Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Fakta Merv, Kota Kuno yang Hancur Total karena Serangan Mongol

4 Fakta Merv, Kota Kuno yang Hancur Total karena Serangan Mongol
Merv (commons.wikimedia.org/Library of Congress)
Intinya Sih
  • Merv adalah kota kuno di Turkmenistan yang pernah menjadi pusat penting Jalur Sutra dan dikuasai berbagai kerajaan besar seperti Persia, Yunani, Seljuk, hingga Khwarazmshah.
  • Kota Merv hancur total pada tahun 1221 akibat serangan pasukan Mongol di bawah Tolui yang membumihanguskan seluruh wilayah termasuk perpustakaan dan sistem irigasi.
  • Sisa kejayaan Merv kini dilestarikan melalui Taman Sejarah dan Budaya Negara Merv di Mary, yang juga menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dengan tradisi budaya seperti perayaan Nowruz.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Merv adalah kota kuno di Turkmenistan tepatnya terletak di Mary velayat. Oasis Merv adalah salah satu Jalur Sutra di Asia Tengah sejak milenium ke-3 SM. Oasis ini bahkan sudah ada sejak 4.000 tahun lalu.

Taman Sejarah dan Budaya Negara Merv dibentuk berdasarkan dekrit pada 1987. Taman sejarah dan budaya ini dimasukkan dalam ketentuan Undang-Undang tahun 1992 tentang Perlindungan Monumen Sejarah dan Budaya Turkmenistan.

Kota Merv sangat unik karena pernah dikuasai oleh banyak kerajaan lintas bangsa dan juga menjadi salah satu Jalur Sutra dunia. Sebaiknya kamu simak lebih lengkap tentang Merv berikut ini.

1. Merv dikuasai banyak pihak dalam sejarahnya

Merv
Merv (commons.wikimedia.org/Library of Congress)

Merv awalnya didirikan oleh Kekaisaran Persia, Akhemenid dengan benteng kokoh bernama Erk Kala yang diletakkan di atas gurun. Yunani yang tertarik dengan kota itu, melakukan invasi dipimpin oleh Alexander Agung dari Makedonia pada 330 SM. Alexander Agung berhasil menaklukkan Raja Darius III dan menguasai Merv.

Sebuah benteng megah didirikan bernama Gyaur Kala saat Makedonia Yunani baru menguasai Merv. Di era Alexander Agung, Merv mengalami masa kejayaan karena merupakan pos penting di Jalur Sutra.

Hingga abad 12, kota Merv mengalami masa keemasan di era kerajaan etnis Turki, Seljuk. Saat itu, Merv digadang-gadang sebagai kota terbesar di dunia, dilansir darwazatravel.

Keuntungan sebagai salah satu Jalur Sutra titik di mana pedagang dari penjuru dunia berkumpul. Merv mengambil kesempatan ini untuk menjual komoditi seperti sutra, rempah-rempah dan logam mulai membuat ekonomi Merv melaju pesat.

Kesenangan Seljuk tak berlangsung lama, karena Merv akhirnya berpindah tangan ke Kekaisaran Khwarazmshah. Sultan Alauddin Tekish merebut Merv dari Kekaisaran Seljuk.

2. Kehancuran Merv ditangan Mongol

Merv
Merv (commons.wikimedia.org/Hans Birger Nilsen)

Marv di era Khwarazmshah harus menerima takdir mengerikan. Tolui (putra Genghis Khan) dari Kekaisaran Mongol melakukan invasi besar-besaran ke Marv dan melakukan strategi bumi hangus pada 1221.

Perpustakaan dibakar, bendungan irigasi di Murhrab diledakkan, bendungan lainnya juga jadi korban hingga akhirnya kota rata dengan tanah. Oasis sudah tinggal nama setelah bendungan air lenyap hingga akhirnya menjadi gurun sepenuhnya.

3. Unsur budaya dari Merv

Merv
Merv (commons.wikimedia.org/Hans Birger Nilsen)

Kini Merv telah lenyap, tetapi warisan sejarahnya diteruskan oleh Mary. Sebagian besar penduduk Mary adalah etnis Turki yang berbicara bahasa Turkmenistan, tetapi berbagai etnis di Mary merayakan Nowruz (Tahun Baru Persia) secara rutin setiap tahunnya.

Penduduk Mary merayakan Nowruz karena ini sudah menjadi tradisi sejak lama berakar dari kerajaan Iran kuno yang pernah menguasai Merv. Perayaan Nowruz dilaksanakan pada musim semi sekitar bulan Maret setiap tahunnya.

Merv pernah menyumbang banyak ilmuwan Islam meliputi Al-Farabi, Al-Khwarizmi, Ibnu Ahmad Al-Kharaqi, Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam At-Tirmidzi.

4. Iklim dan geografi di Merv

Merv
Merv (commons.wikimedia.org/John Pavelka)

Merv yang sekarang berupa taman arkeologi dikelilingi oleh Gurun Karakum berada di tengah oasis yang luas di Turkmenistan dan berada di tepi Sungai Murghab.

Suhu di Gurun Karakum bisa sangat panas mencapai 40 derajat celcius. Sebaliknya saat musim dingin, Merv malah bisa sangat dingin menyentuh angka 0 derajat celcius.

Sisa puing Merv dihilangkan dan diganti oleh kota lebih modern bernama Mary yang dibangun pada akhir abad 19. Jejak kota Merv kini menjadi taman arkeologi bernama Taman Sejarah dan Budaya Negara Merv sekaligus juga menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More