Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Fakta Golden Lancehead, Ular Emas Mematikan dari Pulau Terlarang

Golden Lancehead
Golden Lancehead (commons.wikimedia.org/Miguelrangeljr)
Intinya sih...
  • Ular emas hidup di pulau terlarang Ilha da Queimada Grande, Brazil
  • Racun ular ini 3-5 kali lebih beracun dari spesies lain, namun telah berkontribusi pada obat-obatan
  • Golden Lancehead memangsa burung dan populasinya kini terancam punah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di lepas pantai Brazil, tersembunyi sebuah pulau kecil yang nyaris tak tersentuh manusia. Pulau ini bukan terkenal karena keindahannya, melainkan karena bahaya yang mengintai di setiap sudutnya. Pulau itu adalah Ilha da Queimada Grande, satu-satunya tempat di dunia yang di mana Golden Lancehead (Bothrops insular) hidup secara alami. Dengan warna tubuh keemasan dan bisa yang sangat mematikan, ular ini dikenal sebagai salah satu spesies ular paling berbahaya sekaligus paling langka di planet ini. Isolasi geografis selama ribuan tahun telah membentuk Golden Lancehead menjadi predator dengan adaptasi unik yang tidak dapat ditemui di spesies ular manapun. Lantas, apa saja fakta unik yang membuat Golden Lancehead begitu istimewa dan ditakuti? Mari kita telusuri satu per satu keunikan ular emas mematikan ini!

1. Endemik Pulau Paling Menakutkan di Dunia

Golden Lancehead
Golden Lancehead (commons.wikimedia.org/Miguelrangeljr)

Ular Tombak Emas hanya hidup di pulau terlarang di dunia yaitu Ila da Queimada Grande, Brazil. Pulau ini dijuluki sebagai pulau ular, karena hampir semua 'penduduknya' adalah seekor ular. Ular ini hidup di beberapa habitat, mulai dari perbukitan berbatu hingga hutan subtropis. Karena mereka hanya terdapat di snake island, mereka termasuk dalam daftar hewan endemik pulau ular ini.

2. Memiliki Racun Super Mematikan

Golden Lancehead
Golden Lancehead (commons.wikimedia.org/Governo do Estado de São Paulo)

Dilansir dari laman AZ Animals, Ular Tombak Emas ini merupakan salah satu spesies paling berbisa di dunia. Para ilmuan mengatakan bahwa racun mereka 3 hingga 5 kali lebih beracun daripada spesies ular berkepala tombak lainnya. Para ilmuan pun memperkirakan bahwa gigitannya dapat menyebabkan tingkat kematian sebesar 7%, jikalau tidak cepat-cepat ditangani. Walaupun belum ada kasus yang meninggal akibat gigitannya, ada yang mengatakan bahwa jika manusia terkena gigitan ular ini, bisa atau racunnya dapat menyebabkan rasa sakit dan bengkak di sekitar gigitan, mual dan muntah, muntah darah, urine berdarah, memar, pendarahan usus, gagal ginjal, pendarahan otak, serta kematian jaringan otot yang parah. Bahkan gigitan dan bisanya hanya membutuhkan 6 jam untuk menghilangkan nyawa. Walaupun bisanya sangat berbahaya dan mematikan, dilansir dari sumber yang sama, bisa ular ini telah berkontribusi pada obat-obatan untuk tekanan darah tinggi dan gangguan pembekuan darah.

3. Warna Emas Kekuningan yang Memukau

Golden Lancehead
Golden Lancehead (commons.wikimedia.org/Nayeryouakim)

Memiliki panjang sekitar 70 hingga 90 cm, dan bahkan ada juga yang mencapai 1,18 m. Sesuai namanya, kulitnya yang bersisik ini berwarna kuning hingga cokelat keemasan muda, dengan pola bercak yang tidak beraturan berwarna lebih tua dari warna dasarnya. Selain itu, kata 'lancehead' pada namanya, merujuk pada kepalanya yang berbentuk seperti ujung tombak dengan kepala yang bersudut tajam – dan juga mata berwarna kuning keemasan dengan pupil elips.

4. Bukan Pemangsa Hewan Darat Tapi Hewan Terbang

Golden Lancehead
Golden Lancehead (commons.wikimedia.org/Ko biet)

Tidak seperti ular pada biasanya yang di mana mereka lebih banyak memangsa hewan-hewan darat sebagai makanannya, Golden Lancehead justru sering memangsa burung untuk menjadi santapannya – karena pulau tempat tinggalnya kekurangan mangsa darat lain, sehingga burung migran menjadi sumber makanan utama yang melimpah. Biasanya jenis burung yang mereka mangsa adalah burung Tyrant Flycatcher dan burung Passerine di pulau itu. Namun, untuk ular yang masih muda, mereka biasanya masih memangsa kadal hingga anak burung. Hal ini merupakan sebuah evolusi untuk bertahan hidup di lingkungan dengan sumber daya yang terbatas.

5. Asal-usul Nama yang Unik

Golden Lancehead
Golden Lancehead (commons.wikimedia.org/Miguelrangeljr)

Nama Golden Lancehead diambil berdasarkan warna tubuhnya yang berwarna kuning atau cokelat keemasan, serta kata 'Lancehead' diambil berdasarkan kepalanya yang berbentuk seperti ujung tombak. Namun, tidak hanya asal-usul namanya saja yang unik, nama ilmiahnya pun tidak kalah uniknya. Nama ilmiahnya adalah Bothrops insular, Bothrops sendiri adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti lubang atau wajah berlubang, sementara insular sendiri berarti pulau – nama ini sesuai dengan habitat asli mereka yang berasal dari pulau.

6. Populasinya Di Ujung Tanduk Kepunahan

Golden Lancehead
Golden Lancehead (commons.wikimedia.org/Nayeryouakim)

Walaupun mereka tinggal di pulau yang tidak dihuni oleh manusia, akan tetapi populasi mereka kini berada di ambang kepunahan. IUCN telah mengklasifikasikan mereka sebagai spesies yang sangat terancam punah atau Critically Endangered, dan juga masuk dalam the IUCN's Red List of Threatened Species. Dilansir dari AZ Animals, orang-orang membakar vegetasi di pulau itu untuk mencoba membunuh ular dan memulai perkebunan pisang. Walau begitu, ular-ular dapat bersembunyi di celah-celah bebatuan hingga api mereda. Walaupun para ular selamat, habitatnya mengalami kerusakan yang cukup signifikan, dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa tumbuh lebat lagi. Selain itu, perburuan liar juga menjadi sebuah ancaman besar bagi mereka, akan tetapi belum diketahui banyak terkait hal ini.

Golden Lancehead bukan sekadar ular berbisa, melainkan hasil evolusi yang sangat spesifik dari lingkungan yang terisolasi. Namun, betapa rapuhnya juga spesies ini dengan wilayah hidup yang sangat terbatas. Ancaman perburuan ilegal dan perubahan lingkungan membuat masa depan ular ini semakin tidak pasti. Melindungi Golden Lancehead berarti menjaga keseimbangan ekosistem unik di Snake Island sekaligus menghormati proses alam yang telah membentuknya selama ribuan tahun. Dalam diam dan bahaya, ular emas ini menjadi saksi bahwa tidak semua keajaiban alam diciptakan untuk disentuh manusia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Kenapa Reptil Jarang Bersuara? Ini Penjelasannya

03 Feb 2026, 18:15 WIBScience