3 Hujan Meteor Hiasi Langit 9–11 Oktober 2026, Catat Waktu Masing-Masing!

Langit malam pada 9–11 Oktober 2026 bakal diramaikan oleh beberapa fenomena hujan meteor, salah satunya Draconid. Hujan meteor tersebut cukup populer di kalangan pengamat langit. Fenomena ini terjadi ketika Bumi melewati jalur debu dan serpihan yang ditinggalkan komet saat mengorbit Matahari.
Kemunculan tiga hujan meteor dalam rentang waktu sesingkat ini menjadi fenomena yang menarik dan relatif jarang terjadi. Selain Draconid, ada beberapa hujan meteor lain yang juga berpotensi menghiasi langit pada periode tersebut. Waktu kemunculan dan kondisi langit menjadi faktor penting untuk menentukan peluang melihat meteor dari Bumi.
Lantas, hujan meteor apa saja yang bisa diamati pada 9–11 Oktober 2026? Lalu, kapan waktu terbaik masing-masing? Yuk, cari tahu di bawah ini!
1. Hujan meteor Draconid (9 Oktober)

ilustrasi hujan meteor Draconid (pexels.com/Dominykas) Hujan meteor Draconid adalah salah satu hujan meteor cukup populer yang aktif pada 6–10 Oktober 2026. Puncak hujan meteor ini diperkirakan terjadi pada 9 Oktober 2026. Dari Indonesia, kamu bisa mulai mengamati Draconid setelah senja hingga sekitar 21.38 WIB, sebelum titik kemunculannya di rasi Draco terbenam di ufuk barat.
Dilansir In-The-Sky.org, waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor ini ialah sesaat setelah senja, tepatnya sekitar pukul 18.00–21.38 WIB ketika rasi Draco masih cukup tinggi di langit. Pengamatan juga bisa dilakukan pada malam 8 Oktober dan kembali pada malam 9 Oktober karena puncak aktivitas terjadi pada pagi hari. Dalam kondisi langit ideal, Draconid diperkirakan menghasilkan sekitar 10 meteor per jam.
2. Hujan meteor Taurid Selatan (10 Oktober)

ilustrasi hujan meteor Taurid Selatan (pexels.com/Felipe Helfstein) Taurid Selatan merupakan hujan meteor yang aktif pada 10 September hingga 20 November 2026. Puncak hujan meteor ini diperkirakan berlangsung pada 10 Oktober 2026, tepat setelah puncak hujan meteor Draconid pada 9 Oktober. Dari Jakarta, kamu bisa mulai mengamati Taurid Selatan sekitar pukul 18.48 WIB hingga menjelang fajar sekitar 05.10 WIB.
Waktu terbaik untuk mengamatinya sekitar 01.00 WIB, ketika titik kemunculan meteor di rasi Cetus berada paling tinggi di langit. Puncak aktivitasnya diperkirakan terjadi sekitar 23.00 WIB pada 10 Oktober sehingga pengamatan terbaik bisa dilakukan setelah titik kemunculannya terbit pada malam 10 Oktober hingga sebelum fajar 11 Oktober. Pada puncaknya, Taurid Selatan diperkirakan menghasilkan sekitar 5 meteor per jam dalam kondisi langit ideal, sementara dari Jakarta jumlahnya diperkirakan sekitar 4 meteor per jam.
3. Hujan meteor Delta Aurigid (11 Oktober)

ilustrasi hujan meteor Delta Aurigid (unsplash.com/Clay Banks) Rangkaian pertunjukan hujan meteor akan dilanjutkan oleh Delta Aurigid pada 11 Oktober 2026. Delta Aurigid sendiri merupakan hujan meteor yang aktif pada 10–18 Oktober 2026, dengan puncak aktivitas sekitar 11 Oktober. Dari Jakarta, hujan meteor ini baru bisa diamati sekitar 22.31 WIB ketika titik kemunculannya di rasi Auriga terbit di ufuk timur.
Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah menjelang fajar, ketika titik kemunculan meteor berada paling tinggi di langit sekitar pukul 04.00 WIB. Puncak aktivitas Delta Aurigid diperkirakan berlangsung sekitar 00.00 WIB pada 12 Oktober. Karena itu, pengamatan setelah pukul 22.31 WIB pada malam 11 Oktober menjadi waktu yang patut dipilih. Pada kondisi langit ideal, Delta Aurigid diperkirakan menghasilkan sekitar 2 meteor per jam, tetapi dari Jakarta jumlahnya diperkirakan hanya sekitar 1 meteor per jam karena posisi titik kemunculannya hanya mencapai ketinggian sekitar 39 derajat.
Kemunculan tiga hujan meteor dalam rentang 9–11 Oktober 2026 menjadi fenomena langit yang menarik untuk diamati. Rangkaian Draconid, Taurid Selatan, dan Delta Aurigid menghadirkan pertunjukan meteor yang relatif langka sekaligus spektakuler di langit malam. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengamati ketiganya di langit malam, ya!






















