Benarkah Semua Ular Hijau Berbahaya? Begini Faktanya!

- Tidak semua ular hijau berbahaya, sebagian besar tidak berbisa dan tidak berbahaya. Penentuan tingkat bahaya ular tak bisa didasarkan pada warnanya.
- Indonesia dihuni oleh berbagai spesies ular hijau, termasuk yang berbisa tinggi dan tidak berbahaya. Habitatnya pun bervariasi, dari daerah lembap hingga area pemukiman.
- Meski tidak semuanya berbahaya, semua ular hijau bisa menggigit dengan efek yang bervariasi tergantung spesiesnya. Ada cara efektif untuk menghindari kehadiran ular hijau di sekitar kita.
Ular memang tidak punya kaki dan tak bisa terbang. Namun, kehadirannya menjadi momok bagi banyak orang karena gigitannya yang menyakitkan dan kehadiran bisa mematikan di dalam tubuhnya. Ular hijau menjadi salah satu yang paling ditakuti. Bukan cuma bisanya, populasi berlimpah dan penyebaran yang luas menjadikan ular tersebut sebagai monster yang ditakuti.
Bagi masyarakat ular hijau merupakan hewan berbisa tinggi dan berbahaya yang harus diwaspadai. Jika bertemu ular hijau parang akan melayang dan menebasnya tanpa ampun tak peduli ukuran, jenis, atau di mana hewan tersebut ditemukan. Namun, benarkah semua ular hijau berbahaya? Berikut pembahasannya yang akan disampaikan secara ilmiah, mendalam, dan ringkas.
1. Benarkah semua ular hijau berbahaya?

Tidak semua ular hijau berbahaya. Justru kebanyakan dari mereka merupakan ular tidak berbisa dan tidak berbahaya. Sebab, penentuan tingkat bahaya ular tak bisa didasarkan pada warnanya. Dalam hal ini, warna merupakan adaptasi ular untuk berkamuflase, bersembunyi, dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tak ada hubungannya dengan kekuatan bisa dan tingkat bahaya.
Dilansir WorldAtlas, tiap spesies ular hijau memiliki tingkat bahaya yang berbeda. Contohnya Atheris squamigera (viper semak afrika) merupakan ular hijau berbisa tinggi dan berbahaya. Di sisi lain ada genus Ahaetulla (ular pucuk) yang merupakan ular berbisa ringan dan tidak berbahaya. Ada juga Morelia viridis (sanca pohon hijau) yang merupakan ular pembelit tidak berbisa.
2. Spesies ular hijau di Indonesia

Sebagai negara tropis Indonesia dihuni oleh berbagai ular hijau. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tak semuanya berbisa. Daripada melakukan generalisasi terhadap ular hijau yang ada di Indonesia, justru kamu harus memahami tiap spesiesnya. Dilansir Thai National Parks, ular viper dari genus Trimeresurus menjadi salah satu ular hijau berbisa tinggi yang hidup di Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Mereka dicirikan dengan badan ramping, pupil vertikal, ekor merah, dan kepala segitiga. Adapun genus Ahaetulla (ular pucuk) yang badannya ramping, panjang, kepalanya meruncing, dan pupilnya horizontal merupakan jenis ular hijau berbisa ringan yang tidak berbahaya di Indonesia. Ada juga ular hijau tidak berbisa seperti M. viridis (sanca pohon hijau) dan Gonyosoma oxycephalum (ular bajing).
3. Semua ular hijau bisa menggigit

Walau tak semuanya berbahaya, tetapi sudah bisa dipastikan kalau semua ular hijau bisa menggigit. Efek gigitannya sangat bervariasi tergantung ukuran, bentuk gigi, kandungan bisa, dan spesiesnya. Artikel di jurnal Toxicon menjelaskan kalau gigitan ular viper hijau dari genus Trimeresurus mampu menyebabkan kerusakan jaringan hingga pembengkakan. Jika tidak ditangani korban bisa meregang nyawa.
Di sisi lain, spesies berbisa ringan seperti ular pucuk hanya menyebabkan gejala ringan seperti bengkak, rasa sakit, gatal, atau iritasi. Namun, jika digigit oleh individu dewasa rasa sakitnya cukup kuat dan pembangkakannya akan membesar. Gigitan spesies tidak berbisa juga harus diwaspadai. Pasalnya, mereka memiliki ukuran besar dan gigi tajam yang mampu merobek kulit hingga daging.
4. Habitat ular hijau

Sebenarnya habitat ular hijau sangat beragam, tapi secara umum mereka akan tinggal di daerah lembap atau area dengan vegetasi rapat. Dilansir Ecologyasia, beberapa spesies seperti Trimersurus albolabris sangat suka hidup di area pertanian yang ketinggiannya mencapai 3000 mdpl. Ada pula Trimeresurus purpureomaculatus yang menghuni hutan mangrove dan area pinggir pantai. Di banyak kesempatan, spesies tidak berbahaya seperti ular bajing dan pucuk juga dapat ditemukan di hutan, pepohonan, semak-semak, hingga area pemukiman.
5. Cara menghindari ular hijau

Bagaimanapun ular hijau tetap menjadi momok walau mereka tidak berbisa dan berbahaya. Sebab, stigma masyarakat mengenai ular sudah melekat. Jadi orang-orang selalu ketakutan terhadap ular hijau dan akan panik saat berjumpa dengannya. Untungnya ada beberapa cara yang cukup efektif untuk mengusir dan menghindari kehadiran ular hijau.
Dilansir Rentokil, untuk mencegah kehadiran ular kamu harus memotong semak belukar, jangan sampai ada tikus di rumah, tutup semua lubang/sela-sela di rumah, dan jaga rumah selalu bersih dan rapi. Jika masuk hutan hindari menyentuh ular sembarangan, gunakan pakaian tebal dan panjang, serta jangan masuk semak-semak. Jika semuanya dilakukan kamu akan terhindar dari ular.
Pertanyaan, "Benarkah semua ular hijau berbahaya?", sudah terjawab tuntas. Maka dari itu, kamu tak perlu khawatir atau takut ketika bertemu dengan ular hijau. Tetap tenang, identifikasi spesiesnya, dan usir dengan perlahan. Jangan sekali-kali memprovokasi ular hijau. Pasalnya, ia akan marah, terancam, dan akhirnya menggigit.
Referensi:
Benarkah semua ular hijau berbahaya: www.inaturalist.org/guide_taxa/776618, animaldiversity.org/accounts/Opheodrys_vernalis/, dan www.worldatlas.com/animals/9-green-snake-species-slithering-around-the-world.html
Spesies: www.thainationalparks.com/species/ahaetulla-prasina, www.thainationalparks.com/species/ahaetulla-mycterizans, www.thainationalparks.com/species/gonyosoma-oxycephalum, www.thainationalparks.com/species/trimeresurus-albolabris, www.thainationalparks.com/species/trimeresurus-sumatranus, dan www.ecologyasia.com/verts/snakes-png/green-tree-python.htm
Bisa menggigit: thailandsnakes.com/oriental-whip-snake/, www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0041010198002141, gonyosoma.org/gonyosoma-species/, a-z-animals.com/animals/green-tree-python/, dan viridispython.com/green-tree-python-frequently-asked-questions
Habitat: www.ecologyasia.com/verts/snakes/shore_pit_viper.htm, www.ecologyasia.com/verts/snakes/white-lipped-pit-viper.htm, www.ecologyasia.com/verts/snakes/red-tailed-racer.htm, dan www.ecologyasia.com/verts/snakes/big-eye-green_whip-snake.htm
Cara menghindari: www.rentokil.com/id/en/services/pest-control-services/my-pest-control-quick-tips/5-ways-to-keep-snakes-away-from-your-home-and-yard, www.callnorthwest.com/2022/07/7-natural-ways-to-keep-snakes-away/, dan www.wildlifedepartment.com/outdoorok/ooj/how-avoid-unwanted-snake-encounters



















