Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Albatros Amsterdam, Burung Laut Langka yang Terancam Punah
Albatros Amsterdam, spesies albatros langka dari Pulau Amsterdam. (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)
  • Albatros Amsterdam adalah burung laut besar yang sangat langka, dengan populasi global hanya sekitar 130 individu dan statusnya kini terancam punah menurut IUCN.
  • Spesies ini hanya berkembang biak di Pulau Amsterdam, wilayah terpencil milik Prancis di Samudra Hindia selatan, menjadikannya sangat rentan terhadap bencana atau penyakit.
  • Memiliki bulu cokelat gelap khas dan siklus hidup lambat, albatros ini menghadapi ancaman serius dari perikanan rawai, spesies invasif, serta risiko wabah yang dapat memusnahkan populasinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Burung laut dikenal sebagai penjelajah samudra yang tangguh. Mereka bisa terbang ribuan kilometer tanpa henti, mengikuti angin dan ombak di lautan luas. Nah, kali ini kita akan membahas salah satu burung laut paling langka di dunia, yaitu albatros Amsterdam.

Albatros Amsterdam (Diomedea amsterdamensis) adalah spesies albatros besar yang hanya berkembang biak di satu pulau terpencil di Samudra Hindia selatan. Jumlahnya sangat sedikit dan statusnya kini terancam punah. Penasaran apa saja fakta uniknya? Yuk, simak lima fakta albatros Amsterdam selengkapnya berikut ini!

1. Salah satu albatros paling langka di dunia

Albatros Amsterdam termasuk dalam kelompok albatros besar. (commons.wikimedia.org/Antoine Lamielle)

Albatros Amsterdam termasuk dalam kelompok albatros besar (great albatross). Dilansir One Earth, panjang tubuhnya sekitar 107–122 cm dan rentang sayap mencapai 2,8–3,4 meter. Beratnya bisa mencapai 8 kilogram!

Yang membuatnya makin istimewa, populasi globalnya diperkirakan hanya sekitar 130 individu saja. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 80 burung dewasa yang siap berkembang biak. Angka ini membuatnya menjadi salah satu albatros paling langka di bumi.

2. Hanya berkembang biak di satu pulau terpencil

Seekor albatros Amsterdam bersama dengan anaknya. (commons.wikimedia.org/Vincent Legendre)

Berbeda dengan banyak burung laut lain yang memiliki beberapa koloni, albatros Amsterdam hanya berkembang biak di satu pulau terpencil.  Dilansir BirdLife Data Zone, burung laut ini berkembang biak di Pulau Amsterdam, sebuah wilayah terpencil milik Prancis di Samudra Hindia selatan. Mereka bersarang di dataran tinggi berawa bernama Plateau des Tourbières pada ketinggian sekitar 500–600 meter. Bayangkan, seluruh masa depan spesies ini bergantung pada satu lokasi saja. Jika terjadi bencana atau wabah penyakit, dampaknya bisa sangat besar.

3. Berbulu cokelat gelap berbeda dari albatros lainnya

Albatros Amsterdam punya bulu cokelat yang mendominasi. (commons.wikimedia.org/Antoine Lamielle)

Kebanyakan albatros besar dewasa didominasi warna putih. Namun, albatros Amsterdam berbeda. Burung ini justru mempertahankan bulu cokelat gelap saat dewasa. Bagian atas tubuhnya berwarna cokelat seperti cokelat pekat, dengan topeng putih di wajah serta bagian dada bawah dan perut yang lebih terang. Di dadanya terdapat pita cokelat lebar yang kontras. Paruhnya berwarna merah muda dengan ujung kehijauan dan tepi hitam tipis yang khas.

4. Penjelajah samudra yang tangguh

Albatros Amsterdam, penjelajah samudra yang tangguh. (commons.wikimedia.org/Antoine Lamielle)

Sebagian besar hidupnya dihabiskan di laut lepas. Albatros Amsterdam menggunakan teknik dynamic soaring, yaitu meluncur mengikuti pola angin di atas ombak tanpa banyak mengepakkan sayap. Dilansir Animalia, saat musim berkembang biak, induk yang sedang tidak menjaga telur bisa terbang hingga 2.400 kilometer untuk mencari makan. Makanannya meliputi cumi-cumi, ikan, dan krustasea yang mereka tangkap di permukaan laut.

5. Siklus hidupnya lambat dan penuh tantangan

Anak albatros Amsterdam (commons.wikimedia.org/Antoine Lamielle)

Albatros Amsterdam hanya berkembang biak setiap dua tahun sekali. Masa pengeraman telurnya sekitar 80 hari dan anak burung membutuhkan waktu sekitar 230 hari sebelum bisa terbang. Setelah itu, burung muda akan menghabiskan sekitar lima tahun di laut sebelum kembali ke koloni untuk berkembang biak. Siklus yang sangat panjang ini membuat pertumbuhan populasinya berjalan lambat.

Dilansir BirdLife Data Zone, saat ini, albatros Amsterdam masuk dalam kategori spesies terancam punah atau Endangered menurut IUCN. Ancaman seperti perikanan rawai (longline fishing), spesies invasif di pulau, dan penyakit membuat spesies ini semakin rentan. Bahkan satu wabah penyakit saja bisa berdampak besar pada seluruh populasinya.

Itulah lima fakta menarik mengenai albatros Amsterdam. Burung laut raksasa yang hidupnya benar-benar bergantung pada satu pulau kecil di tengah samudra. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa bahkan tempat paling terpencil di bumi tetap terhubung dengan aktivitas manusia. Gimana, menarik banget kan? Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kamu tentang salah satu burung paling langka di dunia!

FAQ seputar fakta burung Albatros Amsterdam

Bagaimana cara membedakan albatros amsterdam dengan albatros besar lainnya?

Perbedaan mencolok terletak pada warna bulunya. Jika kebanyakan albatros besar dewasa berwarna putih, albatros amsterdam tetap mempertahankan bulu berwarna cokelat gelap saat dewasa, lengkap dengan pita cokelat lebar di bagian dada.

Apa yang membuat albatros amsterdam sangat istimewa di dunia burung?

Albatros amsterdam (Diomedea amsterdamensis) adalah salah satu burung laut paling langka di dunia. Populasi globalnya diperkirakan hanya sekitar 130 individu, dengan hanya 80 burung dewasa yang siap berkembang biak.

Apa saja ancaman utama yang membuat burung ini terancam punah?

Berdasarkan status Endangered dari IUCN, ancaman utama bagi mereka meliputi perikanan rawai (longline fishing) di mana mereka sering tersangkut kail, serangan spesies invasif di pulau mereka, serta risiko wabah penyakit yang bisa memusnahkan seluruh populasi karena mereka hanya berkumpul di satu lokasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team