Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berkunjung ke Matahari, 5 Hal Ini yang Akan Kamu Rasakan Langsung
giphy.com

Bagi mereka yang memiliki cita-cita menjadi seorang astronaut, menjejakkan kaki di planet lain merupakan mimpi tersendiri. Sering kali hal tersebut hanya ada di angan-angan atau hanya di komik atau film sains fiksi, namun faktanya memang bisa. Lihat saja adanya misi menuju Mars yang akan dilakukan pada 2025 nanti.

Itu masih di planet. Bagaimana dengan matahari? Pernahkah terbayang kamu pergi ke bintang yang menjadi pusat tata surya kita? Banyak orang berpendapat itu mustahil mengingat ada banyak hal yang akan menghentikan mimpimu tersebut.

Salah satunya adalah masalah panas yang diciptakan matahari sendiri. Berikut ini adalah kemungkinan-kemungkinan yang terjadi jika kamu bersikukuh pergi ke matahari.

1. Kamu tidak akan bisa kembali ke bumi

spacecoastlaunches.com

Sebelum tiba di matahari sendiri, tentu saja yang harus kamu lakukan adalah pergi ke sana. Menurut artikel space.com, selalu ada kemungkinan bagimu untuk menuju ke sana, namun sangat diragukan kamu bisa pulang dengan selamat. Perjalanan dari bumi ke matahari sendiri sudah memakan jarak 150 juta kilometer.

Jika disetarakan, itu sama saja dengan berkeliling bumi sebanyak 5.000 kali. Diperhitungkan oleh para ilmuwan jika menggunakan teknologi saat ini, kamu tidak akan bisa kembali lagi ke bumi jika berangkat menuju matahari. Sekalinya ke sana, maka tidak ada kata pulang alias perjalanan satu kali dalam hidupmu.

2. Kamu akan terbakar sampai habis

nytimes.com

Baik, kamu memulai perjalanan ke matahari dan berhasil mendekatinya. Sayangnya, tidak sampai mendekati pusat tata surya, kamu sudah akan mati terpanggang.

Space.com menjelaskan panas permukaan matahari saja sudah mencapai 5.726 derajat Celcius. Itu sudah merupakan bagian terdingin matahari.

Sedangkan untuk bagian dalamnya, diperkirakan 100 kali lipat lebih panas daripada permukaan tersebut. Lebih dari terpanggang, kamu sudah menjadi butiran partikel karena panasnya tersebut sebelum benar-benar bisa melewati atmosfernya.

Teknologi dari NASA dikatakan mampu menahan suhu hingga 2.500 derajat Celcius dan itu pun masih tidak cukup untuk mendekati matahari. Masih dari permukaan matahari saja, lapisan penahan panas pesawat ulang alik perlahan-lahan akan rusak karena tidak mampu menahan panasnya.

3. Jika bukan panas, makan radiasi sinar gamma dan sinar kosmiklah yang akan membunuhmu

nasa.gov

Matahari juga memberikan radiasi cahaya dan itu dinamakan sinar gamma dan sinar kosmik. Kedua sinar yang dipancarkan oleh matahari tersebut akan merusak partikel tubuhmu yang mana itu setara dengan terkena langsung radiasi nuklir.

Perlu diketahui saja menurut cta-observatory.org sinar kosmik adalah partikel atom yang memiliki kekuatan tinggi karena mempunyai kecepatan setara cahaya. Kontak langsung dengan sinar ini jelas akan merusak partikel tubuhmu dan percayalah, efeknya tidak akan seperti kasus Fantastic Four dan Hulk di dunia Marvel.

Kamu perlu banyak tabir surya di tubuhmu. Benar-benar banyak.

4. Kamu akan buta terlebih dahulu sebelum bisa melihatnya

giphy.com

Mari kita beranggapan kamu mampu mengatasi dampak radiasi dan suhu matahari hingga mendekatinya sedekat mungkin. Bagaimana kamu melihatnya?

Di bumi saja sudah terdapat peringatan untuk tidak melihat matahari secara langsung tanpa bantuan kacamata ultraviolet karena akan merusak matamu akibat paparan sinar tersebut. Padahal itu sudah berjarak jutaan kilometer. Apalagi jika kamu mendekatinya.

Tanpa pelindung mata apa pun, kamu seketika akan buta ketika melihat matahari dari jarak dekat. Setidaknya kalau kamu benar-benar ingin melihatnya, kamu harus memiliki kacamata yang mampu memblokir 98 persen cahaya.

5. Kamu akan tenggelam di permukaan matahari

giphy.com

Ok, kita beri skenario terbaik, yaitu terdapat teknologi yang mampu mengatasi masalah-masalah sebelumnya, sehingga kamu bisa benar-benar mendekati dan masuk ke matahari. Lalu apa? Kamu tidak akan bisa menjejakkan kakimu mengingat matahari tidak memiliki permukaan padat.

Penjelasan coolcosmos.ipac.caltech.edu mengatakan matahari terbentuk dari 70 persen hidrogen dan 28 persen helium. Sisanya adalah karbon, oksigen dan elemen-elemen lain yang mana semuanya adalah gas. Tak ada satu pun komponen yang memadatkan permukaan matahari.

Fakta lainnya adalah diperkirakan massa jenis matahari sendiri adalah 1,41 g/cm3 yang mendekati massa jenis air, yaitu sekitar 1 g/cm3. Tidak mungkin kamu bisa berjalan di sana, apalagi menancapkan bendera. Dipastikan kamu akan langsung tenggelam.

Sejujurnya matahari masih merupakan benda langit yang masih misterius bagi kita. Ketidakmampuan manusia untuk mendekatinya hanya membuat peneliti hanya bisa membuat hipotesis teori saja. Perlu waktu yang benar-benar lama agar kita bisa benar-benar mempelajari bintang yang memberi kita kehidupan ini.

Editorial Team

Related Article