Comscore Tracker

Terlihat Biasa, 5 Serangga ini Ternyata Bisa Mematikan Manusia

Meski berukuran kecil, simpan potensi berbahaya

Serangga menjadi salah satu hewan yang dimusuhi oleh manusia. Biasanya karena kita merasa jijik atau bahkan takut dengan mereka, padahal jika dipikir-pikir lagi, rata-rata serangga yang kita temukan di rumah atau lingkungan sekitar itu ukurannya kecil, lho!

Meski begitu keputusan kita untuk tidak dekat-dekat dengan serangga sebenarnya tidak salah. Pasalnya dilansir The Mysterius World, beberapa serangga ternyata sangat mematikan bagi manusia lho! Kamu percaya?

1. Nyamuk 

Terlihat Biasa, 5 Serangga ini Ternyata Bisa Mematikan ManusiaNyamuk membunuh hampir satu juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya. (unsplash.com/Shardar Tarikul Islam)

Yup, nyamuk yang kita temui memang kecil, sekali tepuk juga mati. Meski begitu, kamu pasti tidak akan menyangka jika serangga kecil ini ternyata menggigit setidaknya 700 juta orang, dan membunuh satu juta orang di seluruh dunia per tahunnya.

Dilansir World Mosquito Program, saat seekor nyamuk menghisap darah, mereka juga menghisap virus atau bakteri yang ada di orang tersebut dan menyebarkannya ke orang lain melalui air liur. Gara-gara itu, orang yang tadinya sehat bisa mendadak terserang malaria, demam berdarah, zika, dan berbagai penyakit lain yang tidak kalah mematikan.

2. Africans driver ants 

Terlihat Biasa, 5 Serangga ini Ternyata Bisa Mematikan ManusiaAfricans driver ants merupakan semut dengan koloni terbesar di dunia. (funeralwise.com)

Driver ants atau yang juga dikenal dengan nama Dorylus adalah semut dengan koloni terbesar di dunia dengan anggota mencapai 20 juta semut. Sesuai dengan namanya, spesies semut ini hidup di Benua Afrika. Biasanya mereka membangun sarang di bawah tanah hutan-hutan Sub Sahara, dan bertahan selama beberapa hari sebelum akhirnya pindah untuk membangun sarang lain di tempat baru.

Sama seperti semut lain, Africans driver ants tidak pernah pilih-pilih makanan. Mereka bisa memakan tumbuhan atau hewan seperti cacing tanah, rayap, spesies semut lain, bahkan burung yang memiliki ukuran puluhan kali lebih besar dari tubuhnya. Ada dua alasan mengapa semut ini masuk dalam kategori mematikan.

Pertama, karena mereka menyerang secara bersamaan dan melakukan serangannya berkali-kali. Kedua, semut-semut ini memiliki rahang yang sangat kuat. Bagi manusia, gigitan Africans driver ants memang tidak mematikan, namun bekas gigitan itu akan meninggalkan bekas luka yang cukup menyakitkan.

3. Kissing bugs 

Terlihat Biasa, 5 Serangga ini Ternyata Bisa Mematikan ManusiaGigitan kissing bugs dapat menyebabkan penyakit chagas dan alergi. (funeralwise.com)

Meski namanya terdengar cukup romantis, namun efek yang dihasilkan dari "ciuman" serangga ini sangat jauh dari kesan yang romantis. Dilansir WebMD, kissing bugs adalah serangga penghisap darah yang hidup di Amerika Serikat, Meksiko, Amerika Tengah atau Amerika Selatan. Disebut kissing bugs karena mereka biasanya menggigit di daerah sekitar mulut atau mata.

Gigitan kissing bugs sebenarnya tidak menyakitkan, namun dapat membuat korbannya terserang penyakit chagas atau menimbulkan reaksi alergi seperti bengkak, kemerahan, dan gatal. Lebih parahnya lagi, gigitan kissing bugs bisa menyebabkan syok anafilaksis yang ditandai dengan tekanan darah turun, sesak nafas, dan jika tidak segera ditolong maka akan berakhir dengan kematian.

Kissing bugs hidup di tumpukan kayu, kandang hewan peliharaan, bahkan di tempat tidur. Mereka hanya keluar di malam hari untuk mencari makan berupa darah hewan, dan tidak jarang juga menyerang manusia.

4. Bullet ants 

Terlihat Biasa, 5 Serangga ini Ternyata Bisa Mematikan ManusiaBullet ants merupakan semut dengan gigitan paling menyakitkan. (critter.science)

Jika driver ants merupakan semut dengan koloni terbesar, maka bullet ants merupakan semut terbesar yang hidup di Bumi. Bullet ants memiliki ukuran sekitar 2,5 cm sampai 5 cm. Satu hal yang perlu diwaspadai dari spesies semut ini bukanlah ukurannya, melainkan sengatannya.

Meski ukurannya termasuk kecil menurut manusia, sengatan bullet ants sangat menyakitkan. Saking sakitnya, orang-orang menyamakan rasa sakit dari sengatan semut ini dengan tembakan pistol. Seolah belum cukup, rasa sakit ini akan terus bertahan selama 24 jam. Untungnya bullet ants tidak hidup di Indonesia. Semut-semut ini banyak ditemui di wilayah Nikaraguay dan Paraguay.

5. Lalat tsetse 

Terlihat Biasa, 5 Serangga ini Ternyata Bisa Mematikan ManusiaGigitan lalat tsetse dapat menyebabkan kematian jika tidak segera mendapatkan pertolongan. (gettvantenna.in)

Memiliki ukuran 6 sampai 16 mm, lalat tsetse memang masuk dalam keluarga Muscidae atau lalat rumah. Bedanya dengan lalat rumah biasa, lalat ini satu ini menghisap darah. Baik itu darah hewan liar, peliharaan, bahkan tidak segan menghisap darah manusia.

Sebenarnya jika hanya menghisap sedikit darah, hal itu tidak akan menjadi bahaya. Namun yang membuatnya menjadi berbahaya adalah, gigitan mereka bisa memicu penyakit trypanosomiasis Afrika atau yang lebih dikenal dengan nama penyakit tidur. Kenapa namanya begitu?

Dilansir CDC, penyakit tidur adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit yang masuk ke tubuh melalui gigitan lalat tsetse. Penderitanya akan mengalami kelelahan, demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, sulit tidur, kelumpuhan, dan jika tidak ditangani maka akan berakhir dengan kematian. Masalahnya, penanganan penyakit ini sangat sulit dilakukan sehingga kebanyakan pasien tidak terselamatkan.

Lima serangga di atas memang memiliki ukuran yang kecil. Meski begitu, kita tidak seharusnya tertipu dengan ukuran mereka karena kadang-kadang yang terlihat jinak-lah yang justru mematikan.

Siti Marliah Photo Verified Writer Siti Marliah

instagram.com/sayalia

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agsa Tian

Berita Terkini Lainnya