Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Malagasy Sacred Ibis, Burung Pesisir Madagaskar yang Langka
malagasy sacred ibis (ebird.org/Paul Maury)

Madagaskar dikenal sebagai rumah bagi banyak satwa unik yang berkembang dalam isolasi selama jutaan tahun, termasuk malagasy sacred ibis yang punya penampilan cukup mencolok. Burung bernama ilmiah Threskiornis bernieri ini merupakan anggota keluarga Threskiornithidae yang kehidupannya sangat berkaitan dengan lahan basah dan kawasan pesisir. Populasinya yang kecil membuat perjumpaan dengan burung berkepala hitam tersebut menjadi pengalaman yang tergolong istimewa.

Malagasy sacred ibis juga menarik karena memiliki sejumlah ciri yang membedakannya dari kerabat dekat seperti african sacred ibis. Sayangnya, perburuan, pengambilan telur, gangguan lokasi bersarang, dan degradasi habitat lahan basah terus memberi tekanan terhadap keberlangsungan populasinya. Kalau penasaran dengan ukuran, habitat, perilaku, sampai status konservasinya, yuk kenali lima fakta malagasy sacred ibis berikut ini.

1. Tubuhnya didominasi warna putih dengan kepala hitam

malagasy sacred ibis (ebird.org/Dubi Shapiro)

Malagasy sacred ibis merupakan burung berukuran cukup besar dengan panjang tubuh sekitar 70 cm dan bobot kurang lebih 1–1,5 kg. Tubuhnya didominasi bulu putih, sedangkan kepala, leher, paruh, dan kakinya berwarna hitam sehingga menghasilkan kontras yang sangat mudah dikenali. Paruhnya relatif panjang, ramping, dan melengkung ke bawah, bentuk yang membantunya mencari makanan di lumpur maupun perairan dangkal.

Salah satu ciri menarik malagasy sacred ibis dewasa terletak pada iris matanya yang berwarna pucat, mulai dari biru muda sampai keputihan. Individu muda memiliki mata lebih gelap dan dapat memperlihatkan warna putih pada bagian tenggorokan, sehingga penampilannya sedikit berbeda dari burung dewasa. Saat terbang, sayapnya juga terlihat putih tanpa ujung sayap hitam mencolok seperti yang ditemukan pada african sacred ibis.

2. Menghuni pesisir barat Madagaskar dan Aldabra

malagasy sacred ibis (ebird.org/Nigel Voaden)

Sebaran malagasy sacred ibis sangat terbatas jika dibandingkan beberapa kerabatnya dalam genus Threskiornis. Burung ini terutama ditemukan di pesisir barat Madagaskar, sedangkan populasi lainnya hidup di Aldabra, Seychelles. Habitat yang disukainya meliputi dataran lumpur pesisir, pantai berpasir, hutan bakau, muara, serta tepian sungai dan danau dengan air payau.

Ketergantungan pada lingkungan pesisir membuat kondisi lahan basah sangat menentukan kelangsungan hidup spesies ini. Salah satu kawasan pentingnya adalah kompleks lahan basah Mahavavy-Kinkony di barat laut Madagaskar yang mencakup hutan bakau, pantai, rawa, sungai, dan danau. Kawasan tersebut menjadi habitat bagi malagasy sacred ibis bersama berbagai burung air terancam lainnya, sehingga perlindungan ekosistem pesisir punya arti besar bagi kelestariannya.

3. Mencari makan pada siang hari dan bersarang secara berkoloni

malagasy sacred ibis (ebird.org/Bradley Hacker)

Malagasy sacred ibis termasuk burung diurnal yang aktif mencari makanan pada siang hari. Burung ini menjelajahi dataran lumpur dan kawasan air payau menggunakan paruh panjangnya untuk mendapatkan berbagai hewan kecil, terutama invertebrata dan krustasea. Mereka dapat mencari makan dalam kelompok, kemudian kembali menuju tempat beristirahat ketika hari mulai berakhir.

Periode reproduksinya berlangsung bertepatan dengan awal musim hujan, terutama sekitar November dan Desember. Malagasy sacred ibis biasanya bersarang secara berkoloni pada pohon di kawasan berair, termasuk bakau dari genus Avicennia dan Rhizophora, dengan sarang tersusun dari ranting dan material tumbuhan. Satu pasangan umumnya menghasilkan dua telur, sedangkan sarangnya dapat berada sekitar 2–3 meter di atas permukaan air untuk memberi tempat yang relatif aman bagi telur dan anak burung.

4. Sifatnya yang relatif gak takut manusia justru menjadi kelemahan

malagasy sacred ibis (ebird.org/Nigel Voaden)

Salah satu fakta ironis tentang malagasy sacred ibis adalah perilakunya yang relatif toleran terhadap keberadaan manusia. Burung ini gak selalu segera menjauh ketika manusia mendekati lokasi tempatnya mencari makan atau berkembang biak. Karakter tersebut memang menarik untuk diamati, tetapi sekaligus membuat malagasy sacred ibis lebih mudah menjadi sasaran perburuan.

Ancaman terhadap spesies ini bahkan gak berhenti pada perburuan individu dewasa. Telur dan anak burung juga diambil untuk dikonsumsi, sementara pohon bakau yang menjadi tempat bersarang dapat ditebang untuk kayu bakar, arang, maupun kebutuhan lainnya. Survei konservasi turut mencatat produksi arang, penebangan pohon, pengambilan telur, penangkapan burung dewasa, dan pengambilan anak burung sebagai tekanan terhadap populasi di Madagaskar.

5. Berstatus terancam punah dengan populasi yang terus tertekan

malagasy sacred ibis (ebird.org/Peter Kaestner)

Malagasy sacred ibis masuk kategori Endangered atau terancam punah dalam penilaian IUCN, sementara tren populasinya dilaporkan menurun. BirdLife International berperan sebagai otoritas IUCN Red List untuk burung, sehingga penilaian risiko kepunahan kelompok ini mempertimbangkan antara lain ukuran populasi, distribusi, dan kecenderungan populasinya. Ancaman utamanya berkaitan dengan pemanenan telur yang gak berkelanjutan, gangguan tempat bersarang, perburuan, serta kerusakan habitat lahan basah dan hutan bakau.

Mengenai jumlah yang tersisa, angka perlu dibaca hati-hati karena estimasi dapat berbeda menurut tahun dan cakupan survei. Laporan mengenai burung pesisir Madagaskar yang mengutip penilaian BirdLife mencantumkan sekitar 1.733-2.166 individu untuk spesies secara keseluruhan.. Studi konservasi lain juga menyebut estimasi sekitar 2.000 burung dewasa di Madagaskar, memperlihatkan betapa kecilnya populasi spesies ini dan pentingnya perlindungan habitat pesisirnya.

Malagasy sacred ibis memperlihatkan bagaimana spesies dengan jangkauan sempit dapat sangat bergantung pada kondisi habitat yang spesifik. Keunikan mata pucat, kebiasaan mencari makan di pesisir, dan kehidupan berkoloni membuat burung ini menjadi salah satu bagian menarik dari keanekaragaman fauna Madagaskar. Dengan populasi yang hanya berjumlah beberapa ribu individu dewasa dan menghadapi berbagai tekanan, kelestarian hutan bakau serta lahan basah menjadi kunci penting agar Threskiornis bernieri tetap bertahan di alam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article