Comscore Tracker

6 Cara Berkomunikasi dengan Kucing, Pahami Maksud Anabul

Harus pelan-pelan dan terbiasa dulu~

Ngobrol memang jadi salah satu cara agar cepat akrab. Gak cuma ke sesama manusia, berkomunikasi dengan hewan peliharaan pun sama. Termasuk jika kamu memelihara kucing. 

Mengetahui cara berkomunikasi dengan kucing dapat membantumu memahami maksud anabul. Selain meningkatkan bonding antara kucing dan pemiliknya, komunikasi yang tepat juga dapat mengurangi reaksi destruktif akibat kurang perhatian. Bagaimana caranya?

1. Memahami bagaimana kucing berkomunikasi

6 Cara Berkomunikasi dengan Kucing, Pahami Maksud Anabulilustrasi manusia dan kucing (Unsplash.com/Humberto Arellano)

Dilansir Catwhisperer, ilmuwan menemukan bahwa kucing membangun komunikasi dengan manusia melalui berbagai cara. Dua sarana komunikasi yang paling mudah dipahami yakni suara dan perilaku.

Meski terkesan simpel, memahami bahasa kucing cukup memakan waktu, lho. Pasalnya, ada sekitar 60 jenis suara dengan makna berbeda yang dikeluarkan oleh kucing. Terkadang mereka juga memberikan gestur yang terlihat sama, padahal sebetulnya maksudnya berbeda.

Belum lagi setiap kucing memiliki kepribadian unik. Hal tersebut memengaruhi bagaimana mereka berkomunikasi dengan pemiliknya. Namun, terdapat panduan umum tentang suara dan gestur kucing yang umumnya menandakan sesuatu hal. Apa saja?

Suara

Bagi orang awam, suara ‘meow’ singkat dari kucing mungkin diartikan sama dengan ‘meoow’ yang sedikit lebih panjang. Padahal, keduanya sebetulnya menunjukkan makna berbeda. Seiring berjalannya waktu, kamu akan bisa membedakan bahasa kucing melalui suaranya. Misalnya seperti berikut:

  • Mengeong pendek berarti menyapa 
  • Mengeong secara berulang berarti menyapa dengan semangat
  • Meongan bernada sedang berarti kucing membutuhkan sesuatu, bisa makanan atau mainan
  • Meongan sedikit lebih panjang (mrrroooow) berarti menuntut sesuatu, seperti dibelai
  • Meongan dengan nada rendah seperti erangan (mrrrooooowww) berarti protes, tidak nyaman, atau berkelahi
  • Meongan nada tinggi (RRRROWW!) berarti marah, terluka, atau ketakutan
  • Chatter (menggertakkan gigi) berarti ketertarikan, frustasi. Biasanya muncul ketika kucing melihat mangsa, seperti cicak
  • Purr berarti merasa nyaman, memperbolehkan orang sekitar memegang atau mengelusnya
  • Hiss berarti tanda serius kucing marah, ketakutan, dan berkelahi

Gestur tubuh

Dibanding suara, kucing lebih jago mengekspresikan diri melalui gerak tubuhnya. Begini cara mengetahui perasaan kucing dengan mengamati gesturnya: 

Ekor

  • Ekor tegak dengan ujung yang melingkar berarti senang
  • Ekor berkedut berarti gembira atau cemas
  • Ekor bergoyang berarti sangat bersemangat dan senang melihatmu
  • Ekor rendah dan diselipkan di bawah bagian belakang berarti takut
  • Bulu ekor menjulur lurus ke atas sementara ujung ekornya melengkung dalam bentuk N berarti siaga
  • Bulu ekor menempel lurus ke atas tetapi ekornya merendah berarti marah atau ketakutan
  • Bulu di ekor mencuat berarti Sangat bersemangat

Mata

  • Pupil melebar berarti sangat menyenangkan atau bersemangat; itu juga bisa berarti siaga, marah, atau ketakutan
  • Mata berkedip perlahan berarti menunjukkan bahwa kucing merasa nyaman 
  • Menatap mata berarti Menunjukkan bahwa kucing mempercayai kamu.

Lainnya

  • Menyentuhmu dengan hidung basah berarti gerakan penuh kasih sayang 
  • Telinga menghadap belakang berarti waspada, takut, cemas
  • Lidah sedikit keluar dan menjilat bibir bawah berarti khawatir
  • Menggosok kepala, pinggang, dan ekor ke orang atau hewan berarti menyapa
  • Head-butting berarti menunjukkan keramahan
  • Mengendus wajahmu berarti memastikan identitas
  • Memijat berarti tanda kebahagiaan, kepuasan, atau kesenangan: artinya kucingmu mengenal dan mempercayaimu
  • Menjilat berarti tanda utama kepercayaan. Kucing mungkin menganggapmu sebagai bagian dari keluarganya
  • Mengangkat hidung dan memiringkan kepala sedikit ke belakang berarti "Hey, ayo berteman!” Ini merupakan tanda kucing menerimamu
  • Mencoba memakan rambut berarti kucingmu mungkin mencoba "merawat" kamu, sebagai bentuk kepercayaan tinggi.

Baca Juga: 5 Fakta Feline Calicivirus yang Menyerang Saluran Pernapasan Kucing

2. Cara berkomunikasi dengan kucing

6 Cara Berkomunikasi dengan Kucing, Pahami Maksud Anabulilustrasi manusia dan kucing (Unsplash.com/Oleg Ivanov)

Coba perhatikan apa yang kucingmu lakukan ketika mengajaknya bermain. Apakah mengendus atau justru memasang gestur siaga? Setelah memahami bagaimana cara kucing berkomunikasi, kamu bisa membangun interaksi dengan anabul kesayangan. Begini caranya:

  1. Ajak kucing bicara. Meski tidak bisa membalas dengan bahasa yang sama, kucing bisa memahami ucapanmu, lho. Tentunya ini butuh waktu agar kucing mengerti nada suara dan menghubungkannya dengan instruksi tertentu. Misalnya, panggil namanya terus menerus, lama-lama ia akan mengerti dan datang begitu dipanggil
  2. Berikan gestur sebagai komunikasi non verbal. Misalnya, kamu sedang duduk di sofa dan meminta kucing untuk naik, tepuk sofa perlahan dan ucapkan instruksi secara lisan
  3. Buat ekspresi dan gerakan yang konsisten dan satu makna. Misalnya, kamu melarang kucing ke luar rumah. Berikan tanda dengan menutup pintu sebagai kata ‘tidak’ tanpa mengelus atau memanjakan kucing. Kucing mungkin akan mencoba dua sampai tiga kali, maka kamu harus sabar untuk melatihnya
  4. Berikan perintah secara konsisten pada kucing. Misal mendesis untuk marah, berbicara normal untuk mengajaknya bermain, dan sebagainya
  5. Usahakan tidak mengunci kontak mata. Berbeda dengan manusia, kontak mata bagi kucing menandakan kemarahan atau tidak ramah
  6. Perhatikan bagaimana kucing merespon komunikasi. Kucing mungkin tidak akan menanggapi ajakan komunikasimu ketika belum terbiasa, jadi tetap sabar untuk melatihnya, ya!

Cara berkomunikasi dengan kucing memang susah-susah gampang. Pasalnya, perlu lebih banyak waktu untuk membangun kebiasaan dan memahami bahasa dirimu kamu dan kucing peliharaan.

Di samping itu, ada beberapa hal yang perlu dihindari ketika berkomunikasi dengan kucing. Berikut di antaranya:

  • Jangan gunakan hukuman, terlebih fisik, setiap kali kucing melakukan kesalahan. Kebiasaan menghukum justru menciptakan jarak antara kamu dan anabul. Cukup tegas dalam memberi instruksi dan kucing akan mengerti kalau kamu melarang atau marah
  • Jangan gunakan laser pointer. Kamu mungkin menganggapnya menyenangkan, tapi ini justru meningkatkan sikap agresif kucing. Publikasi penelitian di jurnal Animal pada 2021 menunjukkan bahwa penggunaan laser berkaitan dengan tindakan yang tidak biasa.

Panduan cara berkomunikasi dengan kucing di atas hanya secara garis besar, ya! Sebab, bisa jadi kucingmu memiliki ciri dan cara tersendiri dalam menjalin interaksi. Nah, untuk itu, berikan waktu dan latihan terus menerus sehingga kamu dan anabul dapat membangun kebiasaan yang baik.

Baca Juga: Cara Memberi Makan Anak Kucing yang Baru Lahir Tanpa Induk

Topic:

  • Laili Zain
  • Lea Lyliana
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya