Referensi
Australian Museum. Diakses pada Oktober 2026. How do Electric Rays produce electricity?
Discover Wildlife. Diakses pada Oktober 2026. This Electric Fish has Half the Voltage of a Taser in Its Tail – Leaving Its Potential Meals and Enemies with Little Chance of Survival
Massive Science. Diakses pada Oktober 2026. How does an Electric Fish Get Its Charge?
Science Insights. Diakses pada Oktober 2026. How Electric Fish Generate and Use Electricity
Scuba. Diakses pada Oktober 2026. How Electric Fish Produce Their Charge
Kenapa Ada Ikan yang Bisa Menghasilkan Listrik?

Belut, pari, lele, dan ikan pisau tertentu memiliki organ listrik berisi ribuan elektrosit, sel turunan otot yang menghasilkan tegangan kecil secara terkoordinasi.
Pergerakan ion natrium dan kalium menciptakan potensial listrik; sistem saraf mengaktifkan elektrosit serentak, sehingga ikan dapat melepaskan listrik saat diperlukan.
Ikan listrik lemah memakai medan listrik untuk elektrolokasi dan komunikasi, sedangkan spesies kuat memanfaatkannya untuk melumpuhkan mangsa atau mengusir predator.
Kalau mendengar istilah ikan listrik, yang mungkin langsung terbayang adalah belut listrik yang bisa menyetrum mangsanya. Kemampuan menghasilkan listrik memang terdengar seperti sesuatu yang hanya dimiliki teknologi manusia. Namun, di alam, beberapa jenis ikan justru sudah memiliki “pembangkit listrik” sendiri di dalam tubuhnya.
Ikan seperti belut listrik, pari listrik, ikan lele listrik, dan beberapa jenis ikan pisau memiliki organ khusus yang dapat menghasilkan medan listrik. Listrik tersebut tidak hanya digunakan untuk menyerang atau melumpuhkan mangsa. Pada beberapa spesies, listrik justru menjadi alat untuk mengenali lingkungan, berkomunikasi, hingga mencari makanan di air yang keruh.
1. Ikan listrik memiliki organ khusus penghasil listrik
Rahasia kemampuan ini berada pada organ listrik atau electric organ. Organ tersebut tersusun dari sel khusus yang disebut elektrosit (electrocytes). Pada banyak ikan listrik, elektrosit berasal dari sel otot yang mengalami perubahan selama proses evolusi.
Sel otot pada umumnya menggunakan sinyal listrik untuk memicu kontraksi. Namun, elektrosit sudah kehilangan kemampuan untuk berkontraksi seperti otot biasa. Sebagai gantinya, sel tersebut menjadi lebih terspesialisasi dalam menghasilkan perbedaan tegangan listrik.
Setiap elektrosit sebenarnya hanya menghasilkan listrik dalam jumlah sangat kecil. Masalahnya, ikan listrik tidak hanya mempunyai satu sel. Ribuan elektrosit dapat tersusun secara berkelompok di dalam organ listriknya.
Susunannya kurang lebih seperti baterai yang terdiri dari banyak sel. Ketika elektrosit diaktifkan secara bersamaan, tegangan dari masing-masing sel dapat terakumulasi sehingga menghasilkan pelepasan listrik yang jauh lebih kuat.
2. Bagaimana tubuh ikan bisa menghasilkan listrik?
Prosesnya sebenarnya berkaitan dengan sesuatu yang juga terjadi pada tubuh manusia, yaitu pergerakan ion. Membran sel elektrosit memiliki saluran yang memungkinkan ion, seperti natrium dan kalium bergerak melintasinya. Perbedaan konsentrasi ion di dalam dan di luar sel kemudian menciptakan perbedaan potensial listrik.
Pada ikan listrik, proses tersebut diatur dengan sangat terkoordinasi. Ketika sistem saraf memberikan sinyal, banyak elektrosit dapat aktif hampir bersamaan. Karena setiap sel menghasilkan tegangan kecil, aktivasi ribuan sel secara serentak menghasilkan pelepasan listrik yang lebih besar.
Jadi, ikan tersebut sebenarnya tidak menyimpan listrik seperti baterai dalam arti sederhana. Tubuhnya menggunakan pergerakan ion dan susunan sel khusus untuk menghasilkan pelepasan listrik ketika diperlukan.
3. Otak ikan yang mengatur kapan listrik dilepaskan

ilustrasi belut listrik (pixabay.com/jbwilder75) Ikan listrik juga tidak menyetrum secara sembarangan. Ada sistem saraf yang mengatur kapan organ listrik harus aktif. Pada beberapa spesies, terdapat kelompok neuron khusus yang berperan sebagai semacam pusat pengatur atau pacemaker. Sinyal dari sistem saraf ini kemudian diteruskan menuju organ listrik sehingga elektrosit dapat diaktifkan hampir bersamaan.
Hasilnya bisa sangat berbeda antara satu spesies dan spesies lainnya. Ada ikan yang hanya menghasilkan sinyal listrik sangat lemah, sementara spesies tertentu mampu menghasilkan pelepasan listrik bertegangan tinggi.
Belut listrik termasuk salah satu contoh yang paling terkenal. Tubuhnya memiliki beberapa organ listrik yang terdiri dari banyak elektrosit. Susunan tersebut memungkinkan belut listrik menghasilkan pelepasan listrik kuat sekaligus mengatur kapan pelepasan itu terjadi.
4. Tidak semua ikan listrik bisa menyetrum dengan kuat
Istilah “ikan listrik” sebenarnya mencakup berbagai spesies dengan kemampuan yang berbeda-beda. Ada ikan yang menghasilkan listrik sangat lemah dan ada pula yang mampu menghasilkan tegangan tinggi.
Ikan listrik lemah biasanya menghasilkan medan listrik yang tidak cukup kuat untuk melumpuhkan mangsa. Listrik tersebut lebih banyak digunakan untuk mendeteksi lingkungan, menemukan objek, dan berkomunikasi.
Sementara itu, ikan listrik kuat mampu menghasilkan pelepasan listrik dengan tegangan jauh lebih tinggi. Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk melumpuhkan mangsa atau membuat predator berpikir dua kali sebelum menyerang.
Beberapa pari listrik dapat menghasilkan tegangan sekitar 220 volt. Sementara itu, beberapa jenis lele listrik dapat menghasilkan sekitar 350 volt. Belut listrik juga terkenal karena kemampuannya menghasilkan sengatan bertegangan tinggi.
Angka tersebut terdengar sangat besar, tetapi besarnya tegangan bukan satu-satunya hal yang menentukan seberapa berbahaya sebuah sengatan. Arus listrik, durasi pelepasan, serta kondisi lingkungan juga ikut berpengaruh.
5. Listrik membantu ikan melihat di air yang gelap
Salah satu fungsi listrik yang menarik justru tidak berkaitan dengan menyetrum mangsa. Beberapa ikan listrik lemah menghasilkan medan listrik di sekitarnya. Ketika ada benda atau organisme lain berada di dekatnya, benda tersebut dapat mengubah pola medan listrik.
Ikan kemudian mendeteksi perubahan tersebut menggunakan reseptor khusus. Kemampuan untuk mendeteksi lingkungan melalui medan listrik ini disebut elektrolokasi (electrolocation).
Kemampuan tersebut sangat berguna bagi ikan yang hidup di sungai berlumpur, rawa, atau lingkungan dengan jarak pandang rendah. Dalam kondisi seperti itu, penglihatan mungkin tidak terlalu bisa diandalkan.
Dengan kata lain, ikan tersebut seperti memiliki sistem sensor tambahan. Mereka tidak benar-benar “melihat” menggunakan listrik, tetapi bisa mendapatkan informasi mengenai keberadaan benda di sekitarnya berdasarkan perubahan medan listrik.
6. Listrik juga dipakai untuk berburu dan bertahan hidup

ilustrasi belut listrik (unsplash.com/Lance Anderson) Pada ikan listrik yang mampu menghasilkan sengatan kuat, listrik dapat menjadi senjata untuk mendapatkan makanan. Sengatan bisa mengganggu atau melumpuhkan mangsa sehingga lebih mudah ditangkap.
Listrik juga dapat digunakan sebagai mekanisme pertahanan. Ketika merasa terancam, ikan tertentu dapat melepaskan sengatan yang membuat predator menjauh.
Sementara itu, pada ikan listrik lemah, sinyal listrik dapat memiliki fungsi yang berbeda. Medan listrik dapat membantu ikan mengenali individu lain dari spesies yang sama dan berperan dalam komunikasi atau perilaku kawin.
Jadi, listrik bukan sekadar senjata. Bagi sebagian ikan, kemampuan ini sudah menjadi bagian dari cara mereka berinteraksi dengan lingkungan.
7. Kenapa kemampuan menghasilkan listrik bisa muncul pada ikan?
Kemampuan menghasilkan listrik ternyata tidak hanya muncul pada satu kelompok ikan. Para ilmuwan menemukan kemampuan serupa pada beberapa garis keturunan ikan yang berbeda.
Hal tersebut menunjukkan bahwa organ listrik berkembang secara independen pada beberapa kelompok selama proses evolusi. Dengan kata lain, bukan berarti semua ikan listrik mewarisi satu organ listrik dari satu nenek moyang yang sama.
Salah satu penjelasan utamanya adalah perubahan fungsi jaringan otot. Selama jutaan tahun, jaringan otot tertentu pada nenek moyang ikan tersebut mengalami perubahan sehingga lebih cocok untuk menghasilkan sinyal listrik daripada menghasilkan kontraksi.
Kemampuan tersebut kemudian memberikan keuntungan bagi ikan yang hidup di lingkungan tertentu. Air juga menjadi medium yang cocok untuk menghantarkan sinyal listrik, sehingga kemampuan ini dapat digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Kemampuan ini menjadi salah satu contoh bagaimana evolusi dapat mengubah fungsi suatu struktur tubuh. Bagi beberapa ikan, listrik bukan sekadar hasil sampingan aktivitas tubuh, melainkan alat untuk berburu, bertahan hidup, berkomunikasi, hingga mengenali lingkungan. Jadi, ketika melihat ikan listrik sebagai hewan yang bisa menyetrum, sebenarnya kita sedang melihat salah satu bentuk adaptasi tubuh yang cukup unik di alam.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















