Comscore Tracker

5 Fakta Ilmiah tentang Musibah Pesawat Ulang-alik Columbia 2003

Dianggap sebagai tragedi NASA paling memilukan

Selain musibah meledaknya pesawat ulang-alik Challenger pada 1986 lalu, NASA juga pernah mengalami sebuah tragedi memilukan yang berkaitan dengan pesawat ulang-alik, yakni musibah hancurnya pesawat Columbia pada 2003 lalu. Sebagai fakta, musibah ini merupakan salah satu kejadian terburuk yang dialami oleh NASA hingga detik ini.

Ada beberapa fakta ilmiah yang berkaitan dengan musibah Columbia 2003. Benarkah musibah Columbia memang dibiarkan terjadi begitu saja? Yuk, disimak artikelnya!

1. Misi Columbia merupakan misi ambisius NASA sejak era 1980-an

5 Fakta Ilmiah tentang Musibah Pesawat Ulang-alik Columbia 2003chicago.cbslocal.com

Seperti ditulis dalam laman sains Space, pesawat ulang-alik Columbia merupakan salah satu bagian penting dari proyek dan ambisi NASA untuk menguasai angkasa di era modern setelah pendaratan manusia di Bulan. Bahkan, pesawat Columbia merupakan pesawat ulang-alik pertama yang mampu mencapai luar angkasa pada 1981.

Tentunya kamu bertanya-tanya, jika Columbia merupakan pesawat ulang-alik pertama di luar angkasa, lantas bagaimana dengan Apollo 11 yang membawa manusia ke Bulan? Berbeda dengan peluncuran Columbia 1981, pendaratan manusia di Bulan pada 1969 menggunakan empat jenis wahana berbeda, yakni Little Joe II, Saturn I, Saturn IB, dan Saturn V.

Nah, Saturn V merupakan roket luar angkasa yang sukses membawa manusia ke Bulan. Selain itu, ada wahana lain yang menampung astronaut lainnya untuk mengitari Bulan, yakni Command Module Columbia, di mana modul ini sangat berbeda dengan pesawat ulang-alik Columbia 1981. Jadi, dengan ambisinya, NASA kembali menciptakan sebuah wahana ulang-alik bernama Columbia Orbiter Vehicle 102.

Pesawat Columbia ini merupakan pengembangan dari proyek-proyek NASA di masa lalu setelah sukses mengirimkan manusia ke Bulan. Sekadar informasi, pesawat ulang-alik Columbia telah melakukan 28 misi penting untuk NASA. Sayangnya, misi ke-28 merupakan misi terakhir Columbia karena dalam misi itulah tragedi Columbia 2003 terjadi dan menewaskan seluruh astronaut di dalamnya.

2. Proyek dan misi Columbia telah menghabiskan anggaran yang sangat besar

5 Fakta Ilmiah tentang Musibah Pesawat Ulang-alik Columbia 2003esa.int

Sama seperti misi-misi NASA lainnya, proyek dan pembuatan pesawat ulang-alik Columbia juga membutuhkan dana dan sumber daya yang sangat masif. Seperti ditulis dalam laman History, pada era 1970-an saja, NASA telah menghabiskan dana sebesar 10 miliar dolar AS atau Rp140 triliun (kurs saat ini). Bahkan, jika misi-misi NASA digabungkan selama beberapa dekade ke belakang, diprediksi NASA sudah menghabiskan dana sebesar 200 miliar dolar AS atau setara Rp2,8 kuadriliun (kurs saat ini).

Tentu saja dana sebesar itu memang dibutuhkan NASA untuk melancarkan ambisinya di luar angkasa. Kontrak proyek Columbia sendiri sudah dimulai sejak 1972. Namun, misi Columbia ke luar angkasa baru bisa direalisasikan pada 1981 dan menjadi satu-satunya pesawat ulang-alik yang mampu membawa astronaut ke luar angkasa untuk pertama kalinya.

Pesawat ulang-alik Columbia telah membantu NASA dalam melakukan banyak tugas penting. Jarak perjalanan yang ditempuh dalam 28 kali misinya adalah lebih dari 200 juta kilometer. Bahkan, Columbia juga sudah membantu NASA dalam melepaskan delapan satelit di orbit Bumi. Total awak astronaut yang pernah dibawa oleh Columbia adalah 160 orang, termasuk tujuh yang meninggal akibat musibah di misi ke-28.

Baca Juga: Suriah dan Rusia Kecam Serangan Udara AS di Deir al-Zor

3. Sama seperti Challenger, pesawat Columbia juga membawa tujuh astronaut dalam misi terakhirnya

5 Fakta Ilmiah tentang Musibah Pesawat Ulang-alik Columbia 2003pinimg.com

Mirip seperti tragedi Challenger yang menewaskan tujuh orang astronaut di dalamnya, Columbia pun juga membawa tujuh awak untuk misi di luar angkasa. Bedanya, jika Challenger meledak di udara setelah lepas landas, Columbia justru meledak pada saat akan mendarat di Bumi.

Melansir NASA, tujuh awak astronaut Columbia 2003 yakni:

  • Rick D. Husband, menjabat sebagai komandan misi Columbia;
  • William C. McCool, seorang pilot senior dan pada saat itu ditugaskan untuk mengendarai pesawat Columbia;
  • Michael P. Anderson, seorang astronaut NASA yang juga menjabat sebagai wakil komandan misi;
  • David M. Brown, astronaut NASA sekaligus anggota marinir AS. Misi ini merupakan misi luar angkasa pertama yang dilakukan oleh David Brown;
  • Kalpana Chawla, seorang astronaut dan teknisi mesin. Kalpana juga merupakan perempuan India pertama yang berada di luar angkasa;
  • Laurel Brail Salton, seorang dokter NASA yang mendampingi para astronaut dalam misi Columbia 2003;
  • Ilan Ramon, seorang pilot jet tempur sekaligus astronaut yang berasal dari Israel.

Tujuh awak astronaut dalam misi Columbia 2003 dinyatakan tidak selamat pada saat pesawat ulang-alik yang mereka tumpangi meledak dan hancur berkeping-keping di udara. Pada 16 januari 2003, pesawat Columbia sukses melakukan lepas landas di Space Transportation System (STS) dan rencananya akan kembali mendarat di Pusat Antariksa Kennedy pada 1 Februari 2003.

4. Penyebab hancurnya pesawat ulang-alik Columbia

https://www.youtube.com/embed/PV8S0Av_-mE

Pada 1 Februari 2003, pesawat ulang-alik Columbia melakukan perjalanan kembali untuk pulang ke Bumi. Namun, sayangnya, pesawat yang rencananya mendarat di Pangkalan Pesawat Antariksa Kennedy tersebut harus meledak dan hancur saat memasuki atmosfer Bumi. Apa yang menyebabkan musibah tersebut?

Space dalam lamannya mencatat bahwa NASA bahkan harus menangguhkan progam dan misi pesawat ulang-alik selama dua tahun untuk secara khusus menyelidiki musibah Columbia 2003. Sebelumnya, pada saat pesawat Columbia sukses meluncur ke luar angkasa, pihak NASA justru menemukan potongan yang diduga bagian dari pesawat Columbia.

Misi selama 16 hari di luar angkasa telah sukses dilakukan. Astronaut telah melakukan tugas dan misinya dengan sangat baik di luar sana. Namun, mereka tidak tahu bahwa itu merupakan saat-saat terakhir mereka. Beberapa pihak yang mendengar mengenai serpihan pesawat tersebut segera menyarankan memata-matai pesawat Columbia di wilayah orbital Bumi.

Bahkan, Departemen Pertahanan AS juga rencananya siap membantu dan mengerahkan wahana mata-mata militer di orbit Bumi untuk mendeteksi kerusakan pada pesawat Columbia. Namun, pejabat berwenang di NASA justru menolak dan menganggap bahwa semuanya berada dalam kontrol NASA.

Klimaksnya, pada saat Columbia memasuki atmosfer Bumi, Pusat Kontrol NASA mendeteksi ada kebocoran panas di beberapa bagian pesawat. Sensor suhu di sayap kiri juga hilang dan beberapa mesin mengalami malfungsi. Dalam penyelidikan ditemukan fakta bahwa Columbia tidak selamat memasuki atmosfer akibat kerusakan sayap yang disebabkan oleh hantaman potongan objek semacam busa.

5. NASA sudah tahu bahwa Columbia akan mengalami masalah, namun tidak menyangka bahwa masalah itu membawa petaka

5 Fakta Ilmiah tentang Musibah Pesawat Ulang-alik Columbia 2003spacenews.com

Isunya, NASA sudah tahu bahwa pesawat ulang-alik Columbia akan hancur pada saat memasuki atmosfer Bumi. Namun, NASA memilih bungkam dan tidak bertindak apa-apa karena memang tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan Columbia di atas sana. Akan tetapi, ada banyak tuduhan yang dilancarkan ke NASA bahwa badan antariksa Amerika tersebut justru terlibat konspirasi.

Terlepas dari berbagai macam mitos, isu, dan berita samar yang meliputi musibah Columbia, faktanya NASA tidak pernah terkesan membiarkan kecelakaan tersebut terjadi. Memang, NASA mendeteksi sebuah kerusakan, namun itu sudah mereka laporkan kepada komandan misi Columbia, Rick D. Husband.

Sepuluh tahun setelah tragedi Columbia, ada beberapa pihak NASA yang mengatakan bahwa memang sebaiknya kru atau awak astronaut Columbia tidak perlu tahu bahwa mereka akan tewas pada saat memasuki Bumi. Ditulis dalam laman sains Phys, awak pesawat Columbia dan NASA akan terus maju semaksimal mungkin meskipun tengah dihadapkan dengan kejadian yang tampak mustahil.

Tanggapan dan beberapa tulisan akan hal ini membuka mata dunia yang bertanya-tanya, apa benar NASA memang membiarkan tujuh awaknya tewas di atas sana? Faktanya, NASA tidak pernah merilis pernyataan resmi terkait hal ini. Ahli NASA lainnya juga beranggapan bahwa jika pun NASA tahu, tidak ada yang bisa dilakukan untuk membantu Columbia di atas sana. Jadi, sedikit merahasiakan hal itu pada tujuh awak Columbia dianggap jalan yang paling manusiawi.

Lima fakta ilmiah mengenai tragedi pesawat ulang-alik Columbia yang terjadi pada 2003 lalu sungguh menarik. Semoga artikel ini dapat menambah dan memperkaya pengetahuan kamu, ya!

Baca Juga: 10 Fakta Ilmiah Perbandingan Hal-hal di Alam Semesta, Gak Nyangka!

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya