Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Hal tentang Risiko Penularan Zoonosis dari Kucing, Wajib Tahu!

4 Hal tentang Risiko Penularan Zoonosis dari Kucing, Wajib Tahu!
ilustrasi kucing dan pemiliknya (pexels.com/Sam Lion)
Intinya Sih
  • Kucing dapat menularkan penyakit zoonosis seperti toksoplasmosis, penyakit cakaran kucing, ringworm, dan rabies melalui kontak langsung, gigitan, atau kotoran yang terinfeksi.
  • Toksoplasmosis berisiko tinggi bagi ibu hamil dan orang dengan imunitas lemah, sedangkan penyakit cakaran kucing serta ringworm bisa menimbulkan infeksi kulit dan pembengkakan kelenjar.
  • Vaksinasi rabies rutin, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari kontak dengan kucing liar menjadi langkah penting untuk mencegah penularan penyakit dari hewan peliharaan ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Kucing merupakan salah satu hewan yang populer di dunia, sebab dianggap menggemaskan, mandiri dan juga mampu membentuk adanya ikatan emosional yang kuat dengan pemiliknya. Namun, dibalik tingkah lakunya yang menghibur ternyata kucing juga dapat membawa penyakit yang dapat menular ke manusia, sehingga kerap disebut sebagai zoonosis.

Walau memang tidak semua kucing bisa membawa penyakit, namun penting bagi pemilik hewan agar bisa menyadari potensi risiko yang ada, termasuk melalui gigitan, cakaran, kotoran, atau kontak langsung dengan bulu dan air liurnya. Oleh sebab itu, perhatikan beberapa contoh penyakit zoonosis berikut ini yang ternyata dapat ditularkan dari pusing ke manusia, serta cara yang tepat dalam mencegahnya.

1. Toksoplasmosis

ilustrasi kucing
ilustrasi kucing (pexels.com/Alice Castro)

Toksoplasmosis ternyata diakibatkan oleh parasit Toxoplasma gondii yang pada umumnya dapat hidup di saluran pencernaan kucing. Parasit ini ternyata dapat ditularkan melalui kotoran kucing yang telah terinfeksi sebelumnya, sehingga manusia bisa saja tertular pada saat membersihkan kotak pasir tanpa menggunakan sarung tangan atau tidak mencuci tangannya dengan benar. Ibu hamil atau orang dengan sistem imunitas lemah biasanya sangat rentan terhadap infeksi ini.

Gejala pada manusia pada umumnya ringan atau bahkan tidak terasa sama sekali, namun bisa menimbulkan komplikasi serius pada janin apabila tertular selama fase kehamilan. Oleh sebab itu, perempuan hamil memang tidak disarankan untuk melakukan kontak langsung dengan kotoran kucing, serta memastikan untuk tidak mengonsumsi daging mentah atau hewan liar yang mungkin dapat menimbulkan infeksi.

2. Penyakit cakaran kucing

ilustrasi kucing
ilustrasi kucing (pexels.com/Halil İbrahim ÇETİN)

Penyakit cakaran kucing ternyata diakibatkan oleh bakteri Bartonella henselae yang pada umumnya hidup di dalam darah kucing. Penyakit ini bisa ditularkan ke manusia melalui gigitan atau cakaran dari kucing yang telah terinfeksi sebelumnya, khususnya pada anak kucing. Gejala yang dapat terjadi meliputi pembengkakan pada kelenjar getah bening, kelelahan, hingga demam ringan. Bahkan, pada kasus tertentu justru penyakit ini bisa menimbulkan infeksi yang serius apabila tidak segera ditangani.

Sebagian besar kucing tidak menunjukkan adanya gejala, meski membawa bakteri tersebut. Oleh sebab itu, penting untuk selalu menghindari kebiasaan bermain terlalu kasar dengan kucing, terutama apabila masih kecil. Jika terkena cakar atau gigitan, maka segera bersihkan luka dengan menggunakan sabun dan air mengalir, lalu konsultasikan dengan dokter apabila luka yang dialami justru tampak meradang.

3. Ringworm

ilustrasi kucing dan pemiliknya
ilustrasi kucing dan pemiliknya (pexels.com/Engin Akyurt)

Ringworm merupakan infeksi kulit yang diakibatkan karena jamur dan ditularkan dari kucing ke manusia. Meski namanya mengandung kata worm, namun penyakit ini tidak diakibatkan oleh cacing, melainkan terjadi melalui kontak langsung dengan bulu, kulit, atau benda yang telah terkontaminasi dengan spora jamur. Gejala pada manusia bisa berupa ruam melingkar yang terasa gatal dan bersisik.

Kucing yang telah terinfeksi ringworm pada umumnya menunjukkan area botak pada tubuhnya, terutama di kepala atau kaki. Tidak ada salahnya untuk membersihkan tempat tidur kucing dan memastikan kebersihan lingkungan rumah agar bisa menghindari potensi penyebaran jamur dengan seksama.

4. Rabies

ilustrasi kucing (pexels.com/Oleksandra Derkach)
ilustrasi kucing (pexels.com/Oleksandra Derkach)

Rabies merupakan penyakit mematikan yang secara langsung menyerang sistem saraf, serta dapat ditularkan melalui gigitan dari hewan yang telah terinfeksi sebelumnya, termasuk kucing. Meski kasus rabies pada kucing domestik jarang terjadi, namun risiko ini tetap saja ada terutama apabila kucing sering berkeliaran di luar rumah dan tidak memeroleh vaksin sebelumnya.

Gejala pada manusia bisa berupa kecemasan demam dan kejang, lalu dapat berkembang menjadi kelumpuhan hingga berujung pada kematian apabila tidak ditangani. Pastikan bahwa kucing telah memeroleh vaksin rabies sesuai jadwal dari dokter hewan, serta hindari kontak dengan kucing liar atau tidak dikenal, terutama jika menunjukkan perilaku agresif.

Memiliki kucing sebagai hewan peliharaan memang menyenangkan, namun juga menuntut tanggung jawab besar dalam menjaga kebersihan dan kesehatannya. Oleh sebab itu, dengan mengetahui berbagai potensi penyakit yang ada, maka bisa lebih waspada dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Dengan begitu, maka hubungan antara manusia dan kucing tetap terjalin dengan harmonis tanpa mengorbankan keselamatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More