Di Provinsi Jawa Tengah terdapat satu pegunungan luas yang sangat terkenal, yaitu Pegunungan Serayu. Menariknya, Pegunungan Serayu dibagi menjadi dua, yaitu Pegunungan Serayu Selatan dan Pegunungan Serayu Utara. Salah satu yang terluas dan paling terkenal adalah Pegunungan Serayu Utara. Pegunungan tersebut membentang dari Kabupaten Tegal hingga Semarang.
5 Gunung di Pegunungan Serayu Utara, Jadi Habitat Satwa Liar

- Pegunungan Serayu Utara di Jawa Tengah membentang dari Tegal hingga Semarang dan menaungi berbagai gunung terkenal seperti Slamet, Ungaran, Argojambangan, Pawinihan, dan Bismo.
- Gunung Slamet menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.432 mdpl serta menjadi habitat satwa endemik seperti macan tutul jawa dan elang jawa.
- Setiap gunung memiliki karakter unik: Ungaran dengan Candi Gedong Songo, Argojambangan yang mudah didaki, Pawinihan penuh mitologi lokal, dan Bismo cocok untuk pendaki pemula.
Karena sangat luas, Pegunungan Serayu Utara menjadi "rumah" bagi berbagai gunung. Ada Gunung Slamet, Prau, hingga Argojambangan di Kabupaten Banjarnegara. Gunung-gunung tersebut tak hanya tinggi, tapi menyimpan segudang keunikan. Lantas, apa sih yang ada di semua gunung tersebut? Cari tahu di bawah ini, yuk.
1. Gunung Ungaran memiliki tiga puncak

Gunung setinggi 2.050 mdpl ini berlokasi di Kabupaten Semarang dan Kendal, Jawa Tengah. Dilansir Gunung Bagging, Gunung Ungaran memiliki tiga puncak, yaitu Puncak Ungaran, Botak, dan Gendol. Puncak Gendol jadi yang teredah karena berada di ketinggian 2.002 mdpl. Sementara itu, Puncak Ungaran merupakan yang tertinggi dengan ketinggian 2.050 mpdl.
Gunung ini menjadi salah satu gunung terluar di Pegunungan Serayu Utara. Sebab, ia berlokasi tak jauh dari wilayah Pantai Utara (Pantura) dan merupakan wilayah paling timur dari pegunungan tersebut. Di Gunung Ungaran juga terdapat satu tempat bersejarah, yaitu Candi Gedong Songo yang sekarang menjadi tempat wisata.
2. Gunung Slamet jadi gunung tertinggi di Jawa Tengah

Gunung Slamet memiliki ketinggian sekitar 3.432 mdpl. Nah. hal tersebut membuatnya menyandang gelar sebagai gunung tertinggi nomor satu di Jawa Tengah, gunung tertinggi di Pegunungan Serayu Utara, dan gunung tertinggi nomor dua di Pulau Jawa. Karena statusnya tersebut, Gunung Slamet menjadi salah satu gunung yang menjadi incaran para pendaki untuk membuktikan kemampuan mereka.
Selain tinggi, Gunung Slamet juga menjadi habitat berbagai satwa endemik, lho. Dilansir Perhutani, salah satu satwa endemik yang bisa ditemukan di Gunung Slamet adalah macan tutul jawa (Panthera pardus melas). Selain macan tutul, elang jawa, owa jawa, surili jawa, kijang, dan kucing hutan juga bisa ditemukan di hutan Gunung Slamet yang luasnya mencapai 20 ribu hektare.
3. Gunung Argojambangan memiliki dua nama

Gunung yang berlokasi di Kabupaten Pekalongan dan Banjarnegara ini memiliki dua nama, yaitu Gunung Argojambangan dan Gunung Rogojembangan. Gunung ini tidak telalu tinggi dengan elevasi sekitar 2.177. Berbagai sumber juga menjelaskan kalau Gunung Argojambangan memiliki fasilitas lengkap dan terhitung mudah untuk didaki. Setidaknya, kamu hanya akan memerlukan waktu sekitar 2-3 jam untuk sampai ke puncak gunung ini. Gunung Argojambangan juga masih cukup asri dengan hutan lebat dan suasana yang lebih tenang jika dibandingkan gunung lain di Pegunungan Serayu Utara.
4. Gunung Pawinihan punya asal-usul yang unik

Selain Argojambangan, ada satu gunung lagi yang berlokasi di Kabupaten Banjarnegara, yaitu Gunung Pawinihan. Meski berada di satu kabupaten, tapi pamor Gunung Pawinihan jauh di bawah Gunung Argojambangan. Karena itu, Gunung Pawinihan menjadi salah satu gunung paling asri di wilayah Pegunungan Serayu Utara. Bahkan, ular raksasa sepanjang 3-4 meter masih berkeliaran bebas di gunung ini.
Gunung Pawinihan juga memiliki mitologi yang menarik. Berdasarkan penuturan masyarakat lokal, nama "Pawinihan" berasal dari kata dasar wiwih yang artinya induk atau bibit. Jika diterjemehkan, maka "Pawinihan" berarti pembibitan. Konon, semua tanaman yang bermanfaat bagi manusia tumbuh, muncul, dan bibitnya berasal dari Gunung Pawinihan.
5. Gunung Bismo cocok didaki oleh pemula

Gunung Bismo merupakan gunung setinggi 2.365 yang berlokasi di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Menariknya, laman resmi Eiger merekomendasikan Gunung Bismo untuk pendaki pemula. Pasalnya, waktu pendakian Gunung Bismo terhitung cepat, yaitu hanya 3-4 jam. Jalur pendakian Gunung Bismo juga cukup landai, hutannya tidak terlalu lebat, dan kamu bisa mendaki dengan santai. Gunung Bismo juga sudah aman dari hewan liar yang berbahaya seperti ular dan macan sehingga kamu tak usah khawatir soal keselamatan di jalur pendakian.
Di balik namanya yang kurang tersohor, ternyata Pegunungan Serayu Utara dikelilingi oleh banyak gunung yang eksotis dan unik. Mereka tak hanya bisa didaki, tapi memiliki peran krusial bagi masyarakat lokal hingga satwa endemik. Bagi kamu yang tinggal di area Pegunungan Serayu Utara, maka kamu harus melestarikan dan menjaga semua gunung tersebut.
















![[QUIZ] Berdasarkan Hewan Mitos Ini, Kami Tahu Karakteristik Sifat Aslimu](https://image.idntimes.com/post/20240701/rhii-photography-nk1nj3ea3ea-unsplash-a74db85953aa3d1ade59d6f75fab33d4.jpg)

