambut transparan yang memantulkan cahaya sehingga tampak putih, meski sebenarnya tidak memiliki pigmen warna putih.
  • Warna asli kulit beruang kutub adalah hitam pekat yang membantu menyerap panas, sementara efek cahaya seperti luminesensi dan sinar UV membuat bulunya terlihat putih di lingkungan bersalju.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama ini kita mengenal beruang kutub sebagai makhluk dengan penampakan bulu yang putih bersih. Mereka tampak berkilauan di tengah bekunya hamparan salju. Namun, fakta mengejutkan membantah hal tersebut. Bagaimana bisa makhluk seputih salju itu ternyata berwarna hitam pekat? Sedangkan sedikitpun warna hitam pada bulunya tidak terlihat.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam apa sebenarnya warna dari beruang kutub dan terbuat dari apa bulu-bulu yang indah ini. Benarkah warnanya hitam atau putih seperti salju? Berikut penjelasannya!

1. Apa itu beruang kutub?

ilustrasi beruang kutub (pexels.com/Erik Karits)

Beruang kutub merupakan mamalia laut yang hidup di Arktik. Beruang kutub mampu berenang sangat jauh, tubuhnya dilengkapi cakar yang besar. Beruang kutub dapat mencapai kecepatan hingga enam mil per jam di dalam air. Makanan favorit mereka yakni anjing laut berjanggut dan anjing laut bercincin.

Beruang kutub menghabiskan separuh hidupnya untuk menangkap makanan, sayangnya mereka tidak mendapatkan makanan terlalu banyak dan hanya 2% saja. Untuk mengimbangi kekurangan makanan, sesekali mereka memakan burung, telur, dan bangkai mamalia.

Kehidupan beruang kutub sangat bergantung pada es laut untuk bepergian, berburu, istirahat, dan kawin. Salah satu ancaman utama bagi beruang kutub adalah perubahan iklim dan hilangnya habitat es laut.

2. Bulu beruang kutub terbuat dari apa?

ilustrasi beruang kutub (pexels.com/Erik Karits)

Bulu yang menyelimuti Berung kutub terdiri dari dua lapisan rambut yang berbeda demi memberikan perlindungan maksimal. Lapisan pertama adalah lapisan paling luar yang dibentuk oleh rambut pelindung dengan panjang 5 hingga 15 cm, sementara itu lapisan bawahnya terdapat lapisan dalam yang jauh lebih tebal dan terdiri dari helaian rambut yang ukurannya lebih pendek.

Uniknya, rambut yang menyelimuti beruang kutub sebenarnya adalah berwarna transparan atau bening, namun terlihat berwarna putih karena adanya fenomena optik yang unik. Penampakan putih ini dihasilkan oleh struktur rambut yang kasar dan meruncing secara bertahap pada bagian ujungnya.

Setiap helai rambut beruang kutub terbentuk dari protein keratin dan memiliki bagian inti berongga yang berisi udara. Di dalam struktur tersebut terdapat partikel yang berfungsi menyebarkan cahaya, ditambah adanya butiran garam kecil yang terselip diantara helai rambut.

3. Apa warna asli beruang kutub?

Beruang kutub (pexels.com/Sharkido)

Dilansir A-Z Animals, bulu beruang kutub mengalami perubahan. Saat masih anak-anak bulunya berwarna cokelat, namun seiring pertumbuhan dan kedewasaan mereka, bulu putih menjadi ciri khas mereka. Diketahui bulu beruang kutub tembus cahaya, artinya bulu tersebut hanya tampak berwarna putih karena secara efektif memantulkan cahaya yang terlihat. Kulit beruang kutub sebenarnya berwarna hitam pekat.

Warna hitam pekat ini berfungsi sebagai isolasi alami dan membantu mereka mempertahankan panas serta menjaga tubuh mereka tetap hangat di tengah dinginnya suhu Arktik. Bulu mereka yang tampak putih sebenarnya tembus cahaya dan tidak memiliki pigmen putih.

Meskipun demikian, warna putih yang dipancarkan beruang kutub membantu mereka untuk berkamuflase agar memudahkannya saat berburu, karena tubuh mereka menyatu dengan putihnya salju.

Bulu beruang kutub dapat memiliki berbagai corak, terkadang terlihat keabu-abuan dan kadangkala tampak cokelat muda pada bulu putihnya. Jika sudut pencahayaan memungkinkan, jangankan putih, kamu bahkan bisa melihat dengan jelas warna hijau mendominasi tubuhnya karena adanya alga yang menumpuk.

Saat musim panas tiba, selama berbulan-bulan mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di darat. Mereka bermain-main dengan tanah di daratan, sehingga bulunya tampak kuning atau putih pucat.

4. Bagaimana kekuatan cahaya membuat beruang kutub tampak berwarna putih?

ilustrasi mamalia laut beruang kutub (pexels.com/Niklas Jeromin)

Semua karakteristik khusus bulu pelindung beruang kutub ini bekerja bersama dengan kekuatan cahaya untuk membuat beruang kutub tampak putih. Begini caranya:

  • Luminesensi

Saat cahaya matahari mengenai bulu pelindung beruang kutub yang transparan, sebagian energinya masuk ke dalam helai bulu dan terjebak di sana. Cahaya tersebut kemudian terus memantul di dalam bagian bulu yang berongga hingga memicu reaksi bernama luminesensi, yaitu proses pemancaran cahaya kembali. Fenomena ini berlangsung secara terus menerus setiap kali cahaya mengenai bagian dalam bulu tersebut.

Pancaran cahaya ini dipercepat oleh partikel penghambur cahaya. Untuk lebih jelasnya, jika kamu mengamati bulu pelindung beruang kutub dengan sangat dekat melalui mikroskop super, kamu dapat melihat benjolan-benjolan kecil, di mana benjolan kecil ini adalah partikel penghambur cahaya.

Semua pantulan cahaya di dalam bulu pelindung ini menyebabkan cahaya keputihan dipancarkan oleh bulu tersebut, membantu beruang kutub tampak putih dan menyatu dengan lingkungan salju dan es Artik.

Partikel penyebar cahaya tidak hanya ditemukan di bagian dalam bulu, tetapi juga di bagian luarnya. Beruang kutub mengambil partikel garam dari berenang atau berada di dekat air laut asin. Partikel garam ini, bersama dengan permukaan bulu yang kasar, juga bertindak sebagai partikel penyebar cahaya yang menyebabkan lebih banyak cahaya memantul.

  • Sinar UV

Cahaya merambat dalam bentuk gelombang atau disebut panjang gelombang. Setiap warna memiliki panjang gelombang yang sedikit lebih pendek daripada warna sebelumnya. Cahaya ini bagian dari spektrum tampak, tetapi ada lebih banyak bentuk cahaya yang tidak dapat kita lihat.

Cahaya tersebut disebut sebagai sinar ultraviolet atau sinar UV. Sinar UV memiliki panjang gelombang yang terlalu pendek untuk dilihat oleh manusia dan mamalia, tetapi masih ditemukan dalam sinar matahari.

Saat matahari menyinari beruang kutub, sinar UV dalam matahari menembus hingga ke pangkal bulu pelindung, di mana ia bersentuhan dengan kulit gelap beruang. Ketika sinar UV mengenai kulit, ia menghasilkan warna keputihan karena fluoresensi.

  • Protein keratin

Keratin adalah protein paling umum dan ditemukan di kulit, kuku, dan rambut. Sama seperti manusia, beruang kutub juga memiliki keratin di rambutnya. Molekul protein ini memiliki sedikit warna putih kekuningan, yang semakin membuat bulu beruang kutub terlihat dominan putih.

Sebagai penutup, sejatinya bulu beruang kutub berwarna hitam pekat. Namun, karena adanya permainan cahaya seperti luminesensi, sinar UV, dan efek protein keratin, bulu-bulu beruang kutub terlihat memancarkan warna putih. Di mana perubahan warna ini juga membantu beruang kutub untuk berburu mangsa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team