Ketika produksi tanaman pangan di sejumlah wilayah utama menurun secara bersamaan, dampaknya tidak berhenti di lahan pertanian. Pasokan komoditas, seperti beras, jagung, gandum, kedelai atau minyak nabati dapat ikut terpengaruh. Jika pasokan berkurang sementara permintaan tetap tinggi, harga komoditas berpotensi meningkat.
Gangguan produksi akibat El Nino sebelumnya turut memengaruhi rantai pasok pangan, perdagangan, kebutuhan impor dan harga pangan. Dengan kata lain, El Nino dapat memulai perjalanannya dari perubahan suhu laut di Samudra Pasifik, tetapi dampaknya bisa terasa jauh hingga ke sawah, pasar, bahkan meja makan.
Pada akhirnya, hubungan antara El Nino dan produksi pertanian cukup kompleks. Fenomena ini mengubah pola hujan dan suhu sehingga dapat meningkatkan risiko kekeringan, panas ekstrem, banjir, hingga perubahan waktu tanam. Karena itu, memahami El Nino bukan sekadar mengetahui bahwa fenomena ini dapat membawa kekeringan. Informasi iklim dan peringatan dini dapat membantu petani menyesuaikan waktu tanam, memilih varietas yang lebih tahan terhadap kekeringan atau panas, serta mempersiapkan sumber air sebelum dampaknya semakin besar.
Referensi
Credendo. Diakses pada September 2026. Agriculture Sector: El Nino Returns at a Challenging Time for Global Agriculture
FAIRR. Diakses pada September 2026. The Financial Impact of El Nino on Food is Here to Stay: What do Investors Need to Know?
Famine Early Warning System Network. Diakses pada September 2026. As El Nino Strengthens, What Could It Mean for Food Production in South America?
Iizumi, T., Luo, J.-J., Challinor, A. J., Sakurai, G., Yokozawa, M., Sakuma, H., Brown, M. E., & Yamagata, T. (2014). Impacts of El Niño Southern Oscillation on the global yields of major crops. Nature Communications, 5, Article 3712. https://doi.org/10.1038/ncomms471
Seed World. Diakses pada September 2026. AgroENSO Maps El Nino Impacts on Argentina Crops
SunSirs. Diakses pada September 2026. SunSirs: El Nino, Geopolitics and Global Grain Market Volatility