Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pudu selatan (commons.m.wikimedia.org/Parque Tepuhueico)
Pudu selatan (commons.m.wikimedia.org/Parque Tepuhueico)

Pudu selatan merupakan rusa terkecil di dunia, tapi pudu selatan sedikit lebih besar daripada pudu utara. Populasi di selatan memiliki bulu pendek, mengkilap dan berwarna cokelat kemerahan. Warnanya agak lebih ringan di bagian kaki dan bawah tubuhnya, bagian dalam telinga dan bibirnya berwarna oranye. Sementara itu, anak pudu selatan memiliki bintik-bintik putih yang mungkin membantunya berkamuflase.

Pudu selatan jantan mempunyai tanduk pendek dan berduri, itu dilepaskan setiap tahun di bulan Juli. Agar kamu bisa menggambarkannya lebih baik, panjang tubuhnya kisaran 70-83 cm, tingginya sekitar 35-38 cm dengan berat 7.5-13 kg. Kamu juga harus tahu bahwa mereka berada dalam famili Cervidae dan memiliki nama ilmiah Pudu puda. Mari kenalan dengan hewan menggemaskan ini melalui fakta berikut.

1. Wilayah penyebaran pudu selatan

Pudu selatan (commons.m.wikimedia.org/Mike Peel)

Pudu selatan berasal dari barat daya Argentina dan bagian selatan Chili. Mereka berada di antara Sungai Maule di utara dan Provinsi Chiloe di selatan. Animalia menginformasikan bahwa pudu selatan lebih menyukai habitat hutan hujan beriklim sedang dengan semak belukar yang lebat. Habitat seperti itu bisa melindunginya dari pemangsa.

Terkadang, spesies pudu ini menjelajah ke habitat yang lebih terbuka ketika mencari makan. Mereka tumbuh di lereng pegunungan tinggi hingga 1.700 meter di atas permukaan laut.

2. Pudu selatan lebih aktif saat cuaca berangin

Pudu selatan (commons.m.wikimedia.org/[2])

Pudu selatan sangat suka bermain, lho. Mereka akan berlari, melompat dan berkelahi satu sama lain. Terkadang, pudu ini juga mengikis gigi dan menggosokkan tanduknya pada pohon dan tanaman tertentu. Menariknya, pudu selatan jauh lebih aktif saat hari berangin dibandingkan hari biasanya yang cukup tenang.

Hal tersebut menunjukkan bahwa cuaca mempengaruhi aktivitas sehati-harinya. Mereka juga nampaknya tidak begitu toleran terhadap cuaca panas.

3. Pudu selatan lebih suka hidup menyendiri

Pudu selatan (commons.m.wikimedia.org/Mats Lindh)

Pudu selatan sebenarnya bukanlah hewan penyendiri, mereka biasa terlihat menjelajah bersama saat mencari makan. Akan tetapi, tidak akan membuat kelompok yang lebih besar dari 2-3 anggota di dalamnya. Melansir Animal Diversity, pada sebagain besar waktu, pudu selatan memilih sendirian, menyamarkan keberadaannya dan tidak banyak bergerak.

4. Bagaimana cara berkomunikasi pudu selatan?

Pudu selatan (pixabay.com/Angela)

Pudu selatan berkomunikasi dengan bantuan aroma dan penciumannya, lho. Mereka memiliki indra penciuman tajam yang membantunya mengidentifikasi berbagai ancaman. Pudu ini akan menggosok tanduknya sehingga mengeluarkan bau yang khas, bau tersebut bisa disekresi karena menggosok kelenjar pre-orbital, dilansir Kidadl.

5. Pudu selatan berlari zigzag untuk mengecoh pemangsa

Pudu selatan (commons.m.wikimedia.org/AgainErick)

Pudu selatan merupakan hewan yang sangat waspada, mereka sering berhenti dan menghirup aroma untuk memastikan keberadaan pemangsa. Spesies pudu ini sangat pandai berlari, memanjat dan melompat. Mereka pernah terlihat memanjat pepohonan dan akan berusaha untuk meraih buah yang ingin dimakannya. Terkadang, pudu selatan terkadang memanjat semak bambu untuk mencapai dahan yang lebih tinggi, lho.

6. Sistem perkawinan pudu selatan

Pudu selatan (commons.m.wikimedia.org/Evan Hargus)

Sistem perkawinan pudu selatan adalah poligini, jantan bisa kawin dengan beberapa betina. Musim kawinnya terjadi dari bulan April hingga Juni. Setelah betina mengandung selama tujuh bulan, mereka melahirkan satu bayi pudu setiap musim kawin. Menariknya, bayinya lahir dengan mata terbuka dan bisa langsung berdiri, lho. Pudu selatan disapih saat berumur dua bulan. Mereka tetap bersama induknya selama 8-12 bulan.

Ternyata pudu selatan merupakan spesies rusa terkecil di dunia, ya. Mereka bisa beradaptasi dengan baik di habitatnya, tubuh kecilnya itu mampu melompati semak-semak dengan mudah! Adaptasi lainnya, pudu selatan tidak terlalu bergantung pada air karena mendapatkan asupan airnya dari tanaman seperti sukulen yang dikonsumsinya. Tertarik melihat pudu selatan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team