Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Hewan yang Sering Disangka Jinak padahal Berbahaya, Hati-hati!

4 Hewan yang Sering Disangka Jinak padahal Berbahaya, Hati-hati!
ilustrasi kuda nil (pexels.com/Jools Magools)
Intinya Sih
  • Beberapa hewan dengan tampilan lucu seperti kuda nil, lumba-lumba, kukang, dan koala ternyata menyimpan sifat agresif serta potensi bahaya tinggi bagi manusia.
  • Kuda nil dikenal sangat teritorial dan bisa menyerang manusia atau perahu, sementara lumba-lumba jantan dapat bersikap agresif tanpa provokasi di laut.
  • Kukang memiliki racun berbahaya pada gigitannya dan koala dapat mencakar dengan kuku tajam saat merasa terancam, sehingga penting menjaga jarak aman dari satwa liar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Dunia satwa memang selalu memiliki berbagai hal menarik dari setiap spesiesnya, dari yang unik hingga yang menggemaskan. Beberapa hewan bahkan ada yang memiliki tampilan fisik lucu, sehingga sering kali membuat penasaran untuk mendekat dan menyentuhnya.

Kamu tentu harus ekstra waspada karena penampilan luar yang terlihat bersahabat kerap kali bisa menipu. Ada beberapa fauna berikut ini yang kerap kali dinilai jinak dan tenang oleh banyak orang, padahal memiliki potensi bahaya yang sangat mematikan.

1. Kuda nil

ilustrasi kuda nil (pexels.com/Ann Antonova)
ilustrasi kuda nil (pexels.com/Ann Antonova)

Kuda nil mungkin kerap digambarkan sebagai hewan besar yang malas, lamban, dan menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam lumpur sungai. Bentuk tubuhnya yang bulat dan menggemaskan kerap membuat banyak orang menganggap mereka sebagai hewan herbivora yang tidak berbahaya.

Nyatanya mamalia besar ini merupakan salah satu hewan yang paling agresif dan teritorial di Benua Afrika. Mereka tidak akan ragu untuk langsung menyerang manusia atau bahkan perahu apabila merasa terusik dan memasuki wilayahkan, apalagi dengan taringnya yang panjang.

2. Lumba-lumba

ilustrasi lumba-lumba (pexels.com/Benni Fish)
ilustrasi lumba-lumba (pexels.com/Benni Fish)

Lumba-lumba mungkin menjadi hewan laut yang dikenal cerdas dan penolong bagi masyarakat luas, namun kenyataannya tidaklah seperti itu. Senyuman alami yang dimiliki mamalia air ini membuat banyak orang tidak menyadari bahwa mereka tetap saja merupakan predator liar.

Pada beberapa kasus yang ada di lautan, lumba-lumba jantan kerap bersikap agresif, bahkan tanpa adanya provokasi. Mereka memiliki kekuatan fisik luar biasa untuk bisa menyerang atau bahkan menenggelamkan manusia yang posisinya terlalu dekat saat berenang.

3. Kukang

ilustrasi kukang (nationalzoo.si.edu)
ilustrasi kukang (nationalzoo.si.edu)

Kukang merupakan primata dengan tubuh mungil yang cukup populer di media sosial karena gerakannya cenderung lambat dengan mata bulat besar. Tampilannya yang sekilas pasif membuat banyak orang menganggap hewan ini aman, termasuk untuk dipelihara di dalam rumah.

Nyatanya hewan nokturnal ini ternyata dilindungi dan termasuk satu-satunya jenis primata yang memiliki kelenjar racun berbahaya. Gigitan dari kukang yang telah bercampur dengan minyak beracun dari sikunya bahkan bisa menyebabkan risiko syok anafilaktik yang cukup fatal untuk manusia.

4. Koala

ilustrasi koala (pexels.com/Mirko Ott)
ilustrasi koala (pexels.com/Mirko Ott)

Koala menjadi hewan yang membuat banyak orang kerap merasa gemas karena tampilannya yang mirip boneka dan kesehariannya yang senang memeluk pohon eukaliptus. Banyak orang mengira bahwa hewan berkantung ini sangat pasif dan aman untuk didekati, namun nyatanya tidak.

Satwa endemik asal Australia ini memiliki sepasang rahang kuat dengan deretan gigi depan yang tajam yang kerap digunakan untuk mengunyak daun yang cukup keras. Jika sedang merasa terancam dan terpojok, maka ia akan mencakar dengan brutal menggunakan kuku-kukunya yang tajam.

Mengenali karakteristik asli dari setiap spesies hewan liar merupakan langkah bijak untuk menghindari risiko yang lebih fatal. Jangan sampai mengukur tingkat keamanan dari suatu satwa hanya berdasarkan visualnya saja. Marilah belajar untuk tetap menghormati kehidupan satwan dengan tetap menjaga jarak aman dan tidak mengganggu habitatnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More