ilustrasi capung (unsplash.com/Mathijs de Koning)
Capung tidak perlu mengandalkan tubuh besar, rahang kuat, atau kecepatan seperti cheetah untuk menangkap mangsa. Senjatanya justru adalah kemampuan membaca gerakan dan memprediksi ke mana mangsanya akan bergerak.
Dilansir Journal of Comparative Physiology, saat melihat mangsa terbang, capung tidak sekadar mengejar posisi mangsa saat ini. Penelitian menunjukkan capung mengarahkan tubuhnya menuju titik yang diperkirakan akan dilewati mangsa, sebuah strategi yang dikenal sebagai predictive interception.
ilustrasi mata capung (pexels.com/Mustafa Ozturk)
Mata majemuk capung terdiri dari ribuan unit optik kecil yang disebut ommatidia. Struktur ini membantu capung mendeteksi objek bergerak dengan sangat baik dan memberikan bidang pandang yang sangat luas.
Dilansir Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, lebih menariknya lagi, sistem visual capung memiliki neuron khusus yang membantu mendeteksi dan melacak target bergerak. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke sistem pengendali gerak untuk membantu menentukan arah penerbangan.