Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Hujan Meteor di Langit Oktober 2026, Catat Jadwalnya!

5 min read
6 Hujan Meteor di Langit Oktober 2026, Catat Jadwalnya!
ilustrasi hujan meteor Perseid (pexels.com/Zeynep Sude Emek)
  • Oktober 2026 menghadirkan enam puncak hujan meteor: Draconid 9 Oktober, Taurid Selatan 10 Oktober, Delta Aurigid 11 Oktober, Epsilon Geminid 18 Oktober, Orionid 21 Oktober, dan Leonis Minorid sekitar 24 Oktober.
  • Draconid diperkirakan menampilkan sekitar 10 meteor per jam saat puncak, sedangkan Taurid Selatan sekitar 5 meteor per jam; Delta Aurigid memiliki aktivitas rendah, sekitar 2 meteor per jam.
  • Mayoritas fenomena paling ideal diamati malam hingga menjelang fajar dari lokasi gelap, cuaca cerah, dan minim polusi cahaya; jadwal pengamatan berbeda sesuai titik pancar masing-masing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hujan meteor menjadi salah satu fenomena langit yang menarik untuk diamati karena menghadirkan kilatan cahaya yang melintas cepat di langit malam. Pada Oktober 2026, ada sejumlah hujan meteor yang mencapai waktu puncaknya dan berpotensi menampilkan meteor dari Bumi. Setiap fenomena memiliki waktu puncak dan jumlah meteor yang berbeda, sehingga kesempatan untuk melihatnya pun tidak selalu sama.

Kondisi langit yang gelap, cuaca cerah, dan minimnya cahaya lampu dapat membuat meteor lebih mudah terlihat. Dengan mengetahui jadwalnya, kamu bisa menentukan malam yang tepat untuk mengamati langit tanpa harus menggunakan teleskop. Lalu, apa saja hujan meteor yang akan mencapai puncaknya pada Oktober 2026? Yuk, simak daftarnya di bawah ini!

  1. 1. Hujan meteor Draconid (9 Oktober)

    ilustrasi hujan meteor Draconid
    ilustrasi hujan meteor Draconid (unsplash.com/Justin Wolff)

    Draconid adalah hujan meteor yang aktif pada 6–10 Oktober 2026 dan diperkirakan mencapai puncaknya pada 9 Oktober. Mengutip dari In-the-Sky, hujan meteor ini dapat diamati setiap malam sejak Matahari tenggelam hingga sekitar pukul 21.38 WIB. Puncak aktivitas diperkirakan terjadi pada pukul 08.00 WIB sehingga waktu pengamatan yang disarankan adalah setelah senja pada 8 Oktober dan 9 Oktober.

    Draconid berasal dari arah rasi Draco atau Naga, yang menjadi lokasi titik pancar meteor-meteor tersebut di langit. Titik pancarnya mencapai posisi tertinggi sekitar pukul 16.00 WIB, sehingga meteor berpeluang lebih banyak terlihat sesaat setelah senja ketika titik tersebut masih cukup tinggi. Saat mencapai puncaknya, Draconid bakal memancarkan sekitar 10 meteor per jam dalam kondisi langit yang benar-benar gelap.

  2. 2. Hujan meteor Taurid Selatan (10 Oktober)

    ilustrasi hujan Taurid Selatan
    ilustrasi hujan Taurid Selatan (pixabay.com/TheOtherKev)

    Hujan meteor Taurid Selatan aktif pada 10 September—20 November 2026 dan diperkirakan mencapai puncaknya pada 10 Oktober 2026. Dari Jakarta, hujan meteor ini bisa disaksikan pada pukul 18.48—05.10 WIB. Waktu terbaik untuk mengamatinya diperkirakan sekitar pukul 01.00 WIB, ketika titik pancarnya di rasi Cetus berada pada posisi tertinggi di langit.

    Saat mencapai puncaknya, hujan meteor Taurid Selatan akan menghasilkan sekitar 5 meteor per jam dalam kondisi ideal, tetapi dari Jakarta jumlah yang terlihat diperkirakan hanya 4 meteor per jam. Hujan meteor ini bakal mencapai puncak ketika Bulan berada dekat fase bulan baru, sehingga cahaya Bulan yang sedikit tidak akan mengganggu pengamatan. Puncak aktivitas diperkirakan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB pada 10 Oktober, sehingga meteor masih dapat diamati setelah titik pancarnya terbit pada malam 10 Oktober hingga sebelum fajar 11 Oktober.

  3. 3. Hujan meteor Delta Aurigid (11 Oktober)

    ilustrasi hujan meteor Delta Aurigid (pexels.com/Dominykas)
    ilustrasi hujan meteoe Delta Aurigid (pexels.com/Dominykas)

    Hujan meteor Delta Aurigid aktif pada 10–18 Oktober 2026 dan diperkirakan mencapai puncaknya pada 11 Oktober. Hujan meteor ini berasal dari arah rasi Auriga, yang menjadi titik pancarnya di langit. Berdasarkan data International Meteor Organization (IMO), Delta Aurigid memiliki aktivitas yang relatif rendah dengan sekitar 2 meteor per jam pada kondisi ideal.

    Hujan meteor ini mulai bisa diamati sekitar pukul 22.31—05.09 WIB. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah sesaat sebelum fajar, ketika titik pancarnya di rasi Auriga berada pada posisi tertinggi di langit. Titik pancar tersebut sebenarnya mencapai posisi tertinggi sekitar pukul 04.00 WIB, tetapi waktu pengamatan terbaik tetap sebelum fajar karena setelah Matahari terbit langit mulai terlalu terang. Puncak aktivitas diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.00 WIB pada 12 Oktober, sehingga meteor dapat dicari setelah titik pancarnya terbit pada malam 11 Oktober.

  4. 4. Hujan meteor Epsilon Geminid (18 Oktober)

    ilustrasi hujan meteor Epsilon Geminid
    ilustrasi hujan meteor Epsilon Geminid (unsplash.com/Vincentiu Solomon)

    Epsilon Geminid adalah hujan meteor yang aktif pada 14–27 Oktober 2026 dan diperkirakan mencapai puncaknya sekitar 18 Oktober. Dari Jakarta, hujan meteor ini mulai dapat diamati sekitar pukul 23.05 WIB hingga menjelang fajar sekitar pukul 05.06 WIB. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah sesaat sebelum fajar, ketika titik pancarnya di rasi Gemini berada pada posisi paling tinggi di langit.

    Titik pancar tersebut mencapai posisi tertinggi sekitar pukul 05.00 WIB, sehingga pengamatan dapat dilakukan hingga menjelang Matahari terbit. Puncak aktivitas diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB pada 19 Oktober, sehingga waktu terbaik untuk memburu meteor adalah setelah titik pancarnya terbit pada malam 18 Oktober hingga sebelum fajar 19 Oktober. Agar meteor yang redup lebih mudah terlihat, lakukan pengamatan dari tempat yang gelap dan jauh dari cahaya lampu.

  5. 5. Hujan meteor Orionid (21 Oktober)

    ilustrasi hujan meteor Orionid
    ilustrasi hujan meteor Orionid (pexels.com/Moritz Boing)

    Hujan meteor Orionid aktif pada 2 Oktober hingga 7 November 2026 dan diperkirakan mencapai puncaknya sekitar 21 Oktober. Hujan meteor ini mulai dapat diamati sekitar pukul 22.20 WIB ketika titik pancarnya di rasi Orion terbit di ufuk timur. Kemudian dapat diamati hingga sekitar pukul 05.05 WIB, dengan waktu terbaik sesaat sebelum fajar ketika titik pancarnya berada pada posisi tertinggi.

    Titik pancar Orionid mencapai posisi tertinggi sekitar pukul 04.00 WIB, sehingga pengamatan menjelang pagi menjadi waktu yang paling menjanjikan. Puncak aktivitas diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB pada 22 Oktober, sehingga pengamatan dapat dilakukan setelah titik pancar terbit pada malam 21 Oktober hingga sebelum fajar 22 Oktober. Agar meteor lebih mudah terlihat, lakukan pengamatan dari lokasi yang gelap dan minim cahaya lampu.

  6. 6. Hujan meteor Leonis Minorid

    ilustrasi hujan meteor Leonis Minorid (pexels.com/Pavel Polyakov)
    ilustrasi hujan meteor Leonis Minorid (pexels.com/Pavel Polyakov)

    Hujan meteor Leonis Minorids aktif pada 19–27 Oktober 2026 dan diperkirakan mencapai puncaknya sekitar 24 Oktober. Mengutip In-the-Sky, hujan meteor ini baru dapat diamati sekitar pukul 02.46 WIB hingga menjelang fajar sekitar pukul 05.04 WIB. Waktu pengamatan yang tersedia cukup singkat karena titik pancarnya di rasi Leo Minor baru terbit pada dini hari.

    Titik pancar tersebut sebenarnya mencapai posisi tertinggi sekitar pukul 09.00 WIB, tetapi itu sudah melewati terbitnya Matahari sehingga pengamatan terbaik tetap dilakukan sebelum fajar. Puncak aktivitas diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB pada 25 Oktober, sehingga meteor dapat dicari sejak titik pancarnya terbit hingga menjelang fajar pada hari yang sama. Karena aktivitas Leonis Minorids relatif rendah, pilih lokasi yang gelap dan minim polusi cahaya untuk meningkatkan peluang melihat meteor.

    Oktober 2026 menawarkan sejumlah hujan meteor yang bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu mengamati langit malam. Waktu kemunculan dan puncak aktivitasnya berbeda-beda, sehingga pengamatan dapat disesuaikan dengan jadwal masing-masing fenomena. Jadi, sudah siap mencari meteor di langit malam Oktober ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More