Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Fakta Kucing yang Bikin Kamu Lebih Paham Si Meong Kesayangan

kucing
kucing (pexels.com/Arina Krasnikova)
Intinya sih...
  • Kucing tidur hingga 16 jam karena insting alami sebagai predator dan untuk menjaga sistem imun.
  • Dengkuran kucing bisa menenangkan manusia, membantu menurunkan stres dan tekanan darah.
  • Setiap kucing punya pola hidung unik seperti sidik jari manusia yang bisa digunakan sebagai identifikasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kucing bukan cuma hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Di balik tingkah lakunya yang kadang absurd, ternyata mereka menyimpan banyak fakta menarik yang belum banyak orang tahu. Kalau kamu termasuk pencinta kucing, siap-siap makin jatuh hati setelah tahu hal-hal ini.

1. Kucing bisa tidur hingga 16 jam, bukan karena malas!

kucing tidur
kucing tidur (pexels.com/Ihsan Adityawarman)

Kebiasaan tidur kucing yang bisa mencapai 16 jam sehari sering disalahartikan sebagai tanda kemalasan. Padahal, ini adalah bagian dari insting alami mereka sebagai predator yang butuh energi besar untuk berburu. Meski sekarang mereka nggak perlu berburu, pola tidur itu tetap terbawa secara genetik.

Tidur panjang juga membantu kucing menjaga sistem imun dan memperbaiki sel tubuh. Mereka biasanya aktif di pagi dan sore hari, lalu rebahan sepanjang siang dan malam. Jadi, kalau kucingmu kelihatan tidur terus, itu bukan karena bosan, tapi karena tubuhnya memang dirancang begitu.

2. Dengkuran kucing bisa menenangkan pikiran manusia

kucing tidur (pexels.com/Aleksandar Cvetanovic)
kucing tidur (pexels.com/Aleksandar Cvetanovic)

Suara “purring” atau dengkuran halus yang keluar saat kucing merasa nyaman ternyata punya efek relaksasi buat manusia. Penelitian menunjukkan bahwa frekuensi suara ini bisa membantu menurunkan stres dan tekanan darah. Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai terapi alami dari hewan peliharaan.

Kucing mendengkur bukan cuma saat senang, tapi juga saat sakit atau butuh kenyamanan. Ini jadi cara mereka menenangkan diri sekaligus berkomunikasi secara emosional. Jadi, kalau kamu lagi capek, coba deh peluk kucing dan dengarkan dengkurannya-bisa jadi mood booster instan.

3. Pola hidung kucing unik seperti sidik jari manusia

kucing
kucing (pexels.com/Karina Badura)

Tahukah kamu kalau setiap kucing punya pola hidung yang berbeda-beda? Garis dan lekukan di hidung mereka membentuk “nose print” yang unik, mirip dengan sidik jari manusia. Bahkan kucing kembar pun nggak punya pola hidung yang sama.

Fakta ini membuat hidung kucing bisa digunakan sebagai identifikasi, layaknya fingerprint. Meski belum umum digunakan, beberapa peneliti mulai mengembangkan teknologi pengenalan identitas lewat pola hidung. Menarik banget, kan?

4. Kucing mengeong hanya untuk manusia, bukan sesama kucing

ilustrasi kucing dan manusia
ilustrasi kucing dan manusia (pexels.com/onbro studio)

Kucing dewasa jarang mengeong ke sesama kucing, karena mereka lebih mengandalkan bahasa tubuh dan aroma. Mengeong justru jadi cara mereka berkomunikasi khusus dengan manusia. Ini menunjukkan betapa adaptifnya kucing dalam membangun hubungan dengan pemiliknya.

Setiap nada meong punya arti berbeda, ada yang minta makan, ada yang ngajak main, bahkan ada yang sekadar menyapa. Kalau kamu peka, kamu bisa belajar memahami “bahasa” kucingmu sendiri. Hubungan kalian pun bisa jadi lebih dekat dan penuh pengertian.

5. Lompatan kucing bisa mencapai 5-6 kali tinggi tubuhnya

ilustrasi kucing melompat
ilustrasi kucing melompat (pexels.com/Aleksa Kalajdzic)

Meski tubuhnya mungil, kucing punya kemampuan melompat yang luar biasa. Mereka bisa melompat hingga 150–180 cm, tergantung usia dan kondisi fisik. Ini berkat struktur otot dan tulang belakang yang fleksibel serta kuat.

Kemampuan ini dulunya berguna untuk berburu dan menghindari predator. Sekarang, kamu bisa lihat mereka melompat ke lemari, rak buku, atau bahkan ke atas kulkas tanpa kesulitan. Jadi jangan heran kalau tiba-tiba kucingmu nongkrong di tempat yang nggak kamu sangka.

6. Kucing bisa bermimpi saat tidur nyenyak

kucing tidur
kucing tidur (pexels.com/Pixabay)

Layaknya manusia, kucing juga mengalami fase tidur REM (Rapid Eye Movement) yang memungkinkan mereka bermimpi. Biasanya terjadi saat mereka tidur sangat nyenyak, dan kamu bisa melihat gerakan halus di mata atau kaki mereka. Ada yang bilang, kucing bermimpi tentang aktivitas sehari-hari seperti bermain atau berburu.

Fakta ini bikin kita makin sadar bahwa kucing punya dunia batin yang kompleks. Mereka bukan sekadar hewan peliharaan, tapi makhluk hidup yang punya emosi dan pengalaman. Makin tahu, makin sayang, bukan?

Semakin kita mengenal kucing, semakin terasa bahwa mereka bukan cuma hewan lucu yang suka rebahan. Di balik bulu lembut dan tatapan tajamnya, tersimpan banyak keunikan yang bikin kita kagum. Yuk, rawat dan cintai mereka dengan lebih bijak, karena mereka pun punya cara sendiri untuk mencintai kita.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us