Comscore Tracker

5 Jenis Penglihatan pada Hewan, Pastinya Berbeda dengan Manusia

Masing-masing spesies memiliki caranya sendiri

Berbeda dengan manusia, dunia fauna memiliki cara tersendiri untuk bertahan dan beradaptasi di ganasnya alam liar. Salah satu cara adaptif yang dapat mereka kembangkan adalah kemampuan penglihatan yang unik.

Ada beberapa jenis penglihatan dalam dunia fauna. Jenis dan cara-cara tersebut tentunya unik dan sesuai dengan kebutuhan dari spesies yang bersangkutan. Apa saja jenis-jenis penglihatan pada hewan? Yuk, belajar biologi!

1. Polarisasi

5 Jenis Penglihatan pada Hewan, Pastinya Berbeda dengan Manusiaextension.unh.edu

Polarisasi adalah proses cahaya dalam menyinari sebuah objek benda. Beberapa jenis hewan memiliki cara polarisasi sebagai teknik penglihatan mereka. Laman Nature World News mencatat bahwa kumbang memiliki jenis penglihatan polarisasi yang cukup kompleks.

Beberapa spesies kumbang dapat memancarkan dan menangkap gelombang cahaya khusus, di mana hanya mereka yang dapat melihatnya. Selain kumbang, capung juga memiliki kemampuan penglihatan yang sangat kompleks.

Para peneliti dari University of Cincinnati telah melakukan studi dan penelitian mendalam terhadap morfologi mata kumbang dan beberapa serangga lainnya. Hasilnya, mereka memiliki lensa bifokal di mata mereka. Mata jenis ini memiliki dua lensa sekaligus, yang berfungsi untuk melihat jauh dan dekat secara bersamaan.

Kemampuan penglihatan polarisasi memang sangat dibutuhkan oleh beberapa jenis serangga, karena dalam rantai makanan, posisi mereka berada pada posisi memangsa dan dimangsa. Pada saat mata mereka fokus untuk berburu, di saat bersamaan mata mereka juga dapat mengawasi lingkungan sekitar.

2. Sensor inframerah

5 Jenis Penglihatan pada Hewan, Pastinya Berbeda dengan Manusiatheaustralian.com

Salah satu spesies yang memiliki kemampuan penglihatan dengan sensor inframerah adalah ular, seperti ditulis dalam laman Nature. Sebetulnya mata ular tidak dapat melihat dengan jelas. Namun, dengan bantuan sebuah organ berupa rongga di kepala mereka, ular dapat terbantu dalam berburu di malam hari.

Ilmuwan melakukan studi empiris dan menyimpulkan bahwa semua spesies ular memiliki reseptor inframerah yang dapat mereka andalkan untuk berburu dalam gelap. Cara penglihatan ini akan merefleksikan panas tubuh dari mangsanya, sehingga ular dapat membedakan mana mangsa dan mana predator di alam liar.

Kemampuan ini berkembang secara perlahan dan dibutuhkan evolusi selama ratusan ribu atau jutaan tahun untuk menyempurnakannya. Tanpa kemampuan ini, ular tak akan bertahan di alam liar karena mayoritas spesies ular adalah nokturnal atau aktif di malam hari.

Baca Juga: 8 Perilaku Ilmiah dari Hewan-hewan Ini Ternyata Dapat Menginspirasi

3. Penglihatan spektrum UV

5 Jenis Penglihatan pada Hewan, Pastinya Berbeda dengan Manusiamedium.com

Sangat jarang ada organisme yang memiliki kemampuan penglihatan yang dapat menangkap warna-warna kompleks pada spektrum UV (ultraviolet). Namun, kupu-kupu ternyata memiliki kemampuan ini, seperti dicatat dalam laman Australian Butterflies.

Kupu-kupu dapat melihat semua warna yang ada pada spektrum warna sinar UV. Kemampuan ini memang sangat dibutuhkan oleh kupu-kupu untuk melihat bunga-bunga yang sedang mengalami fluoresensi. Bunga yang berfluoresensi adalah bunga yang menyerap warna-warna tertentu dalam spektrum ultraviolet.

Nah, hubungan antara bunga dan kupu-kupu adalah hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Kupu-kupu dapat minum nektar bunga, sedangkan bunga mendapatkan keuntungan berupa penyerbukan akibat aktivitas kupu-kupu di bunga tersebut.

4. Fotoreseptor super

5 Jenis Penglihatan pada Hewan, Pastinya Berbeda dengan Manusiatwofishdivers.com

Tidak seperti hewan lain yang memiliki fotoreseptor terbatas, udang mantis memiliki fotoreseptor super untuk membedakan warna secara detail. Laman National Geographic mencatat bahwa udang mantis memiliki fotoreseptor super yang dapat mendeteksi cahaya secara mandiri.

Mata udang mantis merupakan mata majemuk yang terdiri dari ribuan unit kecil. Pada umumnya, manusia dan hewan lainnya hanya memiliki 3 fotoreseptor. Namun, khusus udang mantis memiliki 12 hingga 16 fotoreseptor. Dengan kemampuan ini, udang mantis dapat melihat warna secara detail meskipun berada di dalam air.

Namun, beberapa ilmuwan juga berpendapat bahwa udang mantis justru tidak dapat melihat lingkungan dengan baik akibat pandangannya yang terlalu pekat warna. Oh ya, udang mantis juga dapat melihat spektrum UV dengan cukup baik, di mana kemampuan ini dapat mereka gunakan untuk mencari makan di kedalaman tertentu.

5. Optik multifokal

5 Jenis Penglihatan pada Hewan, Pastinya Berbeda dengan Manusiaedboks.com

Sistem penglihatan tokek dan burung hantu termasuk sistem penglihatan yang sangat tajam di malam hari. Tak mengherankan karena mereka adalah hewan yang aktif di malam hari.

Penglihatan mereka disebut sebagai penglihatan optik multifokal, karena memang spesies-spesies tersebut memiliki lensa multifokal atau multifokus. Dicatat dalam Science Daily, tokek memiliki penglihatan 350 kali lebih sensitif dibandingkan dengan penglihatan manusia.

Jadi, dengan kemampuan seperti ini, seekor tokek dan burung hantu dapat melihat hamparan bintang dengan sangat jelas dan terang di malam hari. Namun, penglihatan seperti ini ternyata buruk pada saat siang hari.

Hewan-hewan yang memiliki kemampuan multifokal memang akan tidak nyaman pada saat siang hari. hal tersebut terjadi karena mata mereka terlalu sensitif terhadap sinar matahari. Itu sebabnya mereka akan dengan cepat menghindar dari cahaya yang menyilaukan mata.

Itulah beberapa jenis penglihatan di dunia fauna. Kemampuan adaptif mereka memang telah berevolusi dalam jangka waktu yang sangat lama. Ternyata, masing-masing spesies memang memiliki cara uniknya sendiri, ya!

Baca Juga: 9 Hewan Liar Ini Gagal Dijadikan Hewan Jinak atau Didomestikasi

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya