Comscore Tracker

5 Penemuan Arkeologis yang Dianggap Membawa Petaka dan Kutukan

Mengapa bisa begitu?

Ada banyak penemuan-penemuan bersejarah arkeologis yang berkontribusi besar bagi ilmu pengetahuan, terutama di bidang sejarah. Biasanya, ilmuwan dan ahli sejarah akan melakukan studi dan penelitian secara mendalam tentang penemuannya itu.

Namun, ada sebagian kecil penemuan-penemuan mereka yang mengandung misteri dan bahkan dianggap sebagai pembawa petaka atau kutukan. Benarkah demikian? Dan mengapa bisa begitu? Inilah 5 penemuan arkeologis yang dianggap terkutuk dan membawa petaka. Disimak, ya!

1. Makam Raja Tutankhamun

5 Penemuan Arkeologis yang Dianggap Membawa Petaka dan Kutukanancient-origins.net

Raja Tutankhamun adalah seorang Firaun Mesir yang memerintah pada era yang disebut Kerajaan Baru Mesir. Tutankhamun atau biasanya ia disebut Raja Tut, merupakan penguasa dari dinasti ke-18 Mesir pada 1333 Sebelum Masehi hingga 1324 Sebelum Masehi.

Laman National Geographic mencatat bahwa penemuan arkeologis berupa makam dan mumi Rata Tut merupakan salah satu penemuan yang dianggap sebagai pembawa sial. Makam Tutankhamun sendiri ditemukan pada 1922 di sebuah lembah dekat Luxor, Mesir.

Makam berusia ribuan tahun tersebut menarik perhatian para arkeolog dan ahli sejarah. Anehnya, beberapa orang yang terlibat dalam penelitian tersebut meninggal, beberapa di antaranya tanpa sebab yang jelas.

Ahli sejarah menyatakan bahwa sebetulnya hal tersebut terjadi secara kebetulan, pasalnya, beberapa orang yang meninggal tersebut memiliki jarak waktu beberapa tahun. Bukan hanya makam Raja Tut, hampir semua makam raja Mesir memiliki segel yang bertuliskan "kutukan".

Tulisan dalam segel ini berfungsi untuk mencegah seseorang merusak makam-makam tersebut. Kemungkinan berikutnya adalah karena bakteri dan virus yang memang bersarang di makam mumi tersebut. Pada saat imun tubuh sedang tidak bagus, seseorang bisa terserang virus yang membahayakan.

2. Terompet perang Raja Tut

5 Penemuan Arkeologis yang Dianggap Membawa Petaka dan Kutukandailystar.co.uk

Lagi-lagi berhubungan dengan Raja Tut. Kali ini peninggalannya yang berupa terompet "sakti" yang dianggap sebagai pembawa sial dan kutuk. Ditemukan hampir bersamaan dengan makamnya, terompet milik Tutankhamun terletak tidak jauh dari lembah pemakaman Raja Tut.

Terompet-terompet yang terbuat dari kayu, perunggu, dan perak ini diyakini memiliki kekuatan mistis yang sangat besar. Pada zaman Raja Tut, terompet ini digunakan untuk menciptakan sebuah peperangan, dan terompet ini hanya digunakan pada perang-perang besar.

Dicatat dalam laman BBC, pada 1939 silam terompet ini ditiup dan suaranya direkam supaya seluruh dunia dapat mendengarnya dengan baik. Apa yang terjadi setelah itu? Ya, Perang Dunia II pecah tak lama setelahnya--di tahun yang sama.

Tentu ilmuwan tidak serta merta menganggap bahwa Perang Dunia II terjadi akibat sebuah tiupan terompet. Namun, bagaimana pun, kejadian tersebut telah terngiang-ngiang sebagai sebuah kejadian mengerikan yang dianggap sebagai akibat terompet pembawa sial Raja Tut.

Perang Dunia II sendiri dianggap sebagai salah satu perang terbesar karena melibatkan lebih dari 100 juta pasukan militer. Perang itu telah merenggut sekitar 70 juta jiwa dan telah membuka jalan bagi penggunaan senjata nuklir. Apakah kutukan terompet Raja Tut sebuah kenyataan atau kebetulan? Bagaimana menurutmu?

Baca Juga: Istilah Benda-benda Langit yang Masih Sering Disalahartikan, Apa Saja?

3. Vas Basano

5 Penemuan Arkeologis yang Dianggap Membawa Petaka dan Kutukanaminoapps.com

Vas bunga ini berusia relatif muda, yakni dibuat pada 1400-an oleh seniman asal Italia. Sebetulnya bukan vas tersebut yang dianggap mengerikan, melainkan kisah-kisah tragis di baliknya.

Begitu hebohnya pemberitaan ini hingga laman sains Mental Floss pun mengulasnya. Menurut sebuah cerita, vas tersebut pernah dihadiahkan kepada seorang wanita sebelum hari pernikahannya. Sayangnya ia terbunuh di malam sebelum pernikahannya, dan kabarnya ia sedang memegang vas hadiah tersebut.

Kutukan-kutukan tersebut ternyata berlangsung secara turun temurun bagi siapa saja yang memiliki Vas Basano. Akhirnya vas aneh tersebut dikubur, hingga pada 1988 ditemukan oleh seorang arkeolog.

Pada tahun yang sama Vas Basano dilelang dan dibeli oleh seorang apoteker. Tebaklah apa yang terjadi, ya kamu benar, ia tewas secara misterius 3 bulan setelah memiliki vas tersebut. Vas tersebut dijual kembali pada seorang dokter, lagi-lagi ia meninggal tepat setelah ia membeli Vas Basano.

Sempat diserahkan kepada pihak kepolisian dan museum, namun akhirnya vas tersebut dikubur entah di mana. Beberapa kalangan yang skeptis percaya bahwa cerita-cerita tersebut terlalu dibuat-buat, karena faktanya, kini Vas Basano menghilang entah ke mana.

4. Manusia Es Otzi

5 Penemuan Arkeologis yang Dianggap Membawa Petaka dan Kutukancshl.edu

Otzi atau Oetzi adalah mumi Manusia Es yang diperkirakan berusia 5.300 tahun. Penemuan arkeologis ini dianggap sebagai salah satu penemuan yang membawa petaka atau kutukan. Ada beberapa orang yang terlibat dalam penelitian Otzi yang meninggal tanpa sebab yang jelas.

Seperti diberitakan dalam Deutsche Welle, seorang arkeolog senior Amerika Serikat ditemukan meninggal dunia pada saat menulis tentang studinya yang berkaitan dengan Otzi.

Faktanya, arkeolog tersebut adalah orang ke-7 yang meninggal dari semua ilmuwan yang meneliti tentang Manusia Es Otzi--dalam rentang waktu satu tahun. Otzi ditemukan pada 1991 di pegunungan Alpen, dekat perbatasan antara Italia dengan Austria.

Pada awalnya, mumi tersebut ditemukan oleh seorang turis asal Jerman bernama Helmut Simon. Namun, turis tersebut meninggal akibat badai salju di sekitar penemuan mumi Otzi. Setelah itu, kepala tim penyelamat gunung yang membawa mayat Helmut juga akhirnya meninggal dunia.

Ilmuwan dan arkeolog yang meneliti Otzi juga meninggal dunia. Mereka adalah Konrad Spindler dan Rainer Henn. Bahkan, pendaki gunung kawan dari Henn juga harus meninggal karena pernah bersentuhan langsung dengan Otzi.

Tak cukup sampai di situ, arkeolog lain dan pembuat film dokumenter tentang studi Otzi juga meninggal dunia. Semuanya meninggal akibat pernah bersentuhan langsung dengan Otzi. Namun banyak ilmuwan percaya bahwa semuanya hanya kebetulan.

Pasalnya, banyak dari mereka yang ternyata sudah memiliki penyakit mematikan seperti tumor, kanker, dan jantung. Bagaimana menurutmu? Suatu kebetulan belaka?

5. Makam Raja Casimir IV Jagiellon

5 Penemuan Arkeologis yang Dianggap Membawa Petaka dan Kutukanancient-origins.net

Dicatat dalam laman Ancient Origins, makam Raja Casimir IV Jagiellon disebut-sebut sebagai salah satu makam paling terkutuk di tanah Eropa. Casimir IV adalah raja Polandia pada 1447 hingga kematiannya.

Pada era kepemimpinannya, Polandia menjadi salah satu negeri yang disegani di wilayah Eropa Barat hingga Timur. Casimir IV juga merupakan pejabat tertinggi Polandia yang menerima gelar Order of the Garter, sebuah ordo kehormatan dari Inggris.

Pada 1970, untuk pertama kalinya makam dari Raja Casimir IV diizinkan untuk dibuka guna penelitian. Izin khusus ini didapatkan dari Kardinal Karol Wojtila, yakni Uskup Agung Krakow. Izin ini diperlukan karena pemerintah Polandia saat itu sangat tertutup dan bersifat sosialis.

Sayangnya, penelitian tersebut membawa sebuah kutukan atau petaka--setidaknya beberapa orang menganggapnya demikian. Beberapa orang peneliti dan arkeolog meninggal dunia akibat bakteri dan virus yang mungkin sudah ada pada makam tersebut.

Totalnya ada 15 orang diketahui meninggal dunia akibat bersentuhan langsung dengan makam keramat tersebut. Sebagian besar meninggal akibat infeksi dan kanker. Penelitian terbaru menyatakan bahwa makam-makam kuno sering mengandung bakteri, virus, dan fungi yang membahayakan kesehatan.

Itulah lima penemuan arkeologis yang dianggap dapat membawa petaka dan kutukan. Bagaimana menurutmu? Apakah semuanya sebuah kebetulan belaka atau memang kutukan itu nyata?

Baca Juga: 7 Taktik Perang Kuno Ini Dipakai untuk Menghancurkan Psikologi Musuh

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya