ilustrasi Godzilla El Niño (pexels.com/Pixabay)
Pada kondisi tertentu, El Niño bisa berkembang menjadi lebih kuat atau yang disebut sebagai “Godzilla El Niño”. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan peningkatan suhu laut yang jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. Menurut studi yang terbit dalam jurnal Helgoland Marine Research pada 2019, fenomena "Godzilla El Nino" termasuk dalam kategori El Niño yang sangat kuat dan berdampak luas secara global.
Kondisi tersebut pernah terjadi pada 2015–2016, yang menjadi salah satu peristiwa kekeringan paling ekstrem di dunia. Adapun, dalam penjelasan BRIN, dampak El Niño bisa semakin kuat jika terjadi bersamaan dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Ketika hal itu terjadi, perairan di sekitar Indonesia menjadi lebih dingin sehingga pembentukan awan hujan semakin berkurang.
Kombinasi El Niño, versi "Godzilla", dan IOD positif ini membuat sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami dampak yang lebih signifikan, terutama di wilayah bagian selatan seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga sebagian Sumatra dan Kalimantan. Dampaknya bisa berupa penurunan curah hujan yang lebih besar dan peningkatan suhu udara. Inilah yang membuat fenomena “Godzilla El Niño” tidak hanya terasa lebih panas, tetapi juga memperkuat perubahan pola cuaca di berbagai wilayah Indonesia.