Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bisakah Hujan Mengurangi Polusi Udara akibat Asap Karhutla?

4 min read
Bisakah Hujan Mengurangi Polusi Udara akibat Asap Karhutla?
ilustrasi hujan (magnific.com/pvproductions)
  • Hujan dapat mengendapkan sebagian partikel asap karhutla melalui deposisi basah, tetapi efektivitasnya bergantung pada ukuran partikel, intensitas, dan durasi hujan.
  • Hujan deras tidak selalu langsung membersihkan udara karena sumber kebakaran yang masih aktif, angin, serta kondisi atmosfer dapat kembali meningkatkan atau menjebak polutan.
  • Udara yang tampak lebih cerah setelah hujan belum tentu aman; kualitas udara perlu dipantau melalui AQI atau PM2.5, terutama sebelum beraktivitas di luar ruangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti suatu wilayah, udara bisa terasa pengap, jarak pandang berkurang, bahkan aktivitas sehari-hari ikut terganggu. Ketika hujan akhirnya turun, gak sedikit orang berharap udara akan kembali bersih dan segar seperti sediakala. Namun, apakah air hujan benar-benar bisa mengurangi polusi udara akibat asap karhutla, atau efeknya hanya sementara?

Hujan memang bisa membantu membersihkan sebagian partikel polutan di udara, tetapi bukan berarti udara langsung kembali bersih setelah hujan turun. Efeknya juga bisa berbeda-beda, tergantung pada derasnya hujan dan kondisi atmosfer saat itu.

Nah, supaya gak sekadar berasumsi bahwa hujan bisa menghilangkan asap karhutla, cari tahu bagaimana hujan memengaruhi kualitas udara dan seberapa efektif dampaknya, yuk.

  1. 1. Hujan bisa membantu mengendapkan partikel polutan di udara

    ilustrasi hujan
    ilustrasi hujan (magnific.com/wirestock)

    Saat asap karhutla menyebar, udara bukan hanya terlihat berkabut, tetapi juga mengandung partikel halus yang dapat terhirup saat bernapas. Pada saat hujan turun, tetesan air dapat menangkap beberapa partikel tersebut, kemudian menjatuhkannya ke tanah bersamaan dengan air hujan. Proses ini dikenal sebagai deposisi basah atau wet deposition, yakni mekanisme alami yang membantu mengurangi partikel pencemar di atmosfer.

    Namun, hal ini bukan berarti semua polutan akan segera hilang begitu hujan turun. Efektivitasnya bergantung pada beberapa faktor, termasuk ukuran partikel, intensitas hujan, dan lamanya hujan berlangsung. Jadi, kalau setelah hujan selesai udara masih terasa berasap, kondisi ini bukan hal yang mengejutkan karena masih ada sebagian polutan yang tertinggal di udara.

  2. 2. Hujan deras belum tentu membuat udara langsung bersih

    ilustrasi hujan
    ilustrasi hujan (magnific.com/rawpixel.com)

    Hujan deras dapat membantu menurunkan konsentrasi partikel di udara, terutama ketika tetesan air mampu menangkap polutan yang ada. Namun, hasil ini tidak akan sama di setiap wilayah karena kondisi cuaca dan karakteristik asap karhutla juga sangat berpengaruh. Jadi, hujan yang berlangsung cukup lama pun belum tentu bisa langsung meningkatkan kualitas udara secara signifikan.

    Bayangkan kalau hujan turun di area yang masih dikelilingi hutan yang terbakar, sementara angin masih membawa asap dari area tersebut. Dalam situasi seperti ini, jumlah partikel polutan yang sudah menurun dapat kembali meningkat akibat aktivitas sumber asap yang masih aktif. Oleh karena itu, kondisi udara setelah hujan tetap perlu diperhatikan, tidak hanya dari seberapa deras hujan yang turun.

  3. 3. Tidak semua polutan dalam asap karhutla bisa dihilangkan oleh hujan

    ilustasi seseorang yang sedang menyebrang saat hujan
    ilustasi seseorang yang sedang menyebrang saat hujan (magnific.com/rawpixel.com)

    Asap karhutla berisi berbagai jenis polutan, mulai dari partikel halus seperti PM2.5 hingga berbagai gas hasil dari proses pembakaran. Hujan memang dapat membantu mengurangi beberapa partikel tersebut, tetapi kemampuan air hujan dalam menghilangkan berbagai jenis polutan bervariasi. Beberapa gas juga dapat mengalami proses pelarutan atau reaksi kimia di udara, tetapi hal ini tergantung pada sifat kimia dari masing-masing zat tersebut.

    Memahami hal ini sangatlah penting karena udara yang tampak lebih bersih tidak selalu berarti bebas dari polusi sepenuhnya. Partikel halus yang berukuran sangat kecil bisa tetap menjadi masalah, terutama kalau sumber asap masih aktif atau keadaan atmosfer memungkinkan polutan tetap ada di suatu wilayah. Jadi, jangan hanya melihat warna langit untuk menilai kualitas udara setelah hujan, ya.

  4. 4. Angin dan kondisi atmosfer ikut menentukan kualitas udara

    ilustrasi kabut asap
    ilustrasi kabut asap (magnific.com/rawpixel.com)

    Selain hujan, arah serta kecepatan angin juga punya peran besar terhadap seberapa pekat asap kebakaran hutan di suatu area. Angin dapat mengangkut polutan menjauh dari lokasi kebakaran, tetapi juga membawa asap dari lokasi lain ke daerah yang sebelumnya memiliki udara lebih bersih. Karena itu, kualitas udara setelah hujan tidak hanya dipengaruhi oleh proses pengendapan partikel, tetapi juga oleh pergerakan udara di sekitarnya.

    Kondisi atmosfer juga dapat memengaruhi sejauh mana polutan dapat menyebar atau terjebak di dekat permukaan tanah. Ketika asap terus-menerus berasal dari area kebakaran, hujan yang turun sesekali mungkin belum cukup untuk mengurangi tingkat pencemaran. Kombinasi antara curah hujan, kecepatan angin, dan kondisi atmosfer yang menjadikan perubahan kualitas udara bisa bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya.

  5. 5. Kualitas udara tetap perlu dipantau setelah hujan

    ilustrasi kualitas udara yang buruk
    ilustrasi kualitas udara yang buruk (magnific.com/jcomp)

    Setelah hujan reda, udara biasanya terasa lebih segar dan langit mulai terlihat cerah. Namun, bukan berarti polusi udara otomatis hilang atau sudah aman untuk kesehatan, lho. Nah, biar gak cuma menebak dari kondisi langit, kamu bisa mengecek indeks kualitas udara (AQI) atau kadar PM2.5 melalui layanan pemantauan kualitas udara.

    Kalau kualitas udara di wilayahmu masih buruk, sebaiknya batasi aktivitas fisik berat di luar ruangan dan gunakan masker respirator yang sesuai, seperti N95, ketika harus beraktivitas di tengah asap. Langkah ini terutama penting bagi anak-anak, lansia, serta orang yang sensitif terhadap pencemaran udara. Jadi, meskipun hujan bisa membantu mengurangi sebagian polutan, tetap pantau kualitas udara sebelum kembali beraktivitas seperti biasa, ya.

    Hujan memang bisa membantu mengurangi sebagian polutan di udara, tetapi efeknya gak selalu membuat udara langsung bersih. Oleh karena itu, tetap perhatikan kualitas udara setelah hujan, terutama jika karhutla masih terjadi di sekitar wilayahmu. Dengan begitu, kamu bisa lebih bijak menjaga kesehatan dan gak buru-buru menganggap udara sudah aman hanya karena hujan telah reda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More