Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi hewan ular
ilustrasi ular (freepik.com/wirestock)

Intinya sih...

  • Black ratsnake adalah ular besar yang umumnya ditemukan di daerah pinggiran kota dan bangunan.

  • Japanese ratsnake adalah ular terpanjang di daratan Jepang, dengan panjang rata-rata 100 hingga 180 cm.

  • Corn snake memiliki pola warna yang menarik dan dapat tumbuh hingga sepanjang 76-122 cm.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ular selama ini dikenal sebagai predator yang menelan mangsanya secara utuh, baik itu tikus, katak, hingga burung kecil. Namun, di balik citra tersebut, ada beberapa jenis ular yang justru memiliki pola makan jauh lebih spesifik dan tidak biasa. Alih-alih memburu hewan hidup, ular-ular ini memilih telur sebagai sumber makanan utama, sebuah kebiasaan yang sekilas tampak sederhana, tetapi sebenarnya menyimpan cerita adaptasi yang menarik.

Ketertarikan ular terhadap telur bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil dari proses evolusi yang panjang. Hidup di lingkungan dengan ketersediaan sarang burung yang melimpah, ular pemakan telur mengembangkan struktur tubuh khusus yang memungkinkan mereka menelan telur berukuran besar tanpa memecahkannya di luar tubuh. Dari rahang yang sangat fleksibel hingga tulang leher yang mampu menghancurkan cangkang dari dalam, semua kemampuan ini menjadikan ular pemakan telur sebagai contoh unik bagaimana alam membentuk strategi bertahan hidup yang berbeda dari kebanyakan ular lain. Mari, kita tengok apa saja ular yang suka makan telur.

1. Black ratsnake

Ratsnake atau ular tikus memiliki penampilan yang bervariasi di seluruh wilayah geografisnya. Ular tikus kuning berwarna kehijauan, kuning, atau oranye, dengan empat garis gelap di sepanjang tubuhnya. Ular tikus hitam atau yang memilki nama ilmiah Elaphe obsoleta biasanya berwarna hitam di bagian atas dengan sedikit warna putih di antara beberapa sisiknya. Ular tikus hitam lebih banyak ditemukan di wilayah utara. Ular muda dari semua subspesies menyerupai ular tikus abu-abu.

Ular tikus dewasa biasanya berukuran 91-152 cm, tetapi individu yang besar dapat berukuran lebih dari 183 cm. Ular tikus adalah generalis habitat dan ditemukan hampir di mana saja. Mereka merupakan ular besar yang paling umum ditemukan di daerah pinggiran kota dan bangunan serta lumbung yang terbengkalai.

2.  Japanese ratsnake

Japanese ratsnake alias ular tikus Jepang adalah ular terpanjang di daratan Jepang, dengan rata-rata 100 hingga 180 cm. Reptil bernama ilmiah Elaphe climaphora ini tidak berbisa, dan terutama memangsa makhluk berdarah hangat seperti mamalia dan burung yang bersarang. Namun, mereka juga memiliki kemampuan untuk memakan telur.

Saat hari mulai gelap, ular tikus Jepang akan merayap ke telur di sarang burung dan menangkapnya dengan taring. Mereka biasanya menelan telur secara utuh dan memecahkannya di dalam perut. Ular tikus kemudian menikmati semua vitamin, mineral, dan protein di dalamnya.

3. Corn snake 

ilustrasi corn snake (pexels.com/Atlantic Ambience)

Corn snake atau ular jagung memiliki pola warna yang cukup menarik. Ular bernama ilmiah Pantherophis guttatus memiliki tubuh berwarna cokelat dengan bercak-bercak bulat atau persegi berwarna cokelat kemerahan yang besar. Pada beberapa individu, bercak-bercak tersebut memiliki tepi hitam. Ular jagung dapat tumbuh hingga sepanjang 76-122 cm.

Ular jagung bersifat agak pemalu, mereka menghabiskan banyak waktu bersembunyi di bawah naungan. Mereka aktif di siang dan malam hari, tetapi tampaknya lebih aktif di malam hari selama bulan-bulan hangat dalam setahun. Reptil ini adalah pemanjat yang hebat dan memakan hampir semua yang dapat mereka tangkap dan telan.

4. Taiwan kukri snake

Ular ini dapat ditemukan di Taiwan, Tiongkok, dan bagian selatan Jepang, dengan panjang rata-rata hanya 50 cm. Ular ini tidak berbisa, tetapi memiliki taring tajam yang mampu melukai kulit manusia. Umumnya, spesies ini akan melarikan diri setelah bertemu manusia, tetapi jika tertangkap, ular ini dapat bersikap agresif dan akan menusuk dengan taringnya yang tajam.

Taktik menusuk ini juga digunakan untuk menikmati makanan mereka, yaitu telur. Alih-alih menelan utuh, ular bernama ilmiah Oligodon formosanus ini akan memecahkan cangkang telur dengan menggunakan giginya yang sangat tajam dan tipis. Setelah cangkang telur pecah dan kuning telur mulai menetes keluar, ular ini akan memasukkan kepalanya ke dalam telur yang pecah dan menghisap cairan bergizi di dalamnya. Spesies ini paling suka makan kuning telur ayam. Namun, di alam liar, mereka memakan berbagai telur burung dan penyu.

5. Central African egg-eating snake

Central African egg-eating snake alias Dasypeltis fasciata adalah ular yang hanya memakan telur. Spesies ini hidup di pohon dan banyak memanfaatkan ranting untuk aktivitas sehari-hari, seperti untuk tidur, jalan setapak, dan membuat sarang.

Ular ini berburu telur di malam hari. Reptil ini sama sekali tidak memiliki gigi sehingga telur lebih mudah masuk. Mereka menelan telur secara utuh sebelum menghancurkannya dari dalam menggunakan tulang belakangnya. Mereka juga memiliki indra penciuman yang sangat tajam, memungkinkan mereka untuk membedakan antara telur segar dan telur busuk. 

6. Scarlet king snakes

ilustrasi scarlet king snake (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Scarlet king snakes memilki pola warna indah yang terdiri dari pita hitam, merah, dan kuning terang. Pita merah adalah yang terlebar. Pola warna ini menyerupai ular karang timur berbisa atau Micrurus fulvius. Scarlet king snake dapat tumbuh mencapai panjang 36-51 cm.

Ular ini sangat terobsesi dengan telur penyu. Mereka sama sekali tidak berbisa, dan jarang menyerang manusia. Mereka memiliki gigi depan yang sangat panjang, tetapi bukan untuk menyerang, melainkan dirancang sebagai alat untuk menembus cangkang yang keras.

7. Eastern fox snake

Eastern fox snake adalah spesies terancam punah yang hidup di timur laut AS dan Kanada. Ular ini termasuk dalam genus Pantherophis yang sama dengan corn snake, tetapi memiliki preferensi habitat yang lebih ketat. Mereka tidak menyukai hutan dan pertanian berat, dan lebih memilih daerah terbuka kering atau rawa-rawa.

Untuk makanan, ular ini mengonsumsi berbagai macam telur unggas, termasuk telur burung pegar, bebek, merpati, dan puyuh. Mereka sangat menyukai telur burung pipit, termasuk burung pipit rumah, burung pipit chipping, dan burung pipit penyanyi. Mekanisme pasti di balik penghancuran telur mereka tidak diketahui, tetapi mereka menelannya utuh dan menghancurkannya di suatu tempat di dalam tubuhnya.

Eastern fox snake suka menakut-nakuti induk burung agar menjauh dari sarangnya, lalu bergegas masuk dan menelan telur yang ditinggalkan. Mereka juga menyerbu kandang ayam, memanfaatkan celah sempit di kandang dan lumbung. Setelah menelan telur, mereka kemudian memuntahkan pecahan cangkang yang tidak berguna. 

Melalui kebiasaan makannya yang tidak biasa, ular pemakan telur menunjukkan bahwa alam selalu punya cara unik untuk menciptakan keseimbangan, sekaligus membuktikan bahwa bertahan hidup tidak selalu harus menjadi predator yang paling menakutkan.

Referensi

Avian Report. Diakses pada Januari 2026. 9 Snakes that Eat Eggs & Baby Birds and How to Stop Them
Snake Radar.
Diakses pada Januari 2026. 10 Snakes Which Prey On Eggs

Editorial Team