undan paruh totol bersama kuntul kecil (commons.wikimedia.org/Drsssuresh1961)
Meski dulu tersebar luas dan berjumlah melimpah, kini undan paruh totol semakin langka. Menurut informasi dari laman Animal Diversity, undan paruh totol merupakan jenis undan yang memiliki jumlah individu dewasa paling sedikit, yakni berkisar 8.700—12.000. Jumlahnya pun terus mengalami penurunan. Dalam Daftar Merah IUCN, undan paruh totol termasuk spesies hampir terancam atau near threatened.
Banyak populasi undan paruh totol di Asia punah akibat gangguan manusia dan kerusakan habitat. Nama spesifik burung ini, Philippensis, merujuk pada negara Filipina, tempat pertama kali undan ini didokumentasikan pada 1790 lalu. Pada saat itu, populasinya sangat melimpah. Kini, undan paruh totol punah secara lokal di Filipina.
Undan paruh totol terancam oleh hilangnya habitat, penggundulan hutan, perburuan, hingga polusi pestisida. Penggundulan hutan sangat berdampak karena merusak tempat berbiaknya. Budidaya perikanan dan penangkapan ikan berlebihan oleh manusia juga mengganggu keseimbangan di habitat undan ini.
Semoga saja keberadaan undan paruh totol bisa lebih terjaga, ya? Bila habitatnya tak diganggu, kemungkinan besar populasi burung ini bisa kembali melimpah seperti dahulu kala. Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung undan paruh totol atau spot-billed pelican?