Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Aegypius Monachus, Burung Bangkai Terbesar di Eurasia

Aegypius monachus
aegypius monachus (inaturalist.org/Jürgen Schneider)
Intinya sih...
  • Aegypius monachus adalah burung bangkai terbesar di Eurasia
  • Memiliki kepala botak dan paruh kuat khusus untuk memakan bangkai
  • Mampu terbang dengan ketinggian hebat dan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ekosistem
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Aegypius monachus adalah salah satu burung bangkai terbesar di dunia yang hidup di daratan Eurasia. Ukurannya yang besar dan perannya sebagai pemakan bangkai membuatnya menjadi sosok penting dalam ekosistem. Karena itu, burung ini kerap disebut sebagai pembersih alam yang membantu siklus kehidupan tetap seimbang.

Burung ini memiliki rentang sayap yang luar biasa luas, sehingga sering menarik perhatian para pengamat burung dan pecinta alam. Sosoknya yang gagah dan kebiasaannya terbang tinggi di langit menjadikannya lambang kebebasan dan kekuatan. Yuk, kita simak 5 fakta menarik burung bangkai ini!

1. Pemakan bangkai raksasa di langit Eurasia

Aegypius monachus
aegypius monachus (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Aegypius monachus dikenal sebagai salah satu burung bangkai terbesar di Eurasia, tepatnya di wilayah dari Spanyol hingga Tiongkok. Ukuran tubuhnya yang besar memungkinkan ia memakan bangkai hewan besar yang tersisa di alam. Ini menjadikannya bagian penting dari rantai ekologi sebagai pembersih alami.

Dilansir Animal Diversity Web, rentang sayap burung ini bisa mencapai 2,5-3 meter, menjadikannya salah satu burung terbang dengan bentang sayap terbesar di dunia. Dengan sayap selebar itu, ia bisa melayang tinggi tanpa banyak menggerakkan sayapnya. Kemampuan ini sangat penting ketika mencari sumber makanan yang luas di daratan.

2. Kepala botak dan paruh kuatnya khusus untuk bangkai

Aegypius monachus
aegypius monachus (inaturalist.org/jespermm)

Bagian kepala dan leher Aegypius monachus relatif botak, yang merupakan adaptasi penting bagi burung bangkai. eBird menyebutkan bahwa kepala botak membantu burung ini tetap bersih ketika mengais bangkai yang kotor dan penuh bakteri. Tanpa bulu, risiko infeksi dari bangkai yang dilahapnya bisa berkurang.

Paruhnya yang kuat adalah alat utama untuk merobek daging bangkai yang keras sekalipun. Struktur paruh ini memastikan burung ini dapat mengakses bagian daging yang sulit dijangkau oleh pemakan bangkai yang lebih kecil. Kombinasi kepala botak dan paruh kuat ini makin menegaskan peranannya sebagai pembersih alam.

3. Mampu terbang dengan ketinggian hebat

Aegypius monachus
aegypius monachus (inaturalist.org/Vincent PALOMARES)

Aegypius monachus sering terlihat melayang tinggi di langit dengan memanfaatkan termal udara panas. Dilansir BirdLife DataZone, terbang tinggi membantu mereka menjelajah wilayah yang luas sekaligus menemukan bangkai dari ketinggian. Perilaku ini juga meminimalkan penggunaan energi saat mencari makanan.

Burung ini menggunakan sayap besarnya seperti layang-layang alami yang stabil di udara. Dengan demikian, mereka mampu bertahan di angin kencang dan kondisi cuaca yang berubah-ubah saat terbang. Kehebatan terbangnya ini kerap memukau siapa saja yang melihatnya.

4. Peran penting dalam menjaga kesehatan ekosistem

Aegypius monachus
aegypius monachus (inaturalist.org/pedrosanz-anapri)

Aegypius monachus memiliki peran ekologis yang sangat penting sebagai pemakan bangkai. Dilansir BirdLife International, dengan memangsa bangkai hewan besar, ia membantu mencegah penyebaran penyakit dari carcass yang dibiarkan membusuk di alam. Ini membuat populasi satwa lain dan habitat sekitar tetap sehat.

Keberadaan burung ini juga membantu siklus nutrisi di ekosistem, karena sisa sisa bangkai yang dimakan olehnya akhirnya kembali ke tanah sebagai nutrisi setelah diurai organisme lain.

5. Status konservasi yang perlu perhatian

Aegypius monachus
aegypius monachus (commons.wikimedia.org/Scarabinol)

Populasi Aegypius monachus sempat menurun drastis akibat perburuan, gangguan manusia, dan keracunan akibat pestisida. BirdLife DataZone menyebutkan bahwa penurunan ini terjadi terutama sejak akhir abad ke-20 di beberapa bagian jangkauannya. Karena itu, status konservasinya menjadi fokus berbagai upaya perlindungan satwa liar.

Berbagai organisasi konservasi kini bekerja melindungi habitat dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya burung ini bagi ekosistem. Program perlindungan termasuk pengawasan sarang, rehabilitasi burung terluka, serta kampanye antikeracunan bagi burung pemakan bangkai. Upaya ini menunjukkan bahwa meskipun besar dan kuat, burung ini tetap membutuhkan bantuan manusia untuk bertahan.

Aegypius monachus bukan sekadar burung bangkai yang besar dan menakjubkan, tetapi juga merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan lingkungan. Sosoknya yang gagah dan cara hidupnya yang unik membuatnya menjadi simbol keseimbangan alam. Dengan lebih memahami burung ini, kita bisa menghargai lebih dalam peran setiap makhluk dalam ekosistem yang saling bergantung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

7 Hewan Pengisap Darah Manusia, Apakah Berbahaya?

11 Jan 2026, 06:05 WIBScience